Jumat, 25 Juni 2021

Teknologi Semen Sexing di BIB Kalsel

Teknologi Semen Sexing di BIB Kalsel

Foto: dok.istimewa


Banjarbaru (TROBOSLIVESTOCK.COM). Tim Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), melaksanakan kunjungan kerja ke Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), serta ke Balai Inseminasi Buatan (BIB) Banjar Baru, Provinsi Kalsel.

 

Kepala Dinas (Kadis) Disnakkeswan Provinsi NTB, Khairul Akbar, menyampaikan kunjungannya pada Rabu (16/6) itu untuk mempererat hubungan kerja. Sebab, sebagaimana diketahui, bahwa selama ini Kalsel merupakan salah satu provinsi, dengan konsumen sapi Bali asal NTB.

 

Sementara itu, Kadis Disbunak Kalsel, Suparmi menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Provinsi NTB, pasalnya telah bekerjasama dengan baik selama ini, guna memenuhi kebutuhan bibit sapi untuk masyarakat Kalsel.

 

"Melalui program Sikomandan (program sapi kerbau komoditas andalan negeri), UPTD (Unit Pelakaana Teknis Daerah) BIB Kalsel telah mendistribusikan semen beku ke NTB sebanyak 8.500 dosis,” sebut dia.

 

Ketika berkunjung ke UPTD BIB Kalsel, Kepala UPTD BIB, Ani Sulistiawati menjelaskan bahwa BIB Kalsel merupakan salah satu UPTD lingkup Disbunak Provinsi Kalsel, yang bergerak dalam penyediaan produksi dan distribusi semen beku, baik  sexing maupun unsexing. Semen kerbau dan sapi, berasal dari jenis sapi bali, limousin, simental, brahman dan peranakan ongole (PO). Distribusi semen beku BIB Kalsel tidak hanya di wilayah Kalsel saja, namun juga sampai ke Banten, Jawa, Sumatera dan Aceh.

 

“Semua sapi dan kerbau yang ada di BIB Kalsel sudah bersertifikat SNI (Standar Nasional Indonesia) dan mengacu pada ISO 9001:2015. Salah satu yang diupayakan oleh kami, yaitu teknologi semen sexing, yang merupakan tindakan khusus guna menentukan jenis keturunan yang akan dilahirkan,” terangnya.

 

Inovasi tersebut, Ani mengimbuhkan, juga bermanfaat dalam program percepatan peningkatan jumlah populasi ternak di Indonesia. Melalui penyedia jenis kelamin betina, maka dapat meningkatkan populasi ternak betina melalui program efisiensi optimalisasi inseminasi buatan (IB), secara berkelanjutan.

 

“Teknologi reproduksi yang dapat diterapkan secara mudah dan efisien ini bertujuan untuk menghasilkan pedet jantan untuk digemukkan (produksi daging) dan pedet betina sebagai calon induk,” pungkasnya. ed/bella

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain