Senin, 1 Pebruari 2021

Optimal Mengatasi AI dengan Vaksinasi Tepat

Optimal Mengatasi AI dengan Vaksinasi Tepat

Foto: 
H. Ahmad pemilik PT Cahaya Al Fauzan Poka

Pengendalian kasus AI harus didukung dengan menerapkan manajemen kandang yang baik serta biosekuriti yang ketat agar hasil vaksinasinya optimal
 
 
Kabupaten Sidrap di Sulawesi Selatan menjadi salah satu sentra peternakan layer (ayam petelur). Usaha peternakan layer baik skala kecil maupun besar ada di daerah tersebut. Seperti H. Ahmad yang memiliki peternakan dengan populasi ratusan ribu ekor layer. Peternakan itu diberi nama PT Cahaya Al Fauzan Poka, sudah berdiri cukup lama dan terus berkembang. 
 
 
H. Ahmad sedikit bercerita pengalaman usahanya di peternakan layer. Menurutnya, pasang surut usaha peternakan pasti terjadi, terlebih karena adanya serangan penyakit yang terjadi di peternakannya. Salah satunya Avian Influenza (AI), penyakit yang disebabkan oleh virus dan mengakibatkan penurunan produksi yang cukup drastis hingga 50%. 
 
 
Tidak hanya peternakannya saja, penyakit AI bahkan menyerang hingga wilayah Kabupaten Sidrap dengan gejala klinis yang serupa. Setelah menguji dari sampel darah, H. Ahmad mengetahui bahwa peternakan yang dimilikinya diserang oleh virus AI H9N2. 
 
 
Mengatasi AI dengan Tepat 
H. Ahmad mengungkapkan kebingungannya saat pertama kali mengatasi outbreak di peternakannya. Ia pun mengalami kerugian hingga milyaran rupiah. Menurutnya, gejala klinis yang terlihat adalah tidak nafsu makan, rontok bulu, dan lemas. Awalnya H. Ahmad menanganinya dengan memberikan obat dan menggunakan vaksin yang tidak homolog dengan virus lapang. “Mungkin karena vaksinnya tidak homolog dengan virus di lapangan sehingga peternakan saya tetap terkena penyakit AI tersebut,” ujarnya. 
 
 
Namun disaat yang bersamaan, tim lapangan Medion membantu penanganan kasus tersebut. H. Ahmad disarankan oleh tim Medion untuk melakukan vaksinasi AI dengan Medivac AI H5N1 & H9N2 dan ternyata hasilnya cukup efektif di peternakannya. 
 
 
Akhirnya, dia pun melakukan pengendalian kasus AI melalui program pencegahan dengan vaksinasi Medivac AI H5N1 & H9N2 secara rutin. “Di farm saya, vaksinasi dilakukan mulai fase starter, grower hingga menjelang fase produksi secara rutin selama 3 – 4 bulan,” terangnya. 
 
 
“Alhamdulillah sejak menggunakan Medivac AI H5N1 & H9N2 peternakan saya aman tidak lagi terlihat gejala AI. Vaksin ini mengandung AI H5N1 & H9N2 yang homolog dengan virus di lapangan sehingga hasil vaksinasinya optimal,” jelasnya. 
 
 
Selain efektif melindungi, Medivac AI H5N1 & H9N2 juga praktis dalam penggunaannya . Ia pun me¬nuturkan bahwa setelah peternakannya aman dari kasus AI, produksinya naik sehingga bisnis berjalan dengan lancar . 
 
 
Tidak hanya pemilihan vaksinasi yang tepat, H. Ahmad juga menjelaskan bahwa pengendalian kasus AI perlu didukung dengan menerapkan manajemen kandang yang baik serta biosekuriti ketat. “Penyemprotan kandang rutin saya lakukan tiap hari agar kesehatan hewan tetap terjaga. Kemudian setiap bulan rutin membawa sampel darah untuk uji di laboratorium dibantu dengan tim Medion,” sebut H. Ahmad.
 
 
Ia pun puas dengan hasil vaksinasi menggunakan Medivac AI H5N1 & H9N2 yang sudah terbukti di peternakannya. H. Ahmad berharap Medion selalu sukses, dengan terus mempertahankan kualitas produknya. Ia pun mendoakan agar Medion terus berkembang sehingga peternak kedepannya selalu mudah dalam mencari produk – produk Medion yang berkualitas. TROBOS/Adv
 

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain