Minggu, 1 Nopember 2020

Manfaat “Preconditioning” Bagi Pabrik Pakan

Manfaat “Preconditioning” Bagi Pabrik Pakan

Foto: 
Gambar 2: Ringkasan keuntungan dan penghematan biaya yang didapatkan dengan preconditioning yang dilakukan dalam percobaan pada pabrik pakan di Indonesia.

Kin Ken Chew 
Kemin Animal Nutrition dan Health, Asia Pacific
 
 
Pendahuluan 
Pandemi COVID-19 telah menunjukan bagaimana situasi terkini yang tidak menentu diberbagai belahan dunia. Kebutuhan dan suplai terhadap protein hewani dan pakan dapat berubah secara tiba – tiba dalam waktu yang singkat. Selain tangguh dalam menanggapi perubahan, mempertahankan biaya tetap rendah adalah fokus utama di berbagai pabrik pakan yang berusaha bertahan ditengah situasi yang tidal stabil saat ini. 
 
 
Preconditioning adalah sebuah tahap yang terjadi di dalam mixer sebelum masuk ke proses conditioning. Tujuan dilakukan preconditioning untuk memastikan pakan yang masih berbentuk mash dapat mencapai target kelembaban yang optimal sehingga mampu membantu proses penggilingan yang lebih efisien. Preconditioning tidak memerlukan investasi yang besar. Hal ini dijalankan dengan pencampuran pakan berbentuk mash dengan larutan preconditioning yang tersusun dari air dan produk pendukung yang berbasis surfaktan (Gambar 1). Ada beberapa manfaat preconditioning diantaranya, meningkatkan efisiensi proses penggilingan gelatinisasi pati yang lebih baik, memperkuat daya tahan pellet, mencapai target kadar air pada pakan jadi, mengawetkan pakan dari resiko jamur dan penghematan biaya untuk profitabilitas yang lebih baik.
 
 
Proses pembuatan pakan berbentuk pellet dapat berjalan dengan lancar ketika pakan berbentuk mash tersebut mencapai target kelembaban sebelum memasuki proses conditioning sehingga mengurangi gesekan yang terjadi. Produk pendukung berbasis surfaktan yang terkandung dalam larutan preconditioning dapat membantu mengurangi tegangan permukaan air, meningkatkan daya campur pada pakan dan memberikan efek pelumas selama proses pelleting. Sebagai hasilnya, mesin pellet dapat berjalan dengan kapasitas yang lebih tinggi tanpa menghambat die pellet dan secara bersamaan menurunkan konsumsi energi setiap ton pakan. 
 
 
Gelatinisasi Pati Lebih Baik 
Gelatinisasi pati adalan poin penting dalam proses pencernaan pakan, karena setelah terjadi gelatinisasi pati maka akan lebih mudah dicerna oleh enzim pada saluran pencernaan. Kelembaban dan panas adalah dua faktor penting yang mempengaruhi gelatinisasi pati. Preconditioning pakan berbentuk mash dengan surfaktan dapat mengurangi tegangan permukaan air dan memudahkan partikel pakan menyerap kelembaban dengan lebih baik. Selama proses conditioning, pakan berbentuk mash yang sudah memiliki kelembaban cukup dapat memfasilitasi proses gelatinisasi dan juga daya cerna pakan menjadi lebih baik. 
 
 
Memperkuat Daya Tahan Pellet 
Gelatinisasi pati memiliki korelasi langsung dengan daya tahan pellet. Gelatinisasi pati yang optimal dapat berkontribusi menjadikan pellet dapat memiliki daya tahan yang lebih baik. Hal ini dikarenakan dengan adanya gelatinisasi yang lebih baik pada pakan mash, bagian yang lengket dari hasil gelatinisasi pati akan membantu mengikat dan menahan partikel pakan lebih erat. Sebagai hasilnya, pakan pellet yang diproduksi menjadi lebih tahan lama. 
 
 
Mencapai Target Kadar Air 
Tidak semua bahan baku yang diterima selalu memiliki kadar air yang sama. Terkadang kadar air pada bahan baku dapat sangat rendah, sehingga memicu kadar air pada pakan jadi menjadi sangat kering.
 
 
Preconditioning dapat membantu mengatasi tantangan ini dengan cara mengkondisikan pakan berbentuk mash mencapai target kelembaban yang diinginkan saat di dalam mixer sebelum proses pelleting dimulai. Surfaktan pada larutan preconditioning dapat mengurangi tegangan permukaan air dan meningkatkan penyerapan kelembaban dan menahannya dalam partikel pakan. Preconditioning dapat memungkinkan pakan jadi yang diproduksi mencapai target kadar air yang diinginkan. 
 
 
Mengawetkan Pakan dari Risiko Jamur 
Dari sisi kualitas kontrol pakan, satu hal penting yang diperlukan saat pakan selesai diproduksi adalah jumlah jamur harus selalu dalam batas aman selama masa penyimpanan. Preconditioning dengan produk berbasis surfaktan membuat partikel pakan menyerap kadar air yang ditambahkan sekaligus menjaga kandungan air bebas (free water) tetap rendah sehingga tidak memungkinkan jamur dapat bertumbuh. 
 
 
Beberapa produk berbasis surfaktan yang tersedia juga diformulasikan dengan bahan aktif yang berfungsi sebagai anti jamur, seperti Myco CURB™ Aw Liquid dan KEM WET™ LR Liquid. Produk berbasis surfaktan tersebut ini dapat meningkatkan efek anti jamur pada pakan dan melindungi pakan dari pertumbuhan jamur. 
 
 
Penghematan Biaya 
Biaya adalah aspek penting yang dipertimbangkan dalam proses produksi pakan. Dengan meningkatkan efisiensi penggilingan dan produktivitas, maka preconditioning membantu mengurangi beban biaya tenaga kerja dan listrik. Preconditioning juga memaksimalkan output dan hasil pakan dimana kadar air pada pakan jadi dapat bertahan lebih lama. 
 
 
Performa Penggilingan Pakan dengan Preconditioning 
Uji coba konsep preconditioning ini telah dilakukan sebelumnya di sebuah pabrik pakan di Indonesia dengan menggunakan produk Myco CURB™ Aw Liquid pada pakan pellet broiler (ayam pedaging) dengan target daya simpan selama 1 bulan. Desain percobaannya sebagai berikut : 
 
Kontrol (C) : Pakan broiler yang diproduksi tanpa melalui proses preconditioning 
Perlakuan (T) : Pakan broiler yang diproduksi dengan 1,5 % larutan preconditioning (berisi Myco CURB™ Aw Liquid dan air) di dalam mixer. 
 
 
Suhu conditioner diatur pada suhu 80°C dan masing masing kelompok perlakuan diproduksi sebanyak 10 ton. 
 
 
Pada percobaan ini, pakan pada kelompok Perlakuan (T) menunjukkan peningkatan yang nyata dari sisi efisiensi nya (Gambar 2). Throughput meningkat sebanyak 7 % (0,5 TPH) dan konsumsi energi mesin pellet berkurang sebanyak 13 % (2,56 kWh/T). Terkait dengan kadar air pada pakan jadi, terjadi peningkatan sebesar 1,25 %. 
 
 
Gelatinisasi pati pada kelompok Perlakuan (T) meningkat sebesar 8 % dan pellet durability index (PDI) meningkat sebesar 0,7 %. Jumlah jamur tetap dalam batas rendah dan tetap dalam batas aman selama 4 minggu penyimpanan (Tabel 1). Secara keseluruhan, pakan yang memiliki proses preconditioning dapat menghemat biaya sebanyak US$ 5.56 per ton pakan. Biaya penghematan dikalkulasi dari beberapa faktor yang berbeda seperti biaya listrik, biaya produksi, kapasitas penggilingan pellet dan biaya pakan (feed cost).
 
 
Ringkasan 
Saat ini dengan kondisi yang tidak menentu, maka menjaga biaya tetap rendah adalah salah satu hal mendasar yang diperlukan bagi pabrik pakan untuk tetap kompetitif. Preconditioning adalah proses sederhana yang ditambahkan pada jalur penggilingan di pabrik pakan tanpa investasi kapital yang besar. Preconditioning memperbaiki efisiensi produksi pakan dan kualitas pakan. Secara keseluruhan, preconditioning membantu pabrik pakan untuk menekan biaya produksi yang pada akhirnya mengarah pada profitabilitas yang lebih baik. TROBOSAdv 
 
 
Referensi 
Referensi dari internal Kemin, SD-20-22370
 
 
Contact Person : 
Kennard Angkasari 
ph : +62 815-6729-488 
email : kennard.angkasari@kemin.com
 

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain