Jumat, 7 Mei 2021

Verifikasi Calon Penerima Bantuan Program 1.000 Desa Sapi di Morowali

Verifikasi Calon Penerima Bantuan Program 1.000 Desa Sapi di Morowali

Foto: ist/dok.DitjenPKH


Morowali (TROBOSLIVESTOCK.COM). Sebanyak 5 kelompok peternak sapi di Morowali yang diajukan untuk program 1.000 desa sapi dari Kementerian Pertanian telah diverifikasi.

 

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyebutkan tim yang terdiri dari beberapa perwakilan Direktorat Teknis, Sekretariat dan UPT lingkup Ditjen PKH turun ke lapangan untuk memverifikasi calon pemerima calon lokasi (CPCL) pada calon kelompok ternak yang telah ditentukan.

 

Penerima program ini akan melaksanakan pengembangan sapi dengan manajemen korporasi, dan menjadi akseptor program Sapi dan Kerbau Komoditas Andalan Negeri (Sikomandan).

 

Perkembangan di Morowali

Ketua Tim dari BBIB Singosari Suharyanta menyampaikan, setidaknya ada lima kelompok ternak yang diverifikasi, diantaranya adalah kelompok ternak Copppobola yang belokasi di desa Bahoea Reka Teka.

 

Kemudian, kelompok ternak Bosu Bersatu yang berlokasi di desa Wosu, kelompok ternak Vitamea yang berada di desa Larobenu, kelompok ternak Maju Utama yang berlokasi di desa Umparga dan kelompok ternak Topogaro Jaya Bersama yang berlokasi di desa Topogaro.

 

"Kelima kelompok ternak tersebut beranggotakan antara 20 sampai 60 orang dengan luas lahan 10 sampai 50 hektare," terang Suharyanta.

 

Ia menambahkan, secara umum CPCL ini juga cukup bagus dan sumber daya manusianya sangat positif atas bantuan ini. Namun, masih ada beberapa akses jalan yang perlu diperbaiki untuk mendukung mobilisasi ternak sampai ke kandang.

 

Di sisi lain, Bupati Morowali, Taslim mengharapkan  pengembangan peternakan ini bisa sejajar dengan yang ada di pulau Jawa yang bisa memberikan nilai tambah.

 

Lebih dari itu, Taslim mengungkapkan kesiapannya untuk membantu menyediakan pakan ternak, “Insya Allah bisa diusahakan dengan kerja sama instansi terkait berupa  teknologinya,” ujarnya.

 

Dia yakin industri peternakan berbasis sistem korporasi dapat berkembang di daerahnya karena dareah Morowali adalah daerah industri. Di samping itu juga ada potensi kerjasama dengan tambang dan sawit.

 

“Kendati demikian, harus ada pendampingan dari pusat khususnya dari BBIB Singosari untuk memajukan pembangunan industri peternakan di Morowali," ucap dia.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Morowali, Andi Irman memastikan, akan membenahi sistem penyediaan pakan di Morowali, agar bisa berkecukupan dan selalu tersedia sepanjang tahun. Sebab sumber bahan bakunya banyak tersedia.

 

Dikatakannya, Morowali memiliki lahan yang luas, didukung sumber air, pakan cukup tersedia seperti daun kelapa sawit dan bungkil. “Di samping itu lahan yang bisa ditanami rumput yang berkualitas misalnya rumput gajah, odot, indigofera dan jenis legume,” tutup Andi. ist/ed/zul

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain