Kamis, 22 April 2021

Produksi DOC Broiler Kembali Dipangkas 38,5 Juta Ekor

Produksi DOC Broiler Kembali Dipangkas 38,5 Juta Ekor

Foto: dok.istimewa/ilustrasi


Jakarta (TROBOSLIVESTOCK.COM). Pemerintah kembali mengambil langkah pemangkasan produksi DOC final stock (FS) ayam broiler sebanyak 38,5 juta ekor untuk stabilisasi harga melalui penyeimbangan supply - demand.

 

Pengaturan itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian No 20301/PK.230/F/04/2021 tertanggal 20 April 2021. Surat yang berlaku untuk periode  April - Mei 2021 itu dikeluarkan karena surplus DOC FS pada bulan April 2021 diperkirakan akan mencapai 48 juta ekor.

 

Berikut ini kutipan dari surat edaran itu.

 

Dalam rangka mengatur keseimbangan ketersediaan (supply) dan kebutuhan (demand) DOC Final Stock (FS) ayam ras pedaging mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor 32/Permentan/PK.230/09/2017 tentang Penyediaan, Peredaran dan Pengawasan Ayam Ras dan Telur Konsumsi serta mengacu pada Nota Dinas Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Nomor B-19003/TU.020/F2.5/04/2021 tanggal 19 April 2021 tentang Hasil Rapat Stabilisasi Perunggasan Melalui Pengendalian dan Pengaturan Produksi DOC FS Bulan April-Mei 2021, maka kami sampaikan beberapa hal sebagai berikut:

 

1. Pengaturan produksi DOC FS bulan April-Mei 2021

a. Potensi produksi DOC FS bulan April 2021 sebanyak 348.289.906 ekor, kebutuhannya sebanyak 261.411.003 ekor, sehingga terdapat potensi surplus DOC FS sebanyak 48.178.413 ekor. Potensi produksi DOC FS bulan April 2021 dapat dikalkulasikan menjadi daging ayam pada bulan Mei 2021 sebanyak 341.359 ton atau setara dengan livebird sebanyak 291.014.051 ekor.

 

b. Pada bulan Mei 2021 kebutuhan daging ayam diestimasikan sebanyak 288.237 ton setara livebird sebanyak 245.726.343 ekor sehingga terdapat potensi surplus daging ayam di bulan Mei 2021 sebanyak 53.122 ton.

 

c. Dalam rangka mengatur dan mengendalikan produksi daging ayam di Bulan Mei 2021 dilakukan pengurangan DOC FS melalui cutting HE fertil umur 19 hari di bulan April 2021 sebanyak 41.399.281 butir atau setara pengurangan DOC FS sebanyak 38.542.730 ekor.

 

d. Pengaturan dan pengendalian produksi DOC FS telah terbukti efektif menjaga stabilisasi supply dan demand ayam ras pedaging, dan terdapat korelasi positif cutting HE fertil dengan stabilisasi harga livebird di tingkat peternak.

 

e. Pelaksanaan cutting HE fertil umur 19 hari berlaku efektif di wilayah Sumatera, Jawa dan Bali serta akan terus dilakukan evaluasi.

 

f. Setiap perusahaan pembibit PS wajib melaksanakan cutting HE fertil umur 19 hari efektif mulai tanggal 24 April sampai 8 Mei 2021 dengan rincian setiap perusahaan pembibit sesuai Lampiran 2.

 

2. Pelaksanaan cutting HE fertil dilakukan pengawasan oleh Tim Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, UPT Lingkup Ditjen PKH seluruh Indonesia, Organisasi Perangkat Daerah tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota terkait, Satgas Pangan POLRI, asosiasi perunggasan dan cross monitoring antar perusahaan pembibit. Daftar cross monitoring sesuai Lampiran 3.

 

3. Hasil pelaksanaan cutting HE fertil umur 19 hari dilaporkan kepada Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan melalui Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak.

 

4. Perusahaan yang tidak melaksanakan kewajiban sesuai dengan surat ini akan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan dan kewenangan Kementerian Pertanian cq. Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan.

 

Demikian Surat ini dibuat untuk dapat dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab. Atas perhatian dan kerja samanya, kami sampaikan terima kasih.

 

Direktur Jenderal,

 

Dr. Ir. Nasrullah, M.Sc

NIP. 19660223 199303 1 001

 

Tembusan Kepada Yth.:

1. Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian;

2. Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian;

3. Deputi Peternakan dan Perikanan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian;

4. Ketua Satgas Pangan POLRI;

5. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan;

6. Ketua Umum Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU);

7. Kepala Unit Pelaksana Teknis lingkup Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan.

8. Kepala Dinas Provinsi yang Membidangi Fungsi Peternakan dan Kesehatan Hewan di Seluruh Indonesia;

9. Kepala Dinas Kabupaten/Kota yang Membidangi Fungsi Peternakan dan Kesehatan Hewan di Seluruh Indonesia.

ist/rw/yops

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain