Selasa, 1 Juni 2021

Jatim Kapalkan 245 Ton Sarang Burung Walet

Jatim Kapalkan 245 Ton Sarang Burung Walet

Foto: dok.istimewa


Jakarta (TROBOSLIVESTOCK.COM). Sepanjang 2020, ekspor sarang burung walet (SBW)  mencapai 245.3 ton dalam 1.826 kali pengiriman dari Surabaya - Jawa Timur. 

 

Komodias ini utamanya diekspor ke China, dengan harga satu kilogramnya tembus hingga Rp 40 juta. Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Nasrullah menyatakan bahwa Jawa Timur memiliki potensi yang tinggi untuk ekspor SBW.

 

“Kami harus lakukan langkah terobosan sesegera mungkin, sebab SBW merupakan penyumbang besar devisa negara kita," kata dia.

 

Dia memastikan, kendala yang ada akan diperbaiki supaya SBW dapat menembus pasar internasional. Selain itu, pemerintah pun dipastikan akan hadir guna mendampingi dan melakukan pembinaan kepada peternak SBW.

 

Nasrullah bersama Kepala Badan Karantina Pertanian, Bambang menyempatkan untuk mengunjungi PT Husein Alam Indonesia di Desa Golokan, Kecamatan Sidayu, Gersik dan PT Surya Aviesta di Kertajaya Indah, Surabaya guna mendengarkan dan melihat secara langsung dari produksi sarang burung walet di Gresik.

 

Upaya ini dilakukan, yakni untuk mendukung prediksi adanya peningkatan komoditas SBW pada 2022 mendatang. Mengingat, saat ini terdapat beberapa perusahaan yang tengah melakukan assessment, supaya bisa melakukan ekspor SBW ke Negeri Tirai Bambu.

 

Nasrullah menyebutkan, untuk negara sasaran ekspor komoditas sarang burung walet asal Jawa Timur, dibagi ke dalam dua kategori. Dua kategori tersebut diantaranya ke China dan non-China, meskipun memang mayoritas yaitu sekitar 80% sarang burung walet diekspor Jawa Timur ke China. “

 

Walaupun ada yang ke luar China, tapi yang mayoritas mengkonsumsinya adalah warga China yang ada di negara tersebut," jelas Nasrullah.

 

Beragam Manfaat SBW

Berdasarkan penelitian yang ada, SBW sangat diminati di luar negeri karena memiliki banyak khasiat yang dipercaya sangat bagus, terutama untuk tumbuh kembang anak. Kandungan di dalam SBW dipercaya bisa membuat anak lebih cerdas. Adapun, untuk wanita dewasa juga dianggap penting, sebab diyakini ada kandungan yang bisa membuat awet muda.

 

Nasrullah menyampaikan, pihaknya akan segera merencanakan dan mengembangkan secara masif dengan standar kualitas konsumen. Lalu, sesegera mungkin membentuk blue print terkait SBW ini, salah satunya dengan memulai program super prioritas percepatan 1.000 desa walet.

 

“Tugas,  kami, budidaya dan produksi. Kami ingin membuat lebih besar dan masif dengan standart kualitas konsumen. Semua pekerjaan rumah harus kami selesaikan, harus ada dukungan agar SBW dapat menembus pasar dunia," ucapnya.

 

Di samping itu, Kementan juga akan mengupayakan pengembangan unit usaha pembersihan dan pengolahan sarang walet, yang mana saat ini baru ada 78 Unit Usaha yang memiliki Sertifikat Nomor Kontrol Veteriner (NKV). Selain itu, ada pula pendampingan peningkatan Level NKV serta menyusun SNI (Standar Nasional Indonesia) produk SBW. Sebab, setiap unit usaha di bawah Kementan wajib memiliki sertifikat NKV, termasuk komonitas SBW ini yang mayoritas diekspor.

 

Nasrullah menyatakan diplomasi dengan China juga akan diperkuat untuk peningkatan volume ekspor dengan melibatkan kementerian dan lembaga terkait. Karena, China menjadi pasar terbesar ekspor sarang walet dari Indonesia, baik secara langsung maupun melalui Malaysia, Vietnam dan Hongkong.

 

“Penguatan Regulasi Ekspor SBW berkordinasi dengan Kemendag. Selain itu, ditingkatkan juga promosi SBW antara lain melalui upaya bisnis matching dan kordinasi dengan atase pertanian dan atase perdagangan," pungkas Nasrullah. ed/bella

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain