Kamis, 21 Januari 2021

Ayam Gaok Terseleksi, Karkasnya Lebih Besar

Ayam Gaok Terseleksi, Karkasnya Lebih Besar

Foto: dok.ramdan


Bogor (TROBOSLIVESTOCK.COM). Gaosi-1 Agrinak, sebagai generasi ke-6 dari ayam gaok terseleksi, pada usia 10 minggu telah mencapai bobot panen sesuai preferensi pasar, yakni 800 gram (betina) dan 1.000 gram (jantan), dengan porsi karkas ayam jantan lebih besar dibandingkan rataan persentase karkas ayam sentul.

 

Dinyatakan oleh peneliti ayam Gaosi, Komarudin, ayam gaok merupakan salah satu rumpun ayam lokal yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Balai Penelitian Ternak (Balitnak) telah melakukan program seleksi pada ayam Gaok untuk menghasilkan bibit ayam lokal pedaging yang dipanen umur 10 minggu dan dapat dijadikan galur jantan (male line) yang akan disilangkan dengan ayam KUB yang merupakan galur betina (female line).

 

“Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pertumbuhan bobot badan dan karakteristik semen ayam Gaok generasi ke-6 yang dipelihara di Balitnak, ” cetusnya. 

 

Soni Sopiyana - kawan penelitian Komaruddin menambahkan, koefisien keragaman (KK) bobot badan umur 10 minggu yang kecil, yang artinya relatif seragam, baik pada ayam jantan maupun pada ayam betina. Koefisien variasi bobot badan umur 10 minggu ayam jantan dan betina masing-masing sebesar 13,81 % dan 13,05 %.  

 

“Untuk konversi pakan juga menunjukkan hasil yang baik. Kuantitas dan kualitas semen segar ayam Gaok jantan pada umur 8 bulan masih tergolong normal dan memberikan indikasi bahwa ayam Gaok dapat direkomendasikan sebagai galur jantan (male line),” jelasnya.

 

Andi Baso Lompengeng Ishak Kepala Balai Penelitian Ternak (Balitnak), Ciawi, Bogor Jawa Barat saat dikunjungi TROBOS Livestock (21/01) menjelaskan ayam gaok yang merupakan salah satu plasma nutfah asli pulau Madura, Jawa Timur. “Kita sudah melakukan risetnya untuk diusulkan dengan nama ayam Gaosi (Gaok Terseleksi) yang mirip dengan ayam Sensi (Sentul Terseleksi). Saat ini sedang menunggu surat keputusan menteri pertanian,” papar Andi Baso. 

 

Menurut dia, ayam Gaosi berpeluang untuk membantu meningkatkan produksi daging ayam lokal nasional. Pada 2016, produksi nasional daging ayam lokal tercatat sebesar 284.987,77 ton dan meningkat menjadi 298.682,45 ton pada 2020. “Peningkatan produksi ini selaras dengan permintaan nasional pada daging ayam lokal yang menunjukkan trend yang terus meningkat,” ungkap . 

 

Ia mengatakan ketersediaan bibit ayam lokal dengan kualitas unggul sangat dibutuhkan oleh peternak khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Di sisi lain, Indonesia merupakan negara yang kaya akan berbagai sumberdaya genetik termasuk berbagai rumpun ayam lokal. Saat ini, Balitnak sedang melakukan riset berdasarkan preferensi konsumen untuk ayam lokal yang berkaki kuning. Permintaan tersebut mungkin terkait budaya ataupun kebiasaan masyarakat. rw/ramdan

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain