Minggu, 1 Nopember 2020

VTR Phytase Microtech Meningkatkan Pertambahan Bobot Badan dan Kecernaan Asam Amino pada Ayam Broile

VTR Phytase Microtech Meningkatkan Pertambahan Bobot Badan dan Kecernaan Asam Amino pada Ayam Broile

Foto: 
Gambar 1. Efek penambahan Microtech terhadap kenaikan bobot badan

Sonia Yun Liu, Peter V Chrystal, Peter H Selle 
Poultry Research Foundation, The University of Sydney, Camden NSW 2570
 
 
OBJEKTIF 
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efikasi dari VTR Phytase Microtech pada ayam pedaging (broiler) yang diberi pakan formulasi gandum selama 1 – 42 hari masa pemeliharaan. Microtech secara signifikan meningkatkan bobot badan, asupan pakan, dan kecernaan dari enam belas asam amino. 
 
 
PENDAHULUAN 
Pemberian fitase eksogen ke dalam pakan broiler telah rutin digunakan karena efek positif fosfat dan ekstra fosfatnya. Di satu sisi, fitase membebaskan ikatan fosfat - fitat yang ditemukan dalam bahan pakan asal nabati yaitu biji-bijian dari tanaman serealia dan biji yang mengandung minyak sebagai fraksi P dominan. Di sisi lain, fitase meningkatkan daya cerna asam amino (AA) karena pada dasarnya fitase mencegah proses awal pembentukan komplek protein-fitat biner dalam usus (Selle et.al., 2012). 
 
 
Beberapa produk fitase telah tersedia di Australia, sedangkan fitase eksogen yang digunakan dalam penelitian ini merupakan produk yang baru masuk ke pasar Australia. Dengan demikian, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi fitase eksogen tersebut sehubungan dengan performa pertumbuhan dan tingkat kecernaan AA dari ileum broiler yang diberi pakan dengan sumber bahan baku yang tersedia di Australia. 
 
 
METODOLOGI 
Protokol eksperimental telah disetujui oleh The Animal Ethics Committee of The University of Sydney. Sebanyak total 960 ekor DOC (ayam umur sehari) jantan Ross 308 secara acak dibagi 4 kelompok perlakuan dengan 6 pengulangan, pada 40 ekor per kandang. Penelitian ini dirancang dengan rangkaian perlakuan faktorial 2x2 dengan pakan berbahan dasar gandum, baik yang kontrol positif (PC) maupun kontrol negatif (NC), tanpa dan dengan pemberian fitase bakteri (Escherichia coli) yang diekspresikan dalam Pichia pastoris (Microtech 10000 plus; Guandong VTR Biotech Co Ltd) dengan inklusi 1000 FTU /kg. 
 
 
Formulasi pakan yang digunakan berbahan dasar gandum dan bungkil kedelai untuk fase starter (umur 1 – 21 hari) dan finisher (umur 22 – 42 hari). Pakan PC diformulasikan untuk memenuhi spesifikasi nutrisi Ross 308 2014. Pakan NC diformulasikan dengan pengurangan Ca 1,6 g/kg, P 1,3g/kg dan Na 0,3 g/kg relatif terhadap formulasi pakan PC. Pakan diolah dengan steam-pellet pada suhu 80 0C kemudian aktivitas fitase dianalisis. Empat formulasi pakan tanpa suplemen mengandung rata-rata 365 FTU/ kg, sedangkan empat formulasi pakan dengan penambahan suplemen mengandung aktivitas fitase 1215 FTU/ kg, pasca steam-pelleting. Performa dan koefisien kecernaan AA diamati dan dihitung. 
 
 
HASIL DAN DISKUSI 
Perfoma keseluruhan ayam pedaging dalam penelitian ini menunjukkan hasil yang luar biasa. Tanpa melihat jenis kelamin, broiler Ross 308 jantan yang digunakan dalam penelitian ini mengungguli performa Aviagen 2014 yaitu dengan penambahan bobot badan sebesar 15,9 % dan FCR sebesar 15,5 % selama masa pemeliharaan 1 - 42 hari. 
 
 
Pada fase starter, Microtech meningkatkan pertambahan bobot badan pada kelompok PC dan NC masing-masing sebesar 2,44 % dan 2,18 % (Gambar 1) dan meningkatkan asupan pakan sebesar 1,82 % (Gambar 2). Kelompok ayam yang diberi pakan NC ditambah Microtech menunjukkan pertambahan bobot badan yang serupa dengan kelompok ayam yang diberi pakan PC tanpa fitase. Pada fase grower terdapat interaksi perlakuan (P <0,05) antara jenis pakan dan penambahan fitase. Hal ini dihasilkan oleh fitase yang secara signifikan meningkatkan pertambahan bobot badan sebesar 3,30 % (2501 berbanding 2421 g/ekor) setelah penambahan pada pakan NC. Kelompok ayam yang diberi pakan NC dengan fitase menunjukkan pertambahan bobot badan yang lebih baik secara numerik dibandingkan kelompok ayam yang diberi pakan PC tanpa atau dengan fitase (Gambar 1).
 
 
Fitase secara signifikan meningkatkan kecernaan AA dengan total 4,67 % (Tabel 1). Kemungkinan hal ini merupakan hasil dari fitase yang meningkatkan kecernaan protein dengan memperlambat pembentukan kompleks protein-fitat biner yang tahan terhadap pepsin, dan meningkatkan absorpsi AA. Fitase telah terbukti memiliki dampak positif pada aktivitas pompa natrium di sepanjang usus kecil pada unggas, yang akan memfasilitasi penyerapan AA dan natrium melalui beberapa sistem transportasi yang bergantung pada Na+ (Selle et al., 2012; Akter et al., 2019). TROBOS/Adv
 

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain