Senin, 7 Juni 2021

Dukungan UPT Perbibitan untuk Sikomandan

Dukungan UPT Perbibitan untuk Sikomandan

Foto: ist/dok.BIBLembang


Lembang (TROBOSLIVESTOCK.COM).  Dibandingkan dengan baseline produksi daging tahun 2017 sebesar 394 ribu ton, pada tahun 2018 naik sebesar 1,48 %, pada tahun 2019 naik sebesar 1,2% dan pada tahun 2020 naik sebesar 2,06% atau produksi daging mencapai sebesar 412,9 ribu ton.

 

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Nasrullah  saat menyambut kunjungan kerja spesifik Komisi IV DPR RI di Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang (5/6) menyampaikan kenaikan produksi daging itu sejalan dengan program optimalisasi reproduksi  sapi dan kerbau melalui inseminasi buatan secara massal yang telah dilaksanakan sejak tahun 2017 di 34 provinsi.

 

Program yang semula bernama Upsus Siwab (upaya khusus induk sapi dan kerbau wajib bunting) dan dilanjutkan dengan Sikomandan (sapi dan kerbau komoditas andalan) telah berkontribusi positif terhadap peningkatan populasi dan produksi daging nasional. Dari rata-rata intervensi 3,4 juta akseptor pertahun 2017-2021 telah dihasilkan  kelahiran sebanyak 8,03 juta ekor, setara dengan Rp 48,24 triliun atau rata-rata kelahiran 1,6 juta ekor per tahun setara dengan 9,64 triliun Rupiah pertahun.

 

Ia pun menambahkan, pembangunan Ditjen PKH ini  akan mempertimbangkan defisit kebutuhan produksi daging sapi yang masih dipenuhi dari impor. Maka selama periode tahun 2020-2024, prioritas komoditas yang akan diintervensi secara khusus adalah komoditas sapi potong dan kerbau.

 

Dalam mendukung program Sikomandan, produksi semen sapi/kerbau nasional (BIB Lembang dan BBIB Singosari) selama periode tahun 2017-2020 sebesar 22.883.962 dosis. Sedangkan pada tahun Tahun 2021, BIB Lembang menargetkan produksi semen sapi sebesar 2.325.000 dosis dan BBIB Singosari sebesar 3.100.000 dosis. Sehingga total target nasional 5.425.000 dosis, dan diharapkan mampu memenuhi kebutuhan semen beku kegiatan Sikomandan 2021 dengan target akseptor sebanyak 4 juta ekor.

 

Terhitung sejak berdiri di tahun 1976 sampai Bulan Mei 2021, BIB Lembang telah memproduksi 50.129.943 dosis semen beku dan mendistribusikan 48.112.263 dosis semen beku ke seluruh provinsi di Indonesia termasuk di dalamnya ekspor ke Malaysia pada tahun 2016 sebanyak 1.600 dosis dan ekspor ke Madagaskar pada tahun 2018 sebanyak 2.000 dosis.

 

‘Untuk itu, pengembangannya sebagai produsen Semen Beku Nasional, diharapkan dapat memenuhi pasar internasional melalui ekspor semen beku dan sekaligus sebagai pembina teknis bagi BIB daerah untuk menghasilkan semen beku," tutup Nasrullah.

 

Dalam kunjungan kerja tersebut, rombongan Komisi IV DPR RI yang dipimpin oleh Sudin berkesempatan untuk melihat ternak-ternak yang ada di BIB Lembang. Ternak yang dipelihara di BIB Lembang merupakan pejantan bersertifikat yang merupakan hasil seleksi dan Uji yaitu Uji Zuriat pada sapi perah, dan uji performa pada sapi potong, serta secara rutin melaksanakan replacement (peremajaan) agar dapat menghasilkan pejantan yang produktif. Jenis ternak yang ada saat ini adalah sapi perah, sapi potong, kerbau, kambing dan domba unggul. Adapun alokasi kebun rumput seluas 22.45 hektar digunakan untuk penanaman rumput gajah, rumput odot dan rumput Afrika (African star grass) serta penanaman legume perdu dan pohon sebagai sumber protein atau green concentrate.

 

BIB Lembang juga sedang mengembangkan konsep Agro Edu Wisata sebagai wadah untuk mengedukasi masyarakat sekaligus meningkatkan pertumbuhan sosial dan ekonomi daerah. ist/ed/zul

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain