Senin, 14 Desember 2020

Ekspos Data pada Rembug Nasional Perunggasan

Ekspos Data pada Rembug Nasional Perunggasan

Foto: ist/dok.TROBOSLivestock


Malang (TROBOSLIVESTOCK.COM). Pemerintah mengekspos data perunggasan pada acara Rembug Nasional Perunggasan yang digelar oleh Pinsar Indonesia dan Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN) di Malang, 10 Desember lalu.

 

Pada acara itu Direktur Perbibitan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Sugiono menyampaikan sejak 26 Agustus 2020 - 28 November 2020 telah menerbitkan 5 surat edaran sebagai upaya stabilisasi perunggasan melalui pengendalian produksi DOC FS dengan cutting HE fertil dan afkir dini PS.

 

Realisasi cutting HE fertil kumulatif dan langgal 26 Agustus - 5 Desember 2020 sebanyak 139.694.956 butir atau sebesar 99,5% dan target secara agregat sebanyak 140.395.465 butir Dampak cutting HE tersebut mengurangi supply setara DOC FS sebanyak 130.056.004 ekor.

 

Realisasi afkir dini PS dan tanggal 26 Agustus.5 Desember 2020 total nasional sebanyak 4.740.564 alau 95,67% dan target 4.955.200 ekor. Dampak afkir dini PS umur lebih dari 50 minggu berpotensi mengurangi supply DOC FS sebanyak 63.250.568 ekor. Mengacu dampak cutting HE fertil dan alkir dini PS, produksi DOC FS bulan November 2020 diperhitungkan sebanyak 184.006.796 ekor, menghasilkan livebird pada bulan Desernber sebanyak 172.966.388 ekor.

 

Produksi setara daging ayam bulan Desember 2020 sebanyak 202.890 ton, kebutuhannya sebanyak 162.881 ton dan potensi surplus sebanyak 40.009 ton atau sebesar 24,56%.

 

Upaya stabilisasi perunggasan terus berlaniut dari Desember 2020 melalui pengendalian produksi untuk menyesuaikan penurunan konsumsi terdampak pandemi Covid-19 tahun 2020 sebesar 43.2%.

 

Pada Januari 2021 pandemi Covid-19 diperkirakan masih berdampak pada penurunan konsumsi. namun industri tetap optrmis konsumsi akan segera recovery.

 

Berdasarkan data populasi GPS dan PS, potensi produksi DOC FS bulan Desember 2020 dikalkulasikan setelah dikurangi dampak afkir dini PS adalah sebanyak 304.828.267 ekor. Kebutuhannya sebanyak 209.781.31 7 ekor maka terdapat potensi surplus DOC FS bulan Desember 2020 sebanyak 95.046.950 ekor.

 

Adapun basis kalkulasi kebutuhan DOC FS bulan Desember 2020 adalah berdasarkan proyeksi konsums daging ayam pada bulan Januari 2021 sebanyak 233.030 ton.

 

Sehingga pada Desember 2020 diperhitungkan cutting HE fertil sebanyak 61.254.748 butir atau setara pengurangan DOC FS sebanyak 57.028.170 ekor. Akibat cutting HE tersebut ditargetkan dapat mengurangi kelebihan LB di bulan Januari 2021 dan 89.344.133 ekor menjadi 35.737.653 ekor atau potensi surplus menjadi sebesar 18,71%.

 

Kemudian untuk mitigasi resiko penyesuaian produksi dengan konsumsi pada Maret-April 2021. diperhitungkan afkir dini PS umur lebih dari 50 minggu sebanyak 4.000.000 ekor berlaku untuk nasional.

 

Ditjen PKH sangat rnengapresiasi kepada seluruh perusahaan pembibtan yang telah tertib dan mematuhi kewajibannya untuk melakukan cutting HE fertil dan afkir dini PS sesuai Surat Edaran Dirjen PKH.

 

Terdapat korelasi positil upaya pengendalian produksi DOC FS (akhir Agustus - November 2020) dengan perkembangan harga livebird (LB). Pengendalian produksi melalui cutting HE FS dan afkir dini PS sebagai upaya menjaga keseimbangan supply dan demand, telah berdampak terhadap perbaikan harga LB di tingkat peternak.

 

Perkembangan harga LB September - November 2020 yang dihimpun oleh Petugas Informasi Pasar (PIP) rata-rata nasional tercatat mengalami trend kenaikan sebesar 9.45%. Rata-rata harga LB bulanan tingkat peternak bulan September adalah Rp 17.1241kg, Oktober Rp 17.984 kg dan November 2020 sebesar Rp. 20.479/kg.

 

Mernasuki awal Desember 2020 harga LB di wslayah pulau Jawa berulang mengalami kontraksi. Dan Rp 19.500 kg berangsur turun sampai level harga Rp 16.500/kg dan kembali bergerak naik menjadi Rp 17.500 Rp 19.000 dalam 3 han terakhir.

 

Kenaikan harga LB mencapai harga acuan Permendag No. 7/2020, berpengaruh terhadap kenaikan perrnintaan DOC FS dan hal itu diikuti dengan kenaikan harga DOC FS dari Rp 5.000 menjadi Rp 7.000 perekor.

 

Untuk melindungi kepentingan stakeholder perunggasan terutama peternak UMKM (rakyat), setiap perusahaan pembibitan harus memprioritaskan distribusi DOC FS untuk eksternal farm 50% dari produksinya dengan harga terjangkau sesuai harga acuan Permendag yaitu Rp 5.500 – Rp 6.000 perekor. ist/ed/zul

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain