Selasa, 10 Nopember 2020

Tips dan Trik Pengendalian Penyakit Colibacillosis

Tips dan Trik Pengendalian Penyakit Colibacillosis

Foto: 


Jakarta (TROBOSLIVESTOCK.COM). Colibacillosis yang disebakan oleh bakteri E. coli harus ditangani dengan benar, salahsatunya menerapkan prinsip ecohealth pada manajemen pemeliharaan ayam broiler.

 

Baskoro Tri Caroko, Direktur Utama PT Veteriner Sejahtera Indonesia (VIS) menyampaikan penyakit colibacillosis memiliki ciri-ciri ayam kurus, bulu kusam, nafsu makan menurun dan murung. Selain itu sering diare, bulu sekitar dubur kotor akibatnya pertumbuhan terganggu. Ketika terjadi perubahan pasca mati terdapat masa pengkejuan menyelimuti jantung, hati dan organ lainnya. Juga terjadi komplikasi pernafasan atau kebengkakan pada kepala.

 

“Penyakit tersebut terjadi pada ayam broiler minggu ke 2 dan menjadi parah pada minggu ke 3. Jika rencana pengendalian kasus dengan cara mengandalkan antibiotik saja merupakan suatu pemborosan, selain tidak efektif, biaya mahal, beresiko terjadi residu dan berpeluang kasus ber ulang pada periode berikutnya (re merging disease),” jabar dia dalam VIS Webinar “Colibacillosis Pada Broiler di Peternakan Komersil Mandiri” Sabtu, (7/11). Acara juga dihadiri oleh Muhammad Munawaroh selaku Ketua Umum Pengururus Besar Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PB PDHI).

 

Lanjut Baskoro, penyakit tersebut dipengaruhi oleh lingkungan yang tidak nyaman bagi ayam broiler. Seperti cekaman stress, ammonia tinggi, ventilasi terbatas, kandang pengap dan sekam yang basah. Faktor-faktor itu harus diperhatikan jika ingin mencegah penyakit colibacillosis.

 

Agar penyakit ini tidak terjadi secara berulang dibutuhkan metode pendekatan baru dengan melibatkan berbagai disiplin ilmu yang memperhatikan interaksi semua komponen beserta lingkungannya terkait pengaruh terhadap kejadian dan cara penyebaran penyakit pada ayam broiler. Sehingga hal lain seperti manajemen kandang dan tak lupa biosekuriti bagi karyawan juga harus diperhatikan.

 

Sementara itu, Widagdo Sri Nugroho, Dosen Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta mengatakan bahwa penyakit colibacillosis menjadi faktor pehambat produk unggas yang aman, sehat, utuh dan halal. Eksistensi penyakit ini memperbesar risiko terjadinya residu antibiotik pada peternakan broiler komersil mandiri.

 

Saat ini sudah seharusnya menyelaraskan menajamen kesehatan ayam broiler di farm sesuai dengan lingkungan. Selain itu dibutuhkan analisis yang komprehensif agar dapat meningkatkan pengendalian penyakit colibacillosis. Harapannya akan ada inovasi terbaru pengembangan terhadap pengendalian penyakit yang lebih efekitif dan efisien. Mengingat kasus penyakit ini menduduki peringkat ke-4 terbanyak sejak pelarangan antibiotic growth promoters (AGP). ed/zul

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain