Senin, 1 Pebruari 2021

Strategi Pengembangan Riset Peternakan di Masa Pandemi

Strategi Pengembangan Riset Peternakan di Masa Pandemi

Foto: 
Dari kiri-kanan, Dicky M Dikman, Agus Susanto, dan Antonius

Puslitbangnak melalui Unit Kerja/Unit Pelaksana Teknis-nya akan berkolaborasi dengan berbagai pihak, agar efektif dan efisien dalam menggunakan anggaran, memperkuat kelembagaan peternak, menghasilkan riset yang aplikatif serta membentuk bibit ternak unggul dalam mendukung pengembangan program Kementerian Pertanian
 
 
Menindaklanjuti arahan Presiden Jokowi, pada acara Rakernas Pembangunan Pertanian Tahun 2021 yang diselenggarakan di Auditorium Kementerian Pertanian dan disiarkan langsung dari Istana Negara, Jakarta, Senin (11/1). Semua Direktorat Jenderal dan Badan di Lingkup Kementerian Pertanian dengan cepat melakukan strategi dengan program – program unggulannya untuk pengembangan perta¬nian dalam menghadapi masa pandemi ini. Tidak terkecuali, Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak), Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian. 
 
 
Kepala Puslitbangnak, Agus Susanto menyampaikan bahwa Menteri pertanian menyatakan bahwa sektor pertanian menempati posisi yang semakin sentral dalam kondisi pandemi Covid-19. Balitbangtan dalam hal ini, memiliki peranan menyiapkan benih/bibit unggul, mulai dari tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan. “Prinsipnya Puslitbangnak dengan UK/UPT akan melakukan strategi – strategi dalam pengembangan riset peternakan di masa pandemi ini. Diantaranya, kolaborasi dengan berbagai pihak baik di dalam lingkup kementan, kementerian/lembaga di luar kementan maupun dengan swasta, pelaksanaan kegiatan secara efisien dan efektif memperkuat kelembagaan peternak, hasil riset dalam skala bisnis dan aplikatif serta pembentukan bibit ternak unggul,” paparnya. 
 
 
Agus coba memaparkan strategi – strategi tersebut, misalnya untuk kolaborasi dengan direktorat teknis terkait diseminasi hasil riset kepada stakeholder peternakan, terutama peternak. ”Apalagi prinsipnya, kita mempunyai potensi ternak – ternak unggul dan teknologi inovasi modern,” jelasnya. Misi kita yaitu Maju, Mandiri dan Modern. 
 
 
Untuk penyediaan bibit ternak unggul, dituturkan Agus, sudah ada yang model 3 strata seperti dalam pengembangan bibit ayam KUB, pengembangan penyediaan bibit unggul bekerjasama dengan BPTP, kelompok ternak dan swasta sebagai lisensor. Sedangkan kambing potong dan sapi potong unggul hasil Puslitbangnak sudah didiseminasi di beberapa daerah di Indonesia. “Balitbangtan, dalam hal ini Puslitbangnak tentu perlu berkolaborasi dengan semua pihak dalam penyediaan bibit unggul ternak ini,” ungkapnya. 
 
 
Lalu di program 2021 terkena dampak dari pandemi Covid-19, yang memberikan dampak yang sistemik, sehingga anggaran untuk pembangunan pertanian harus direfocusing. Secara umum strateginya adalah penggunaan anggaran secara efisien dan efektif. “Kemudian menggunakan peran serta dari masyarakat, peternak, organisasi kemasyarakatan dan perusahaan untuk ikut serta dalam meningkatkan perbenihan bibit ternak unggul. Selain itu, dalam meningkatkan kinerja kita tetap dengan protokoler kesehatan yang ketat,” urai Agus. 
 
 
Untuk komoditas ternak unggulan, Agus menuturkan diantaranya, Ayam KUB, Ayam Sensi, itik Master, Kambing Boerka, sapi Pogasi, kelinci dan kerbau. “Tugas utama tidak hanya mendiseminasikan bibit unggul, tetapi melakukan riset yang menghasilkan bibit ternak unggul,” cetusnya. Khusus dalam pengembangan sapi lokal yang merupakan pekerjaan rumah, karena impornya masih tinggi . Namun, saat ini sudah ada inovasi teknologi Balitbangtan yaitu test kit yang merupakan alat untuk mendeteksi kebuntingan sapi sejak dini sebagai salah satu riset unggulan. “Peternak dapat lebih efisien dan efektif dalam memelihara sapi, karena sudah mengetahui bunting atau belum sejak awal kebuntingan yakni kurang lebih 15 hari sejak dari perkawinan,” imbuhnya. Serta ada beberapa pakan feed suplemen/feed aditif seperti Bioplus, Minoxvit, mineral zink, kalsium lemak, nano hor¬mone, dan ekstrunak yang dapat meningkatkan produktivitas dan kesuburan sapi potong. 
 
 
Sebagai Lembaga penelitian nasional, Puslitbangnak mempunyai peran strategi dalam mendukung program Kementan, terutama pengembangan bibit ternak unggul. Oleh karena itu, Agus utarakan riset Puslitbangnak berbasis kolaboratif dengan Prioritas Riset Nasional (PRN). Riset tidak semata – mata di lingkup Puslitbangnak tetapi bekerjasama dengan lembaga penelitian lainnya dan perguruan tinggi yang telah membidik produk – produk inovasi unggulannya. Misalnya, Ayam Bulak Sumur dengan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. “Riset Puslitbangnak tidak hanya dilakukan sendiri, tetapi bekerjasama dengan pihak lain agar hasilnya semakin berkualitas,” cetusnya. Bahkan, Puslitbangnak telah melakukan kerjasama dengan beberapa negara seperti Australia dan New Zealand. 
 
 
Agus menyebutkan tantangan Puslitbangnak di masa pandemi ini cukup berat, dengan anggaran di-refocusing, pandemi Covid-19 masih banyak di berbagai daerah sehingga geraknya tidak selincah seperti sebelumnya. “Saya yakin dengan kebersamaan bisa berkolaborasi, jujur dan tidak korupsi, efisien dan efektif. Puslitbang¬nak akan memberikan andil yang cukup besar untuk pembangunan peternakan, terutama pada penyediaan bibit ternak unggul, formula pakan dan produk teknologi inovasi lainnya,”paparnya. 
 
 
Berbagai Program UPT Puslitbangnak 
Andi Baso Lompengeng Ishak, Kepala Balai Penelitian Ternak (Balitnak), Balitbangtan menyebutkan salah satu tindak lanjut untuk arahan Presiden dalam rakornas yang berjenjang ke bawah yaitu produksi bibit unggul. Hanya saja di lapangan dengan permintaan dari masyarakat untuk bibit ternak unggul cukup tinggi, bahkan sudah banyak yang mau membeli tidak mau gratis, kondisi logistik atau ketersediaannya tidak mampu dipenuhi. “Tupoksi kita adalah penelitian bukan penyedia bibit dan kita berharap untuk perbanyakan secara masif oleh pihak swasta melalui lisensi,” ujarnya. 
 
 
Lanjutnya, Balitnak tupoksi utamanya adalah riset – riset yang output-nya menghasilkan bibit ternak unggul dan formula ransum pakan. Misalnya seperti di unggas yaitu ayam lokal dan itik yang sudah melepas rumpun atau galur. Ayam lokal saat ini, sedang mempersiapkan pelepasan rumpun ayam KUB (Kampung Unggul Balitbangtan) 2. “Ayam KUB-2 memiliki sifat – sifat yang kurang pada ayam KUB-1. Kita sudah mempersiapkan naskah akademiknya dan sekarang persiapan untuk SK Menteri Pertanian, ” cetusnya.
 
 
Dicky M Dikman, Kepala Loka Penelitian Sapi Potong (Lolit Sapi), Balitbangtan Kementan menyampaikan pihaknya akan selalu mendukung program peternakan, terutama di sapi potong lokal. Lolit Sapi mempunyai 3 bangsa sapi potong lokal yaitu, sapi POGASI (PO Grati Hasil Terseleksi), sapi Madura dan sapi Bali. “Dari ketiga bangsa sapi ini, harapannya sapi potong lokal yang merupakan plasma nutfah dapat bertahan. Seperti diketahui sapi potong lokal kita mengalami decreasing dari sapi persilangan. kalau dari segi fisik sekilas memang terlihat lebih besar, tetapi sapi potong lokal mempunyai kele¬bihan yang tidak dimiliki sapi hasil persilangan. Contohnya mempunyai kemampuan bertahan dengan kondisi pakan yang terbatas,” paparnya. 
 
 
Program – program penelitian di Lolit Sapi Potong, ditambahkan Dicky akan lebih fokus pada produksi dan penyebaran bibit serta evaluasi bibit yang sudah tersebar. Namun, harus dipahami bahwa sapi potong tidak bisa disamakan dengan komoditas ternak lainnya. “Untuk menghasilkan bibit sapi potong, satu siklusnya selama 9 bulan. Untuk di 2021 akan disebar sebanyak 70 ekor yang utamanya di BPTP dalam mendukung program di setiap provinsi yang menjadi acuan untuk  perbanyakan populasi sapi potong,” jelasnya. 
 
 
Sedangkan Antonius, Koordinator Program dari Loka Penelitian Kambing Potong, Balitbangtan menjelaskan bahwa tugas riset sekarang ini lebih diarahkan kepada menghasilkan bibit unggul. Lolit Kambing sendiri fokus menghasilkan bibit kambing Boerka Galaksi Agrinak sesuai SK Mentan Nomor 08/KPTS/PK.040/M/1/2020. “Tugas di 2021 ini bagaimana kambing Boerka Galaksi Agrinak ini bisa tersedia dalam jumlah banyak dan tersebar di masyarakat. Strategi yang akan dilakukan adalah optimalisasi sumberdaya untuk meningkatkan populasi dan produktivitas kambing Boerka Galaksi Agrinak di Lolit Kambing, serta membangun pusat-pusat dan kawasan pembibitan dengan metode inti dan plasma di masyarakat” ucapnya. 
 
 
Sambungnya selain galur kambing unggul, Lolit Kambing Potong juga sudah menghasilkan varietas tanaman pakan unggul leguminosa pohon kaya protein yakni Indigofera gozoll agribun (SK Mentan Nomor 19/Kpts/KB.020/2/2019) dan rumput toleran naungan Stenotaphrum secundatum var. Steno agrinak (SK Mentan Nomor 1259/UK.160/F11/2020) yang sangat cocok sebagai covercrop kelapa sawit dan tanaman perkebunan lainnya. Pengembangan dari bibit-bibit unggul ini akan dimasifkan melalui kerjasama dengan berbagai pihak, baik dengan kelompok tani, pemerintah kabupaten/kota, maupun swasta.
 
 
Untuk mendukung dan menjaga kesehatan ternak unggulan, baik secara vaksin atau biosekuriti akan dilakukan Balai Besar Penelitian Veteriner (BBLitvet), Balitbangtan. Disampaikan Kepala BBLitvet, NLP Indi Dharmayanti, pihaknya di 2021 akan melakukan riset unggulan yang tidak jauh berbeda seperti di 2020. Dengan keterbatasan anggaran, sehingga bekerjasama dengan pihak luar negeri semakin banyak. BBLitvet merupakan laboratorium referensi semua penyakit hewan, terutama zoonosis dan berperan aktif dalam penanggulangan corona virus. “Covid-19 termasuk dalam corona virus itu, sehingga kita dapat menguji dan riset tentang Covid-19. Riset yang dihasilkan misalnya produk herbal eucalyptus untuk anti virus dan perangkat deteksi antigen SARS COV 2 ( Covid-19) dan antibody SARS COV 2 (Covid-19) berbasis elisa,” jelasnya, 
 
 
Prioritas unggulan pada 2021, diterangkan Indi, pihaknya akan mendiseminasikan Elisa untuk deteksi antibodi penyakit African Swine Fever (ASF), teknologi obat dan vaksin, informasi penyakit peternakan dan zoonosis, serta penyakit deteksi antibodi atau antigen Covid-19. TROBOS/Adv
 

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain