Jumat, 1 Januari 2021

PPSKI Menyongsong Era Digitalisasi

PPSKI Menyongsong Era Digitalisasi

Foto: istimewa
Pembukaan Munas PPSKI

Nanang Purus Subendro menjadi nakhoda baru. PPSKI akan merumuskan langkah ke depan agar perannya semakin signifikan, baik untuk kepentingan peternak sapi dan kerbau serta sebagai mitra pemerintah.  Disamping itu, melatih peternak untuk menghadapi revolusi industri 4.0
 
 
Pertemuan tatap muka atau pun kontak fisik secara langsung dan berkerumun tanpa alat pelindung diri seperti masker, kini dibatasi ruangnya. Alih-alih kasus Covid-19 (Corona Virus Disease 2019) di Indonesia semakin berkurang, ternyata terus menambah korban jiwa. Ini yang menjadi pertimbangan PPSKI (Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia) dalam menggelar Musyawarah Nasional (Munas) IX, sehingga tahun ini acara tersebut digelar secara daring melalui aplikasi Zoom pada Sabtu (12/12/20).
 
 
Bertema ‘Reposisi dan Reaktualisasi PPSKI dalam Meningkatkan Daya Saing Peternak Rakyat di Era Digital’, Munas PPSKI ke-9 ini diikuti oleh sebanyak 128 partisipan. Dalam sambutannya, Ketua Umum PPSKI periode 2015 – 2020, Teguh Boediyana menyampaikan bahwa melalui forum Munas, akan diambil berbagai keputusan penting sebagai arah organisasi dalam menapakkan kakinya serta mengemban visi dan misi ke depan.
 
 
“Usia PPSKI saat ini sudah menginjak 45 tahun dengan melalui perjalanan yang penuh dinamika serta romantikanya, mewujudkan apa yang menjadi visi dan misinya. Telah banyak yang dilakukan oleh PPSKI, tetapi harus disadari bahwa masih jauh dari apa yang dicita-citakan. Sampai hari ini peternakan sapi, baik potong, perah maupun kerbau, masih jauh dari harapan,” sesal Teguh.
 
 
Kondisi Peternak Termarjinalisasi
Terkait dengan pernyataan Teguh di atas, ia menilik dari beberapa indikator impor daging yang masih sangat tinggi, yaitu lebih dari 50 % kebutuhan daging nasional dipenuhi dari impor. Menurutnya, dalam rentang waktu 2 dekade terakhir, terdapat hal-hal yang mengabaikan rasa keadilan serta aspek pemerataan dalam membangun peternakan sapi, baik sapi potong, perah maupun kerbau. “Atas nama efisiensi, pertumbuhan dan liberalisasi, kita merasakan adanya kondisi yang tidak selaras dengan perjuangan PPSKI. Dominasi pemodal besar telah meraup peluang-peluang yang seharusnya juga dinikmati oleh peternak rakyat, sehingga peternak merasa ada kondisi yang memarjinalisasi keberadaan mereka,” singgung Teguh.
 
 
Marjinalisasi peternak rakyat terbukti pada era yang mana peternak sapi perah terengah-engah untuk bertahan hidup, dengan kebijakan pemerintah berupa kemudahan bea masuk yang ditangguhkan pemerintah kepada industri pengolahan susu (IPS). Sedangkan peternak sapi perah tidak menerima subsidi apa pun. Pada kasus lain yaitu impor daging kerbau yang murah, yang jelas-jelas berisiko kebobolan penyakit PMK, serta distorsi pada harga sapi lokal pun telah diimplementasikan.“Sebagai mitra kredit pemerintah, PPSKI berkewajiban untuk melakukan pembelaan kepada peternak rakyat,” cetusnya.
 
 
Adapun usulan lain yang diungkapkan Teguh, yaitu kewajiban bagi importir daging supaya dalam setiap volume tertentu daging yang diimpor, wajib untuk menyelamatkan sapi betina yang kemudian dikerja samakan dengan peternak. Kondisi ini serta dampak Covid-19 telah menggugah PPSKI untuk mereposisi dan reaktualisasi organisasi PPSKI.
 
 
Nakhoda Baru
Melalui Munas ini, Teguh melanjutkan, PPSKI akan merumuskan langkah ke depan agar perannya semakin signifikan, baik untuk kepentingan peternak sapi dan kerbau, maupun sebagai mitra pemerintah, serta mengimbangi perkembangan zaman yang sesuai dengan revolusi industri 4.0. “Melalui Munas IX ini, dipilih Ketua dan pengurus PPSKI baru. Diyakini, dengan nakhoda dan kru yang masih segar, PPSKI ke depan akan memberi kontribusi yang lebih besar dan konkret pada kemajuan sapi serta kerbau khususnya, dan kesejahteraan peternak pada umumnya,” tandas Teguh.
 
 
Hasil yang diputuskan dalam Munas IX tersebut salah satunya yaitu penetapan Ketua Umum PPSKI periode 2020 – 2025. Telah dipilih secara Aklamasi Ketua Umum DPP PPSKI adalah Nanang Purus Subendro, yaitu seorang peternak sekaligus Pengurus DPD PPSKI Provinsi Lampung.
 
 
 
Selengkapnya baca di majalah TROBOS Livestock Edisi 256/Januari 2021

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain