Minggu, 1 Nopember 2020

Ekspor Perdana Agrinusa ke India

Ekspor Perdana Agrinusa ke India

Foto: 
Prosesi pemecahan kendi oleh Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo

Ekspor perdana Agrinusa sebanyak 27 ton premiks vitamin senilai USD 213.000, dari total produk yang akan diekspor senilai USD 1 juta. Pada 2021 mendatang, Agrinusa juga berencana melakukan ekspor premiks vitamin ke beberapa negara, diantaranya Vietnam, Bangladesh, dan Myanmar
 
 
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) melepas ekspor perdana premiks vitamin produksi PT Agrinusa Jaya Santosa (Agrinusa), anak usaha PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) ke Republik India. Acara pelepasan yang dilaksanakan pada 21 Oktober 2020 di Cikarang ini dihadiri juga oleh perwakilan pemerintah daerah Kabupaten Bekasi, komisaris, direksi, serta manajemen JAPFA. 
 
 
Ekspor perdana Agrinusa ini sebanyak 27 ton premiks vitamin senilai USD 213.000, dari total produk yang akan diekspor senilai USD 1 juta. Di dunia peternakan, peranan premiks sangatlah penting. Premiks dikenal sebagai bahan tambahan untuk dicampurkan ke dalam pakan unggas guna meningkatkan kandungan nutrisinya. Di dalamnya terdapat kandungan asam amino, vitamin, dan mineral. Saat ini premiks yang akan diekspor Agrinusa ialah premiks vitamin dengan merek dagang Agrimix Bro dan Agrimix. 
 
 
Syahrul dalam sambutannya mengaku bahagia dan berbangga atas pencapaian ini. Ia mengapresiasi kinerja produksi dari PT Agrinusa Jaya Santosa yang sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengembangkan ekspor komoditas pertanian. 
 
 
“Atas terealisasinya ekspor pada hari ini, berarti semua yang telah diupayakan selama ini oleh pihak perusahaan telah membuahkan hasil yang baik, dan kami mengapresiasi karena telah memproduksi produk yang dapat diterima negara tujuan. Langkah ini adalah langkah yang sangat diharapkan oleh Presiden kita,” ujarnya. 
 
 
Komitmen Terhadap Program Pemerintah Syahrul mengemukakan di tengah pandemi seperti saat ini, ekonomi dunia sangat terpuruk. Ada dua hal yang bisa dilakukan untuk meminimalisir keterpurukan tersebut. Pertama, mem¬perbanyak investasi masuk sehingga membuka lapangan kerja. Kedua, dengan mem¬perkuat ekspor. 
 
 
Ia menjelaskan, salah satu target Kementan (Kementerian Pertanian) saat ini adalah peningkatan ekspor berbagai komoditas pertanian. Hal ini dilakukan melalui Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor Pertanian (Gratieks), yang mengusung tema ‘maju’, ‘mandiri’ dan ‘modern’. 
 
 
Harapannya, Gratieks ini bisa membuka peluang ekspor lebih besar bagi para pelaku usaha peternakan dan kesehatan hewan. Baik skala besar, menengah bahkan mikro dan para peternak yang siap ekspor untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia. Program Gratieks ini juga ditargetkan bisa meningkatkan pertumbuhan volume ekspor peternakan pada 2024 naik sebanyak 300 % menjadi 884.212 ton ke 100 negara tujuan. 
 
 
Syahrul berharap, dengan terbukanya akses pasar internasional ini, Agrinusa bisa terus meningkatkan kuantitas maupun kualitas produk siap ekspor. Sehingga, produk peternakan Indonesia lebih mampu bersaing di perdagangan internasional. 
 
 
Selain itu, diharapkan hal ini juga dapat memotivasi bagi pelaku usaha lain untuk tetap berupaya melakukan percepatan ekspor komoditas pe¬ternakan lainnya dengan meningkatkan kualitas produk dan promosi ke negara lain.”Sekali lagi Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada PT Agrinusa Jaya Santosa dan semua pihak terkait atas dukungannya terha¬dap upaya peningkatan ekspor komoditas peternakan Indonesia,” tutur Mentan. 
 
 
Turut memberi sambutan Ito Sumardi Djuni Sanyoto, Komisaris Independen JAPFA. Ia menyampaikan selama ini sarana dan prasarana peternakan pada umumnya masih tergantung pada pasokan impor. Namun dengan kemampuannya, Agrinusa sudah mampu memproduksinya sendiri, bahkan melakukan ekspor. 
 
 
“Seiring dengan arahan Presiden Jokowi untuk menjadikan kegiatan investasi dan ekspor sebagai prioritas dalam menopang pertumbuhan dan pembangunan ekonomi di tengah kesulitan akibat pandemi, pada hari ini kami melakukan ekspor perdana premiks vitamin ke India. Ini merupakan awal kegiatan ekspor. Selanjutnya akan diikuti kegiatan ekspor-ekspor lain ke negara yang membutuhkan. Kegiatan ekspor ini juga merupakan wujud dan komitmen JAPFA terhadap program pemerintah, Gratieks,” papar Ito.
 
 
Perluas Pasar ke Luar Negeri 
Teguh Prajitno, Managing Director Strategic Business Unit Animal Health and Livestock Equipment JAPFA menyampaikan, “Pelepasan ekspor perdana ini tentunya menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami sebagai bentuk pencapaian yang baik dalam pengakuan standar kualitas dan mutu produk Agrinusa. Dimana untuk dapat mengekspor premiks vitamin, haruslah melewati serangkaian proses sesuai dengan standar internasional yang telah ditetapkan,” terangnya.
 
 
Antonius Harwanto, Deputy COO Poultry Division JAPFA menuturkan pelepasan ekspor premiks vitamin perdana ke India ini merupakan bentuk perluasan pasar JAPFA ke pasar internasional, sesuai dengan komitmen JAPFA untuk mendukung program pemerintah dalam meningkatkan ekspor yang diharapkan berdampak positif pada perekonomian nasional. “JAPFA dan anak usahanya terus menjaga standar kualitas mutu dan layanan untuk memenuhi pasar dalam dan luar negeri,” tegasnya. 
 
 
PT Agrinusa Jaya Santosa merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur berbagai produk kesehatan hewan berupa farmasetik, disinfektan, feed additives dan premiks vitamin, serta sarana peternakan lainnya, yang berperan penting dalam industri peternakan di Indonesia. 
 
 
Sepanjang 2020, Agrinusa telah melakukan ekspor produk farmasetik dan sarana peternakan ke berbagai negara di Asia Tenggara. Selain itu, pada 2021 mendatang, Agrinusa juga berencana melakukan ekspor premiks vitamin ke beberapa negara, diantaranya Vietnam, Bangladesh, dan Myanmar. Tentunya, rangkaian produk yang dipasarkan ke mancanegara telah memenuhi persyaratan standar kelayakan ekspor internasional. 
 
 
Rangkaian acara pelepasan ini juga dilengkapi dengan penyerahan Health Certificate Sanitary dari Balai Besar Karantina Pertanian dan Veterinary Health Certificate dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementan RI kepada Agrinusa. Penerbitan tentunya melalui proses yang telah terstandarisasi, dimulai dari tahapan penilaian sarana produksi, pengambilan sampel hingga pengujian sampel tersebut. TROBOS/Adv
 

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain