Minggu, 1 Nopember 2020

Mencermati Aturan Program Pencahayaan pada Layer

Mencermati Aturan Program Pencahayaan pada Layer

Foto: dok. trobos


Respon ayam terhadap stimulasi cahaya ditilik berdasarkan kondisi, bobot badan dan usia ayam. Sehingga patokannya tidak berdasarkan usia saja, peternak perlu memeriksa kondisinya dengan memastikan ayam memiliki deposit lemak yang cukup sebelum mulai diberikan fotostimulasi
 
 
Setiap peternak tentu akan melakukan berbagai upaya untuk menunjang optimalisasi produktivitas ayam, seperti di ayam petelur (layer). Program yang dilakukan peternak umumnya vaksinasi, sanitasi, pencahayaan dan masih banyak lagi. Guna mengedukasi peternak dan penggiat unggas, Cobb Asia menggelar webinar series dengan berbagai topik di bidang perunggasan yang mengusung narasumber dari lintas negara pada Rabu (15/7).
 
 
 Cobb pun mengangkat topik tentang breeder (pembibitan) pada ayam petelur yang salah satunya diisi oleh Regional Technical Manager Cobb Ventress Asia Pasifik, Amin Suyono. Lebih lanjut, Amin menjelaskan poin utama dalam produksi untuk kinerja peternak yang optimal.
 
 
“Tujuan periode bertelur (laying), yaitu untuk mencapai jumlah ayam per peternakan (hen house). Maka itu, kawanan (flock) harus memiliki produksi dan persistensi ayam yang baik, jumlah total telur, persentase pemulihan telur yang tinggi, serta kemampuan penetasan rata-rata yang tinggi untuk semua kawanan. Terakhir yang tidak kalah pentingnya adalah mortalitas ayam betina,” terang pria yang akrab disapa Amin ini.
 
 
Kebutuhan nutrisi yang baik, Amin melanjutkan, krusial untuk memasuki produksi ayam petelur lebih lanjut. Begitu pula berbagai praktik manajemen penting lainnya dalam periode laying. Ia mengimbau supaya tidak membiarkan manajemen atau peternakan yang buruk merusak kinerja potensi dari setiap kawanan.
 
 
Pentingnya Mortalitas
Amin menjelaskan mortalitas betina tidak kalah pentingnya, terdapat kawanan penggemukan cepat yang memiliki produksi besar dan sangat baik yaitu 88 %. “Dengan persistensi di atas 80 % pada 10 pekan, total telur per hen house 191,6 butir dan total telur yang menetas adalah 184,7 butir. Total ayam per hen house sangat memusakan yaitu sebanyak 157 ekor, sementara kemampuan menetasnya rata-rata berada di atas 85 %,” jelasnya.
 
 
Ada pun kawanan lain yaitu penggemukan lambat yang produksinya sebesar 86 %, tidak jauh dibandingkan dengan kelompok kawanan sebelumnya. Persistensi kawanan di atas 80 % selama 9 pekan, total telur per hen house sebesar 180,3 butir dan total telur menetas per hen house adalah 173,9 butir. Kemudian, total ayam per hen house yaitu 148,4 ekor yang sebenarnya tidak terlalu buruk, sedangkan kemampuan menetasnya rata-rata 85,3 % yang lebih baik dari kawanan sebelumnya.
 
 
“Angka kematian pada kawanan produksi tinggi sedikit lebih tinggi yaitu 9,4 dibandingkan dengan kawanan penggemukan lambat yaitu 5,8. Jika kawanan ini memiliki kematian ayam yang baik, maka  kinerjanya (performance) lebih baik dan total telur akan lebih banyak. Sehingga, mengendalikan kematian ayam menjadi hal yang sangat penting,” ujar Amin.
 
 
Bagaimana cara ayam betina dapat mencapai kinerja tinggi? Menurut Amin, ini merupakan pertanyaan yang selalu ditanyakan oleh pelanggan. Jawabannya adalah dengan melakukan investasi pada pemeliharaan. 
 
 
Amin tidak mengatakan bahwa periode laying kurang penting, tetapi pemeliharaan lebih penting. “Kami tidak dapat memperbaiki kesalahan apa pun yang sudah kami lakukan dalam pemeliharaan pada periode laying. Maka itu, semuanya harus dilakukan dengan benar, supaya dapat mencapai kinerja dan mempertahankan keseragaman ayam yang baik sejak tahap awal,” tekannya.
 
 
 
Selengkapnya baca di majalah TROBOS Livestock Edisi 254/November 2020
 

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain