Selasa, 30 Maret 2021

Bersama Biofarma dan BPPT, Unpad Orbitkan Rumput BBU

Bersama Biofarma dan BPPT, Unpad Orbitkan Rumput BBU

Foto: ist/dok.Unpad


Bandung Barat (TROBOSLIVESTOCK.COM). PT Biofarma, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Universitas Padjadjaran (Unpad) disingkat BBU bersepakat untuk mengembangkan hijauan makanan ternak bernutrisi tinggi.

 

Unpad merilis, penandatangan perjanjian kerjasama “Pengkajian dan Pengembangan Hijauan Makanan Ternak (Hmt) Bernutrisi Tinggi”  digelar bersamaan dengan Launching Kampung Pengembangan  Hijauan Makanan Ternak (HMT)  BBU dan pengukuhan Rekor Museum Rekor Indonesia (MURI)  “Rumput Gajah Odot BBU dengan produktivitas tertinggi”  dan  “Rumput Kikuyu Lokal BBU dengan Kandungan Nutrisi Tertinggi”, Selasa tanggal 30 Maret 2021 .

 

Pakan ternak merupakan faktor penting dalam keberhasilan industri peternakan karena 70% keberhasilan industri peternakan tergantung pada pakan ternak . HMT atau rumput merupakan makanan pokok utama bagi ternak ruminansia sapi, kerbau, kambing, domba serta kuda. Iklim di Indonesia yang tidak teratur menyembabkan  rumput pada musim kemarau sangat langka. Pengembangan HMT dengan produktivitas dan kandungan nutrisi yang tinggi merupakan solusi tepat guna untuk memenuhi kebutuhan pakan HMT bagi ternak di Indonesia.

 

Rumput gajah odot dengan produktivitas tertinggi  menjawab tantangan bahwa ketika diintroduksi dengan sentuhan teknologi rumput yang kelihatan pendek (kerdil) dapat mempunyai produkivitas yang tinggi.  Pada kondisi biasa produksi rumput hanya mencapai  120 – 150 ton/ha/tahun dapat ditingkatkan produksinya  menjadi sekitar 600 ton/ha/tahun. Selain itu rumput yang dihasilkan ini mempunyai kualitas yang baik dengan kadar protein 15% dan Total Digestible Nutrien sekitar 60%.

 

Rumput kikuyu lokal BBU dengan kandungan nutrisi tertinggi adalah prestasi yang membanggakan karena mengeksplorasi rumput lokal asli Indonesia sebagai sumber hijauan yang sangat berkualitas. Hasil eksplorasi dan introduksi teknik budidaya yang dilakukan oleh tim Biofarma – BPPT – Unpad (BBU) telah menghasilkan hijauan yang berkualitas dari rumput lokal Indonesia, dimana rumput ini mempunyai kandungan protein kasar 18% dan total digestible nutrient (TDN) 65% serta kandungan fraksi serat yang rendah. Kandungan nutrisi yang dikandung oleh rumput ini setara dengan konsentrat spesial untuk kuda.

 

Kampung Pengembangan HMT BBU yang di-launching pada acara tersebut diharapkan dapat  mendukung industri peternakan di Indonesia. Selanjutnya Kampung Pengembangan HMT BBU  akan dijadikan sebagai pusat bibit, pusat konservasi, pusat riset dan penelitian, pusat pelatihan, pusat magang dan pusat perbaikan genetik  untuk HMT di Indonesia.

 

Kedepan komoditi rumput / HMT ini harus dikembangkan ke seluruh Indonesia dan perlu dikembangkan menjadi produk hilirnya sehingga bisa menjadi komoditi ungulan untuk  di ekspor dalam bentuk green pellet BBU dan hay cube BBU. ist/ed/yops

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain