Selasa, 16 Maret 2021

Harga Singkong Fluktuatif, Petani Beralih Tanam Jagung

Harga Singkong Fluktuatif, Petani Beralih Tanam Jagung

Foto: dok.datuk/lampung


Lampung (TROBOSLIVESTOCK.COM). Fluktuasi harga jual singkong tak kunjung usai, petani Lampung Timur beralih menanam jagung yang diharapkan harganya lebih stabil.

 

 

Petani dari Desa Gedung Dalem, Kecamatan Batanghari Nuban, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung itu pun menghimpun diri dengan membentuk Koperasi Tani Agro Gelem Hijau.

 

Penanaman jagung dilakukan pada lahan seluas 128 ha yang melibatkan 130 petani. Rabu (10/3) siang, Gubernur Lampung Arinal Junaidi diwaliki Kadis Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung Kusnardi melakukan panen raya jagung yang menggunakan benih unggul.

 

Ketua Panitia Pelaksana Diah Indarti melaporkan, penanaman jagung melalui wadah koperasi sebagai bentuk tekad petani untuk berkembang secara ekonomi. “Kami juga ingin merasakan hasil pembangunan. Meski di tengah pandemi Covid-19, kami tetap bersemangat melakukan usaha tani,” lapornya.

 

Dijelaskannya, penanaman jagung pada lahan seluas 128 ha dilakukan secara korporasi petani melalui Koperasi Tani Gelem Hijau yang pada hari ini akan dilakukan panen raya. Pada lahan yang sudah panen sekitar 20 ha diperoleh hasil 8 ton/ha dengan kadar air 22 persen.

 

Asisten 2  Sekretaris Kabupaten Lampung Timur Muhammad Datang mendukung upaya yang dilakukan Koperasi Tani Gelem Hijau guna meningkatkan produksi pertanian. Disebutkannya, persaingan produk pertanian kian ketat. Untuk itu petani harus meningkatkan produksi dan mutu produk pertaniannya melalui kerja sama dengan berbagai pihak.

 

Minta Stop Impor

Gubernur Lampung yang dalam acara tersebut diwakili Kadis Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura  Provinsi Lampung Kusnardi menjelaskan untuk menekan impor jagung tidak saja dengan memacu produksi tetapi juga dengan meningkatkan kualitas produksi jagung. Selama ini, terutama pada saat panen dari musim tanam (MT) pertama kandungan air jagung yang dihasilkan petani masih tinggi sehingga sering mengandung jamur aflatoksin yang membahayakan manusia.   

 

Gubernur berharap kemitraan Koperasi Tani Gelem Hijau dengan Pupuk Kujang dalam program agrosolution bisa berjalan baik. “Agro Solution adalah program pendampingan intensif kepada petani dan budidaya pertanian berkelanjutan, serta melibatkan rantai pasok dan didukung teknologi, dengan berbasis pada triple bottom line 3P (people, planet dan profit),” sebut Gubernur.

 

Sementara Ketua Koperasi Tani Gelem Hijau Nasrudin, anggotanya baru pertama kali menanam jagung. “Sebelumnya kami menanam singkong. Namun karena harga jual singkong sering jatuh saat panen raya kami sepakat membentuk koperasi dan beralih menanam jagung,” tutur Ketua. Saat ini harga jual singkong tidak sampai Rp1.000/kg, sementara jagung mencapai Rp2.700/kg.

 

Untuk bibit, Koperasi menjalin kerja sama dengan PT Advanta Sheed dan pupuk dengan PT Pupuk Kujang serta penampungan jagung dengan PT Japfa Comfeed. Setiap anggota mendapat bibit dan pupuk seluas luas lahan yang ditanami dan kemudian dibayar dari hasil panen yang ditampung koperasi. Selanjutnya jagung dikirim ke pabrik pengolahan jagung PT Japha Comfeed. Pada awal musim panen MT-1 ini, jagung anggota diterima koperasi dengan harga Rp2.700/kg. ed/datuk

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain