Rabu, 11 Nopember 2020

Teknologi Radiasi Hasilkan Rumput Unggul Gama Umami

Teknologi Radiasi Hasilkan Rumput Unggul Gama Umami

Foto: ist/dok.FapetUGM


Yogyakarta (TROBOSLIVESTOCK.COM). Fakultas Peternakan (Fapet) Uiversitas Gadjah Mada mengapplikasikan teknologi radiasi pada riset pengembangan rumput gajah, sehingga menghasilkan rumput Gama Umami.

 

Gama Umami merupakan rumut unggul hasil mutasi genetik rumput gajah yang telah diradiasi sinar gamma, yang lebih unggul dibandingkan dengan tetuanya. Rumput gajah dipilih karena disukai oleh ternak, dan sangat cocok dikembangkan di Indonesia yang beriklim tropis.  

 

Ir Nafiatul Umami, IPM Asean. Eng, dosen Fapet UGM sekaligus ketua tim peneliti rumput Gama Umami ketika dihubungi pada Selasa (27/10) mengatakan, mutasi dengan radiasi sinar gamma dapat mempengaruhi morfologi, anatomi, dan fisiologi tanaman sehingga menghasilkan tanaman yang lebih unggul dibandingkan dengan tetuanya.

 

Aplikasi radiasi sinar gamma digunakan pada organ vegetatif, bunga, dan biji tanaman rumput gajah. Rumput gajah yang mengalami penyinaran radiasi Gamma selanjutnya diseleksi dan didapatkan rumput Gama Umami dari penyinaran 100 Gray. Radiasi sinar gamma tidak meninggalkan residu radioaktif dalam meterial yang diradiasi.

 

Proses radiasi pada rumput gajah menghasilkan keragaman jenis tanaman serta menghasilkan tanaman yang lebih produktif, terlihat dari morfologi, anatomi, biokimia, produksi dan fisiologi tanaman. Rumput Gama Umami lebih tinggi produksinya dibandingkan rumput gajah lokal sebagai tetua dan dalam setahun dapat dipanen hingga 6 kali.

 

Dalam penelitian yang dilakukan antara Fapet UGM bekerja sama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melalui Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) menyebabkan bulu pada tanaman rumput gajah Gama Umami lebih sedikit. Berkurangnya bulu pada rumput Gama Umami ini meningkatkan palatabilitas rumput.

 

Pada proses pengujian dari hasil pemuliaan radasi sinar gama tanaman rumput gajah Gama Umami dilaporkan memiliki hasil  pertumbuhan vegetatif sebagai berikut: tinggi tanaman yaitu antara 3,4-3,7 m, panjang tanaman 3,7-3,8 m, panjang daun 1,1-1,3 m, panjang ruas 12-15,3 cm, diameter batang 2,2 cm dan jumah tunas sebanyak 41-50.

 

Pengujian juga dilakukan dengan melihat produksi biomassa dan komposisi kimia dari rumput Gama Umami. Berdasarkan hasil pengujian, dilaporkan bahwa produksi biomassa yang dihasilkan memiliki produksi segar mencapai 50 kg/meter persegi ubinan  dibandingkan dengan rumput gajah lokal yang hanya mencapai 30 kg/meter persegi.

 

Hasil komposisi kimia menunjukkan rerata  protein kasar 11,21% - 14,7%, lemak kasar 3,40%, serat kasar 34,26%, ADF 45,84% dan NDF 66,00%. Terlihat rumput Gama Umami memiliki kandungan nutrisi yang baik.

 

Rumput Gama Umami telah dikenalkan dan dikembangkan oleh peternak terutama di daerah Yogyakarta dan sekitarnya. Satria Aji, peternak dari Bumi Kayangan Farm Gunung Kidul yang telah menanam Gama Umami di lahannya, mengatakan bahwa rumput tersebut mempunyai daya tumbuh luar biasa. Persentase tumbuh dari stek batang tinggi, tunas besar, dan dapat mencapai 10 tunas pada penanaman awal di musim kemarau.

 

Cahyo Kurmai, peternak dari Banyumas, mengatakan bahwa dirinya puas dengan pengembangan rumput Gama Umami di lahannya. Dari 1 stek yang awalnya hanya dua tunas, dalam waktu penanaman awal bertambah setiap minggunya hingga terdapat sekitar 20 batang tunas pada 2 bulan penanaman pertama, jumlah tunas mencapai 5 kali lipat pada pemotongan selanjutnya.

 

Menurutnya, Gama Umami memiliki daun lebih hijau dibandingkan dengan rumput lainnya. Selain itu, tidak ada bulu halus bahkan jika tidur di atas daun tersebut tidak akan merasa gatal dibandingkan jika tidur di atas daun rumput gajah.

 

Cahyo mengatakan, Gama Umami juga memiliki batang yang empuk. Dia pernah mencoba memotong rumput tersebut pada umur 6 minggu dan mencoba mengunyah batangnya. Cahyo merasakan batang rumput masih bisa dapat dikunyah dengan mudah dengan rasa agak manis. Hal ini sangat menguntungkan karena batang yang lunak tentu akan membuat ternak dapat memakan semuanya tanpa perlu dicacah apalagi jika peternak tidak memiliki mesin cacah.

 

Dekan Fapet UGM, Prof Ir Ali Agus IPU, ASEAN. Eng yang juga turut meneliti rumput Gama Umami mengatakan, selain digunakan sebagai pakan ternak, dilakukan juga pengujian dan pemprosesan menjadi biofuel terhadap rumput Gama Umami. Batang rumput Gama Umami diolah dengan melakukan serangkaian proses teknologi bioethanol.

 

Kandungan serat pada batang rumput Gama Umami merupakan salah satu bahan penghasil etanol yang dapat digunakan sebagai sumber energi alternatif dan berpotensi dalam memasok bahan bakar cair, padat, dan gas untuk penggantian bahan bakar fosil. Namun, masih dibutuhkan pengujian lebih lanjut sehingga nantinya dapat dikembangkan di Indonesia.

 

Riset lanjutan penggunaan rumput gajah unggul Gama Umami menjadi bahan pembuatan etanol masih terus dilakukan oleh tim peneliti yang terdiri dari Ir. Bambang Suhartanto, IPU ASEAN. Eng, Prof Ir Zaenal Bachruddin, ASEAN. Eng, dan Teguh Wahyono dari PAIR BATAN. ist/ntr

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain