Kamis, 24 Juni 2021

Agar Pelaksanaan Kurban bisa ASUH

Agar Pelaksanaan Kurban bisa ASUH

Foto: Istimewa


 
Jakarta (TROBOSLIVESTOCK.COM). Tahun ini merupakan tahun kedua masa pandemi Covid-19 yang memaksa masyarakat di seluruh dunia termasuk Indonesia untuk melakukan penyesuaian di berbagai sendi kehidupan. Begitu pula dalam penyelenggaraan kegiatan Hari Raya Kurban yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. “Penyelenggaraan kurban harus tetap diatur agar bisa mencegah dan meminimalisasi risiko penyebaran Covid-19. Semua pelaksanaan Idul Kurban menjadi perhatian kita. Bagaimana kita melakukan kegiatan kurban dengan tetap memperhatikan aturan kurban yang jelas,” tandas Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Kementerian Pertanian, Syamsul Ma'arif dalam webinar bertema “Pelaksanaan Kegiatan Kurban pada Situasi Pendemi Covid-19” pada (24/6).
 
Ia menyatakan, pemerintah sudah punya aturan tentang penyembelihan hewan kurban. Semua pihak harus memperhatikan tata cara penyembelihan hewan kurban yang benar agar menghasilkan daging yang ASUH (Aman Sehat Utuh Halal). “Dinas terkait di daerah agar melaksanakan kegiatan pengawasan dan perguruan tinggi yang ada fakultas kedokteran hewannya bisa membantu pemerintah,” pintanya. 
 
Menurut Syamsul, di 2020 lalu, terdapat sebanyak 1,68 juta ekor ternak berupa sapi, kerbau, domba, atau kambing yang dipotong untuk kurban. Angka itu menurun dibanding jumlah ternak kurban yang dipotong di 2019 yaitu sebanyak 1,86 juta ekor. 
 
Di tahun lalu, terdapat 8.355 titik tempat penjualan hewan kurban. Adapun jumlah RPH (Rumah Potong Hewan) resmi di seluruh Indonesia sebanyak 585 unit dan tempat pemotongan hewan di luar RPH resmi sebanyak 34.051 titik. Sementara itu, jumlah juru sembelih yang tercatat sebanyak 74 ribu orang dan jumlah panitia yang terlibat dalam pelaksanaan kurban sebanyak 820.788 orang. 
 
Ditambahkan Koordinator Kelompok Zoonosis Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner Kementerian Pertanian, Tjahjani Widiastuti, kegiatan kurban harus memperhatikan protokol Kesehatan untuk pencegahan penularan atau penyebaran Covid-19 yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat maupun daerah. Adapun ruang lingkup pengaturan pelaksanaan kurban di masa pandemi Covid-19 sesuai SE (Surat Edaran) Nomor 8017/SE/PK.320/F/06/2021 tertanggal 18 Juni 2021 yang mencakup mitigasi risiko pelaksanaan kegiatan kurban, tempat penjualan hewan kurban, tempat pemotongan hewan kurban, saat pemotongan hewan kurban, saat distribusi daging serta pembinaan, pengawasan, dan koordinasi. 
 
Pakar Anatomi dan Fisiologi Hewan Fakultas Kedokteran Hewan IPB University, Supratikno mengatakan, hewan kurban harus memenuhi persyaratan yaitu sehat, tidak cacat, cukup umur, dan tidak kurus. “Apapun pilihan hewan kurbannya, diutamakan berjenis kelamin jantan dan tidak dikebiri (tidak dikastrasi),” tekannya.
 
Ia melanjutkan, penyembelihan hewan kurban yang syar’i harus memperhatikan tiga kunci utama yaitu lingkungan berupa desain tempat penyembelihan, kompetensi petugas, dan peralatan yang sesuai. “Kesejahteraan hewan dalam penyembelihan lebih ditekankan bagaimana mengurangi tingkat kesakitan dan stres karena semua proses penyembelihan berpotensi menimbulkan stres dan kesakitan,” ujarnya.
 
Sementara itu, Pakar Kesehatan Masyarakat Veteriner dari Fakultas Kedokteran Hewan IPB University Denny Widaya Lukman menyampaikan, penyediaan daging kurban wajib memperhatikan aspek ihsan (berbuat baik pada hewan, memperhatikan kesejahteraan hewan), halal, dan thoyyib (sehat, bersih, higienis). “Penanganan daging dari hewan kurban harus memperhatikan prinsip kebersihan (kesehatan, higiene) agar daging aman dan layak dikonsumsi,” jelasnya.
 
Dalam melakukan penanganan daging kurban, imbuh Denny, tempat penanganan daging dan jeroan harus dipisah atau daging tidak tercampur dan bersatu dengan jeroan. Juga tempat penanganan daging (pemotongan bagian-bagian daging) harus bersih dan selalu dijaga kebersihannya. “Jangan campur daging dengan jeroan merah (paru, jantung, hati, limpa, ginjal) dan jeroan hijau (perutan, usus). Kemas daging dan jeroan pada wadah yang berbeda. Sediakan minimal 3 wadah berbeda yaitu untuk daging, jeroan merah, dan jeroan hijau,” sarannya. TROBOS/yopi
 
 

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain