Senin, 29 Maret 2021

Kompartementalisasi Jamin Keamanan Produk Ternak

Kompartementalisasi Jamin Keamanan Produk Ternak

Foto: dok.TROBOSLivestock


Jakarta (TROBOSLIVESTOCK.COM). Sebanyak 116 unit usaha peternakan unggas yang telah mengantongi sertifikat kompartemen bebas AI. Pmerintah mengklaim angka itu mengalami kenaikan setiap tahunnya.

 

“Sejak 2008, sejumlah 377 sertifikat telah dikeluarkan. Unit usaha peternakan yang telah menerima sertifikat kompartemen bebas AI kemudian terus dipantau,” kata Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan), Nasrullah beberapa waktu lalu. Jika kemudian ditemukan kasus AI atau terdapat ketidaksesuaian dengan standar, maka pemerintah tak segan mencabut sertifikat tersebut.

 

Nasrullah yakin bahwa produk peternakan Indonesia akan tembus ke pasatr dunia, apabila memenuhi standar mutu dan kesehatan hewan yang baik sepanjang hulu hingga hilir. Maka dari itu, penerapan persyaratan yang ketat untuk status kompartemen bebas penyakit AI merupakan jaminan agar sistem sertifikasi tanah air senantiasa dipercaya oleh negara tujuan ekspor.

 

Tak Hanya AI

Meskipun kasus AI telah jauh menurun di Indonesia, namun adanya kompartementalisasi bebas AI ini menjadi alternatif tepat nan penting. Karena, pencapaian bebas wilayah dan negara untuk penyakit AI di dalam negeri masih menghadapi banyak tantangan.

 

“Indonesia telah menjalankan berbagai persyaratan teknis implementasi kompartemen bebas AI sesuai standar OIE (world organization for animal health) atau organisasi kesehatan hewan dunia,” tambah Direktur Kesehatan Hewan, Fadjar Sumping Tjaturrasa.

 

Namun, mekanisme pengakuan resmi status bebas penyakit AI oleh OIE ini belum tersedia. Sehingga, pencapaian kompartemen bebas AI Indonesia ini disampaikan untuk dimuat di bulletin OIE. Dirinya mengklaim, pelaporan implementasi dan pencapaian program kompartemen telah dikirim ke OIE. Harapannya, organisasi tersebut akan memberikan respon positif.

 

Fadjar kemudian mengimbau para pelaku usaha agar segera mengajukan permintaan sertifikasi kompartemen bebas AI untuk unggas. Baik di tingkat breeding, hatchery maupun komersil. “Setelah pengajuan, akan dilakukan peninjauan dan inspeksi oleh tim ke peternakan/farm. Hasil inspeksi ini akan dikaji kembali bersama dengan komisi ahli. Terakhir, sampai kepada penerbitan sertifikat,” lanjut dia.

 

Penjaminan kesehatan hewan melalui kompartemen ini rupanya berhasil. Indonesia kembali melakukan ekspor produk unggas ke Timor Leste. Padahal, kegiatan tersebut sempat mandek pada 2019. Selain untuk penyakit AI, Ditjen PKH juga telah menggunakan pendekatan yang sama untuk kompartemen bebas penyakit lain, seperti Brucellosis pada sapi dan kambing, serta ASF (African Swine Fever) yang biasa menyerang babi. ist/ed/ajeng

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain