Kamis, 22 April 2021

Daarut Tauhiid Jalin Kerjasama dengan Kemitraan Broiler Paranje

Daarut Tauhiid Jalin Kerjasama dengan Kemitraan Broiler Paranje

Foto: dok.Ramdan


Bandung Barat (TROBOSLIVESTOCK.COM). Sebuah perusahaan peternakan yang berkantor di Jakarta Selatan, PT  ASputra  Perkasa  Makmur (ASPM) memperkenalkan kemitraan broiler (ayam pedaging) dengan brand Paranje. 
 
CEO PT ASputra Perkasa Makmur (ASPM) – Aif Arifin Sidhik menyatakan Paranje dalam bahasa Sunda bermakna  kandang ayam. Konsepnya adalah  kemitraan broiler yang berkomitmen dalam memajukan industri nasional melalui kerjasama kemitraan berbasis ekonomi kemasyarakatan yang amanah demi menuju kemakmuran bersama. 
 
“Saat ini yang sudah dirilis baru Paranje5000, tetapi dalam waktu dekat akan ada Paranje500,” ungkapnya pada penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara ASPM dengan Yayasan Daarut Tauhiid (DT) di desa Kertawangi, kecamatan Cisarua, kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat (21/04). 
 
Ia menjelaskan ASPM  berkolaborasi, menggagas terobosan baru dalam konsep kemitraan broiler modern dan didasari semangat pemberdayaan masyarakat. “Permodalan merupakan komponen terbesar dalam usaha peternakan broiler, untuk itu melalui brand produk Paranje, kami ingin memberikan kemudahan kepada masyarakat yang ingin memulai usaha ini,” jelasnya.
 
Ditambahkan Rifqi Ardliansyah, EVP Business Operations dan Co Founder ASPM menerangkan kemitraan yang dia bangun memberikan fasilitas berupa pinjaman kandang tertutup (closed house) tanpa dibebankan biaya.  Sistem manajemen pemeliharaan dipantau dan dipandu menggunakan aplikasi berbasis digital. Pemeliharaan ayam selalu di monitor oleh technical service  dan tenaga kesehatan.
 
Nabia Nurhamdani selaku EVP Poultry Operations, Co Founder ASPM mengemukakan bisnis Paranje membangun ekosistem berbingkai ekonomi berbagi (sharing economy). Ekonomi berbagi adalah sikap partisipasi dalam kegiatan ekonomi yang menciptakan value, kemandirian dan kesejahteraan. 
 
Dijelaskannya pelaku yang terlibat pada ekosistem tersebut saling berbagi peran. Sementara itu aset-aset yang idle atau menganggur lebih diberdayakan. Semua pihak menjalankan peran masing-masing, sehingga berhak mendapatkan bagi hasil. 
 
“Jadi sharing di sini adalah bagi peran dan bagi hasil. Maka kesejahteraan dan efisiensi akan tercipta,” terangnya.
 
Ketua Yayasan Daarut Tauhiid Gatot Kunta Kumara menyampaikan terima kasih kepada ASPM yang telah menginisiasi kerja sama melalui semangat ekonomi berbagi dengan program kemitraan broiler Paranje.
 
“Dengan kondisi pandemi Covid-19 ini dan ekonomi yang berat seperti sekarang rasanya akan berat untuk menghadapinya jika tidak bersinergi dan berkolaborasi. Kami berharap agar program seperti ini bisa berkelanjutan, memberikan manfaat kepada setiap yang berinteraksi, dan yang penting adalah keberkahan dan amal soleh untuk semuanya,” tuturnya.
 
Lanjutnya, Yayasan Daarut Tauhiid memiliki amanah dari umat berupa 152 aset wakaf yang tersebar di berbagai wilayah di Jawa Barat seperti Bogor, Sukabumi, Garut, Cirebon dan luar pulau Jawa. 
 
“Kalau kita ingin memproduktifkan sendiri akan berat, karena jangkauan dan pengalaman. Termasuk kendali usahanya, DT sebagai lembaga dakwah, pendidikan dan sosial kemasyarakatan tidak akan cukup siap untuk mengelolanya,” sebutnya.
 
Ia berharap tidak hanya sebatas tanda tangan di atas kertas, tapi adanya kesepahaman, kesepakatan, dan juga media untuk berjuang mencari bekal di akhirat memberikan keberkahan kepada semua pihak. 
 
“Kelihatannya mungkin sepele kenalnya lewat kandang ayam, tetapi dari kondisi tersebut kita bisa bersilaturahmi yang maknanya luar biasa. Semoga pada 2025 nanti bisa mencapai 50-100 kandang,” pungkasnya. ed/ramdan
 

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain