Selasa, 27 April 2021

Perhatikan Manajemen Pakan Induk Babi

Perhatikan Manajemen Pakan Induk Babi

Foto: dok.ntr


Jakarta (TROBOSLIVESTOCK.COM). Ada 3 titik kritis yang harus dicermati pada manajemen babi bunting, yaitu body condition score (BCS) atau skor kondisi tubuh, pertumbuhan embrio/fetus dan perkembangan bobot badan harian induk.

 

Hariyanto Sutikno, Feed and Nutrition Consultant PT Tekad Mandiri Citra (TMC) menyatakan pemeriksaan BCS adalah cara mengevaluasi babi induk atau sow dalam persiapan kawin, bunting, hingga menyusui anak babi. Sistem pemberian skor bagi sow adalah no. 1 (sangat kurus/ekstrem kurus), no. 3 (ideal) dan no. 4 – 5 (gemuk).

 

“Idealnya BCS no.3 akan muncul pada saat 38 – 84 hari kebuntingan. Apabila BCSnya kurang dari 3, maka akan membuka peluang sindrom kurus (thin sow syndrome). Namun, tidak baik juga apabila BCS yang ada melebihi 3, sebab akan overweight,” kata alumnus Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) ini pad sebuah seminar daring beberapa saat lalu.

 

BCS sow yang sangat rendah dan buruk dapat mengakibatkan jarak antara kawin hingga proses penyapihan menjadi jauh lebih lama, membuka peluang gagal lahirnya anak babi, dan memangkas asupan pakan selama periode menyusui. Hal terparahnya adalah, tingkat kematian sow bisa melonjak tajam. Oleh karenanya, peternak wajib untuk melakukan kontrol setiap minggu dan memperhatikan asupan gizi sow. Sehingga, BCS ideal bisa tercapai dengan mudah.

 

Genjot Perfroma Sow

Tak ketinggalan, Hariyanto memberikan tips untuk menambah performa induk babi. “Temperatur yang pas untuk mereka sebenarnya adalah 16 – 200C saja dengan kelembapan relatifnya lebih dari 70 %. Selain itu, pastikan kadang sow memiliki ventilasi cukup dan akses mudah mencari air bersih,” lanjut dia. Induk babi yang berada di dalam kandang harus pula memiliki ruang untuk berisitirahat.

 

Dalam setiap peternakan (tak hanya babi), penerapan biosekuriti yang mumpuni tetap menjadi kunci utama. Dengan senantiasa memperhatikan kebersihan kandang beserta sanitasinya, induk babi bisa hidup dengan nyaman di kandang.

 

Peternak wajib menyediakan pakan dengan kadar NDF (neutral detergent fibre) sebanyak 18 – 22 % sepanjang kebuntingan. Kemudian, melakukan monitoring asupan pakan harian dan menyediakan air bersih sebanyak 5 – 6 liter per kg dari jumlah pakan yang dimakan. Rata-rata, seekor induk babi membutuhkan air dengan jumlah 20 – 40 liter per ekor per hari.

 

“Melakukan kontrol setiap hari terkait asupan pakan, menghindari adanya peluang mikotoksin, dan usaha meminimalisir zat ammonia juga harus dilakukan,” Haryanto menekankan.

 

Pemberian pakan yang tepat tersebut juga akan berpengaruh terhadap baiknya imunitas induk babi. Bussiness Consultant PT Better Pharma Indonesia, Michael Indra Wahyudi mengatakan bahwa imunitas sangat baik dimiliki demi menahan infeksi penyakit. Imunitas juga sangat berkaitan dengan erat dengan nutrisi yang diberikan di dalam ransum pakan sow.

 

“Pemberian feed additive atau imbuhan pakan dalam mendukung nilai nutrisi ransum amat penting. Salah satunya adalah phytogenic feed additive atau PFA,” ujar Michael. PFA adalah suatu komponen asal tanaman yang dicampurkan ke dalam ransum pakan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan produktivitas dan sistem pertahanan tubuh babi.

 

Beberapa tanaman yang dapat digunakan adalah cashew nutshell, dengan sebagai antioksidan dan antimikrobial. Adapula mangosteen wood vinegar, yang biasa digunakan untuk pakan imbuhan potensial. Fungsinya adalah untuk meningkatkan efisiensi pencernaan pada babi. ed/ajeng

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain