Kamis, 21 Januari 2021

Teliti Virus FPL pada Kucing, Muhammad Munawaroh Raih Gelar Doktor

Teliti Virus FPL pada Kucing, Muhammad Munawaroh Raih Gelar Doktor

Foto: istimewa


Surabaya (TROBOSLIVESTOCK.COM). Muhammad Munawaroh dinyatakan meraih gelar doktor pada ujian terbuka doktor sain veteriner Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga – Surabaya pada Kamis (21/3).

 

Munawaroh yang juga ketua umum Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PB PDHI) berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul Characterization Fragment of VP1Gene in Feline Panleukopenia Virus (FPV). Dijelaskannya, feline panleukopenia(FPL) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan olehfeline panleukopenia virus(FPV). FPVmerupakan virus golongan DNA yang terdiri dari non struktural protein dan struktural protein.

 

Infeksi FPVini, dikatakannya, lebih dominan menginfeksi kucing yang diketahui jumlah kasus di beberapa negara. Jumlah kasus di Mesir sebesar 66 kasus, di Jerman 90% kasus dari total 242 sampel. Di Indonesia jumlah kasus FPVdilaporkan pada wilayah Jakarta sebesar 236 kasus, namun untuk beberapa wilayah lain di Indonesia masih belum banyak dilaporkan. FPVsaat ini masih menjadi permasalahan serius terutama pada hewan kesayangan (pet animal) karena dapat menyebabkan kematian yang tinggi khususnya pada anak kucing >90%.

 

Munawaroh menyatakan upaya pencegahan dan penanganan sudah dilakukan, salah satunya dengan vaksinasi, namun kasus FPVmasih terjadi. Ketidaksesuaian strain vaksin dan virus yang yang menginfeksi diduga menjadi salah satu penyebab ketidakberhasilan penggunaan vaksin. Ketidaksesuaian ini disebabkan oleh perubahan sekuens pada region-regiongen yang mengkode protein pada FPV. Perubahan sekuens atau mutasi ini dapat menyebabkan perubahan pada asam amino dan peptida pada region-regionyang mengalami mutasi.

 

Dia memaparkan, mutasi yang sering terjadi yaitu pada regiongen VP1. Regionpada gen VP1ini adalah gen yang berperan penting dalam proses infeksi pada sel. VP1 mempunyai peranan penting sebagai determinan antigen yang berikatan dengan receptor untuk menginfeksi sel. Perlekatan yang terjadi dapat menyebabkan virion internalization predominantlymelalui endositosis clathrin-dependent. Regio gen VP1menjadi penting untuk diteliti karena peran dan fungsi yang sangat berpengaruh besar pada FPV.

 

Munawaroh menerangkan penelitiannya bertujuan untukkarakterisasi fragmen dari gen VP1,adanya mutasi atau adanya variasigenetik dan menganalisis phylogenetic treepada fragmen gen VP1 virus panleukopenia yang menginfeksi pada kucing di Rumah Sakit Hewan FKH Universitas Brawijaya - Malang. Penelitiannya itu menggunakan metode rapid test FPV untuk seleksi sampel yang positif terinfeksi terhadap FPV.

 

Sampel hasil swab rektal kemudian diekstraksi DNA-nya, dilanjutkan dngan amplifikasi menggunakanprimer spesifikpada lokasi gen VP1. Amplikon hasil amplifikasi kemudian dianalisis sekuensing DNA. Analisis sekuens nukleotidadilakukan di 1st base, Selangor, Malaysia.

 

Penelitian ini menghasilkan kesimpulan, distribusi frekuensi kasus FPVdi RSH-UB Malang,ditemukan pada jantan dengan persentase 14.3% dan betina sebesar 2.85%.Hasil analisis statistik menggunakan fisher exact testdiperoleh dengan nilai p>0.05%, sedangkan hubungan usia dengan infeksi FPVyaitu pada 0-12 bulan sebesar 11% sedangkan pada usia >1 tahun sebesar 6%. Hasil analisis fisher exact test sebesar p<0.05% yang diketahui terdapat pengaruh yang bermakna pada usia dengan kasus infeksi FPV.

 

Hasil analisis pada skuens gen VP1ditemukan adanya perubahan sekuens nukelotida pada sampel V3 – V8 pada lokasi C5T, A95G, dan A173G. Khusus pada sampel V8 terdapat perubahan pada lokasi G435T. Homologi sekuens nukleotida diperoleh skoring 0.0092 hingga 0.0018 yang menunjukkan adanya beberapa perubahan pada basa nukleotidanya. Perubahan ini juga diketahui merubah sekuens asam aminoA50T dan sampel V8 diperoleh pada lokasi asam amino yaitu G115V.ist/ed/ramdan, ntr

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain