Senin, 25 Januari 2021

Tantangan Pengembangan Kawasan Bibit Unggul Ternak

Tantangan Pengembangan Kawasan Bibit Unggul Ternak

Foto: dok.TROBOSLivestock
Seorang peternak sedang memberi pakan cempe (anak domba) di sebuah kandang pembibitan (ilustrasi).

Bogor (TROBOSLIVESTOCK.COM). Kontinuitas material genetik, pengelolaan kelembagaan dan kontinuitas pembinaan merupakan kendala umum pada pengembangan kawasan bibit unggul peternakan.

 

Pernyataan itu diungkapkan oleh Andi Baso Lompengeng Ishak, Kepala Balai Penelitian Ternak (Balitnak), Bogor, Balitbangtan Kementan beberapa waktu lalu. Dikatakannya, setiap kegiatan program diseminasi bibit unggul peternakan, penerima fasilitasi tidak mungkin hanya diberi lalu ditinggalkan.

 

Menurut Andi Baso, kawasan bibit unggul ternak merupakan salah satu upaya dalam menjaga ternak asli lokal Indonesia dapat lestari, mewujudkan dan menjamin ketersediaan bibit ternak baik secara jumlah maupun mutu. Bibit ternak unggul merupakan salah satu sarana produksi strategis untuk meningkatkan produktivitas ternak.

 

“Di Balitbang sekarang ini, kita memberi ternak dan kelengkapannya, peneliti untuk pembinaan, serta bekerjasama dengan stakeholder sekitarnya. Misalnya BPTP (Balai Pengkajian Teknologi Pertanian) ataupun pemerintah daerah (dinas setempat). Walaupun gaungnya tidak besar seperti terdahulu, tetapi kita pastikan bahwa dengan membina teknis dan kelembagaannya atau mendidik masyarakat bagaimana me-recycling material genetikanya baru bisa jalan,” ungkapnya.

 

Andi menegaskan Balitnak membuat beberapa titik tumbuh dalam mendiseminasikan ternak unggulnya. Tidak usah terlalu banyak, sedikit tetapi titik – titik itu dapat berkembang. “Seperti melalui basis pesantren, merupakan salah satu prospeknya cukup besar,” cetusnya. ed/ramdan

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain