Kamis, 29 April 2021

Milenial, Jadilah Wirausaha Perunggasan

Milenial, Jadilah Wirausaha Perunggasan

Foto: ist/dok.pixabay/ilustrasi


Jakarta (TROBOSLIVESTOCK.COM). Perunggasan diharapkan mampu menarik milenial untuk  terjun berwirausaha, memilih untuk beternak seusai menyelesaikan pendidikannya.

 

“Kalau peternak sudah dilengkapi dengan jiwa berwirausaha, maka nanti ide yang muncul dari dalam dirinya adalah out of the box atau pasti beda dengan peternak lainnya,” ujar pemilik Berkah Grup Farm - Ibnu Faris pada seminar daring “Tata Kelola Budidaya Unggas Berbasis Kewirausahaan”, Rabu (28/4).

 

Apalagi, nilai manfaat ayam sangat tinggi. Jika disadari, lanjut Ibnu, supply daging di Indonesia sebagian besar berasal dari daging ayam (sekitar 60 %). “Kita harus semangat mencetak ayam dengan kualitas sebaik mungkin,” ujarnya memotivasi

 

Rupanya, semangat berwirausaha dapat meningkatkan efisiensi. Kalau para milenial masih menganggap budidaya unggas hanya berkutat pada pemeliharaan saja, maka pandangan itu sudah sepatutnya dipangkas. Menurut Ibnu, beternak seharusnya sudah sepaket dengan hulu alias bidang pengolahan ternak.

 

Dirinya mendorong para peternak untuk berpikir selangkah lebih maju. Artinya, tak hanya sampai pada hulu, namun juga melangkah ke hilir. “Semua akan sia-sia tanpa adanya semangat wirausaha,” tandas dia.

 

Wirausaha Melalui Unggas

Ditambahkan Yuny Erwanto, dosen Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) jika bisnis dalam bidang perunggasan harus selalu siap merugi. “Sebetulnya, unggas adalah ladang untuk berwirausaha yang sangat bagus. Apalagi, untuk anak muda yang ingin belajar. Banyak sekali tantangan yang terdapat di sini, mulai dari lonjakan harga ayam hingga tak menentunya harga  pakan,” kata Yuny yang juga merupakan Pimpinan Super Farm yang fokus memelihara ayam lokal joper ini.

 

Dalam sebuah usaha peternakan, si peternak harus menjalankan dengan penuh profesionalitas. Tidak bisa melakukannya dengan hanya ‘main-main’. Jika nekat dilakukan, maka resiko tinggi berupa kerugian besar siap menanti.

 

Beberapa waktu belakangan ini, Yuny sebenarnya resah dengan anggapan bahwa pemeliharaan ayam lokal jauh lebih mudah dibanding broiler (pedaging). Padahal, hal itu sama sekali tidak benar. Kalkukasi pemberian pakan hingga perkandangan harus benar-benar tertata rapi tanpa tertinggal sedikitpun. Tujuannya, demi maksimalnya produksi yang dihasilkan.

 

Sebetulnya, dalam menjalankan peternakan, harus ada sinergitas atau kerjasama yang baik antar peternak. Para peternak yang berkumpul dalam sebuah kelompok usaha harus disiplin dalam melakukan manajemen pemeliharaan.

 

“Karena saya terjun langsung dalam peternakan ayam lokal joper dan membina para peternaknya, jadi saya ingin ada pertemuan untuk mendisiplinkan mereka dan bertukar informasi,” lanjut dia. Mengingat kompleksnya hal yang ada dalam pemeliharaan ayam lokal maupun broiler, maka sekali lagi Yuny menekankan untuk melatih kemampuan wirausaha di bidang ini saja.

 

Senada dengan Yuny, Itmamul Khuluq, Pimpinan Holstein Indonesia, juga menggarisbawahi pentingnya menggandeng peternak lain dalam memajukan usaha bersama. “Perkembangan penjualan di tempat saya tidak mungkin terjadi apabila tidak ada pertumbuhan jumlah peternak,” sebutnya dalam kesempatan yang sama.

 

Pria yang memilih untuk beternak puyuh ini mengimbau kepada fresh graduate untuk segera kembali ke tempat asalnya dan berwirausaha di sana. Sebab, seluruh harapan biasanya akan tercurah kepada seorang lulusan baru di desa.

 

“Saya ingin tekankan, dalam menjalankan wirausaha ini harus siap menghadapi tantangan yang ada. Seberapa sulit tantangan itu, kita harus bersyukur,” tutup dia.ed/ ajeng

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain