Rabu, 7 April 2021

Pangan Asal Ternak Harus Aman dari Superbug dan Antibiotik

Pangan Asal Ternak Harus Aman dari Superbug dan Antibiotik

Foto: ist/dok.pixabay


Jakarta (TROBOSLIVESTOCK.COM). Penemuan bakteri super (superbug) pada saluran air yang bersebelahan dengan peternakan di beberapa negara kembali mengisyaratkan perlunya jaminan terhadap hak konsumen untuk mendapatkan pangan asal ternak yang aman.

 

Pada media briefing peluncuran laporan yang dihelat oleh World Animal Protection (WAP) dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) pada Senin (5/4), Manajer Kampanye WAP, Rully Prayoga mengatakan bahwa data-data tersbut merupakan tanda bahaya bagi kontaminasi bakteri resisten antibiotik yang dihasilkan dari industri peternakan.

 

“Tentunya, hal tersebut kemudian akan menjadi bagian dari rantai pangan yang tersaji di meja makan kita,” tukas Rully.

 

Ia dan pihaknya lantas menyerukan kepada pemerintah untuk melarang dengan bijak penggunaan antibiotik yang difungsikan sebagai pencegahan penyakit di seluruh kelompok ternak. Lanjutnya, pemerintah juga didorong untuk lebih ketat lagi dalam memastikan bahwa pabrik peternakan memenuhi standar kesejahteraan hewan atau Farm Animal Responsible Minimun Standards (Farms).

 

“Untuk para pelaku rantai pangan, termasuk produsen, ritel, dan retsoran cepat saji, kami sangat berharap adanya komitmen untuk menerapkan prinsip kesejahteraan hewan yang tinggi. Sehingga, dapat mengindari meluasnya kontaminasi bakteri resisten antibiotik,” katanya.

 

Dalam kesempatan yang sama, hadir pula Ketua YLKI, Tulus Abadi. Dirinya lebih menggarisbawahi jika konsumen berhak mendapatkan daging yang sehat dan aman. Senada dengan Rully, Tulus juga menuntut ritel utuk hanya menggunakan produk yang berasal dari produsen yang menerapkan kesejahteraan hewan baik saja. Termasuk penggunaan antibiotik yang bijak.

 

“Kami meminta pemerintah untuk menegakkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 14 Tahun 2017 tentang larangan penggunaan AGP untuk hewan ternak dan meningkatkan pengawasan terhadap beberapa jenis antibiotik yang dilarang sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 9736 Tahun 2020,” tegas dia.

 

Dengan demikian, lanjutnya, konsumen akan lebih yakin untuk menggunakan bahan pangan, terutama yang berasal dari peternakan dengan menerapkan prinsip kesejahteraan hewan yang baik.

 

Mulai Januari 2022, pemberian antibiotik untuk mencegah penyakit terhadap seluruh kelompok hewan ternak di Uni Eropa diberlakukan sebagai tindakan ilegal, dan penting untuk menegakkan undang-undang ini serta memastikan negara-negara lain mengikuti aturan yang akan berlaku tersebut. 

 

Kampanye ini digelar di Indonesia terkait  penelitian ilmiah yang mendapati saluran air minum yang bersebelahan dengan area peternakan di beberapa negara ditemukan mengandung bakteri resisten antibiotik yang sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat.

 

Adalah World Animal Protection (WAP), yang meneliti saluran air minum yang bersebelahan langsung dengan peternakan di Kanada, Spanyol, Thailand dan Amerika Serikat. Penelitian tersebut dilakukan pada penghujung 2019 hingga pertengahan 2020.

 

Buah investigasi antar negara ini kemudian dipublikasikan dalam sebuah laporan yang berjudul ‘Silent Superbug Killers in a River Near You’. Tim peneliti menemukan adanya gen bakteri resisten antibiotik atau Antibiotic Resistance Genes (ARGs) yang merupakan bahan penyusun superbug atau bakteri super. ed/ajeng

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain