Kamis, 1 Oktober 2020

Harga Ayam & Telur Masih Dibawah HPP

Memasuki bulan ke sembilan di 2020, peternak broiler (ayam pedaging) masih saja belum bisa bernapas lega. Lantaran harga live bird on farm (ayam hidup di tingkat peternak) belum juga berada di posisi lebih tinggi dari harga pokok produksi (HPP). Kendati demikian, peternak tidak banyak berharap mendapat untung besar di tengah krisis ekonomi di masa pandemi Covid-19 (Corona Virus Disease 2019) ini.
 
 
Begitu pula yang dirasakan oleh peternak broiler di Malang, Jawa Timur, Kholiq yang melaporkan harga live bird atau LB pada Senin (21/9) berada di posisi Rp 15.000 – 15.500 per kg. “HPP live bird yang panen pada (21/9) adalah Rp 15.500, karena harga DOC (ayam umur sehari) saat chick-in (masuknya DOC) haya Rp 3.000 per ekor,” kata Kholiq kepada redaksi TROBOS Livestock.
 
 
Adapun harga DOC per (21/9) yaitu antara Rp 3.500 – 4.200 per ekor, sedangkan harga rata-rata pakan sampai ke kandang adalah sebesar Rp 6.750 per kg. Lebih lanjut, Kholiq menjelaskan harga live bird pada Agustus lalu tetap labil, dengan harga rata-rata Rp 13.000 per kg. Ia menilai bahwa kondisi ini menunjukkan tidak ada yang bisa diharapkan lagi bagi peternak mandiri. 
 
 
“Sampai saat ini harga live bird tak kunjung stabil dan peternak broiler terus merugi, sebab jumlah DOC sangat banyak dan bahkan berlebih hingga 40 %. Apabila integrator menaati peraturan pemerintah, harga live bird pada Oktober mendatang bisa di angka Rp 17.000 per kg. Namun sebaliknya, jika integrator tetap bersikeras melawan peraturan pemerintah, harga liver bird akan tetap berada di kisaran harga Rp 14.000 – 15.000 per kg,” keluhnya. 
 
 
Kholiq pun selaku peternak mandiri, berharap masih mendapat keuntungan walaupun hanya sedikit ataupun setidaknya harga live bird di atas HPP dan harga tetap stabil. Ia menyarankan supaya integrator patuh terhadap peraturan pemerintah. Tujuannya yaitu untuk kestabilan harga live bird peternak mandiri.
 
 
Demikian halnya dengan peternak di Bogor, Jawa Barat, Setya Winarno yang menginformasikan harga live bird ukuran 1,4 – 1,8 kg per ekor pada Senin (21/9) sebesar Rp 14.000 – 15.500 per kg. “HPP live bird yang panen pada (21/9) ukuran 1,6 kg per ekor adalah Rp 15.500 – 16.500 per kg. Sementara, harga live bird pada 3 pekan pertama Agustus hampir sama dengan 3 pekan pertama September yaitu rata-rata seharga Rp 14.500 – 15.000 per kg,” jelas pria yang karib disapa Winarno ini.
 
 
Terkait harga DOC dan pakan broiler komplit per (21/9) secara berturut-turut adalah Rp 3.000 per kg dan Rp 6.600 – 7.200 per kg. Menurut Winarno, harga live bird pada Oktober diprediksi sedikit lebih baik dibandingkan Agustus dan September. Ia pun berharap, harga live bird ke depannya harus di atas HPP tetapi tidak terlalu tinggi, supaya tetap dapat terjangkau oleh masyarakat di tengah krisis seperti sekarang.
 
 
Senasib dengan peternak di wilayah Jawa Timur dan Jawa Barat, peternak di Medan, Sumatera Utara yaitu Taopik Robina juga mengalami hal yang sama. Pria yang kerap disapa Opik ini menguraikan harga live bird pada Senin (21/9) yaitu untuk ukuran 0,81 – 1,00 kg per ekor seharga Rp 19.500 per kg, 1,01 – 1,20 kg per ekor seharga Rp 19.000 per kg, 1,21 – 1,60 kg per ekor seharga Rp 18.000 per kg, serta 1,61 – 4,00 kg per ekor seharga Rp 17.500 per kg. Ukuran favorit konsumen di Medan sendiri adalah 1,61 – 4,00 kg per ekor dengan harga Rp 17.500 per kg. 
 
 
“Harga live bird per (21/9) dibanderol sebesar Rp 17.500 per kg, dengan HPP kurang lebih Rp 18.000 per kg. Harga live bird pada September cenderung lebih baik dari Agustus lalu, meskipun secara rata-rata posisi harga belum berada di atas HPP. Pada Agustus lalu, harga live bird sangat buruk yaitu Rp 14.000 per kg saja,” sesalnya.
 
 
Anjloknya harga live bird pada Agustus, dinilai Opik karena daya beli masyarakat menurun, sedangkan di Pulau Jawa terpengaruh pada bulan sura. Akan tetapi, harga anjlok secara keseluruhan karena efek dari over supply (pasokan berlebih). Untuk di Medan, pada akhir September secara perlahan harga live bird sudah mulai merangkak naik.  
 
 
 
Selengkapnya baca di majalah TROBOS Livestock Edisi 253/Oktober 2020
 

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain