Kamis, 1 Juli 2021

Agen Antihipertensi dari Kulit Ternak Lokal

Agen Antihipertensi dari Kulit Ternak Lokal

Foto: dok.istimewa/ilustrasi
Visualisasi Proses Pemecahan Struktur Molekuler Kolagen Menjadi Gelatin

Yogyakarta (TROBOSLIVESTOCK.COM). Daging kambing distigma sebagai pemicu hipertensi, namun sebaliknya, secara ilmiah kolagen dan gelatin dari kulit kambing justru memiliki jejak ilmiah berpotensi sebagai agen antihipertensi.

 

Sebagaimana diungkapkan oleh Prof Ir Yuny Erwanto, Ph.D, IPM, dosen Fakultas Peternakan UGM saat menyampaikan pidato pengukuhannya sebagai guru besar pada Selasa (29/6) di Balai Senat Universitas Gadjah Mada.

 

Yuny Erwanto bersama timnya melakukan serangkaian kajian yang menghasilkan gelatin dan kolagen dari tulang dan kulit ternak lokal Indonesia, termasuk dari kambing dan sapi. Gelatin adalah polipeptida yang diperoleh melalui hidrolisis kolagen, yang merupakan kandungan terbesar pada kulit, tulang, dan jaringan penghubung hewan.

 

Penggunaan kulit sebagai sumber kolagen dan gelatin sampai saat ini tidak menjadi tujuan utama. Bahkan kulit berkualitas baik lebih banyak masuk industri penyamakan kulit karena harga jualnya bernilai ekonomis tinggi. Penggunaan gelatin di Indonesia yang terus meningkat belum diimbangi dengan pemanfaatan bahan dalam negeri untuk menghasilkan gelatin dan kolagen.

 

Agen Antihipertensi

Diterangkan Yuny, gelatin tersebut dapat diaplikasikan dalam pembuatan berbagai produk pangan. Kolagen yang dihidrolisis lanjut dengan berbagai macam enzim menghasilkan fraksi peptide yang mempunyai potensi sebagai agen antihipertensi, khusunya dari kolagen kulit kambing.

 

Hasil degradasi akan  menurunkan berat molekul peptide sampai kurang dari 3 kDa dan hasil pengujian mempunyai potensi kemampuan antihipertensi melalui penghambatan kerja angiotensin converting enzyme (ACE) yang terjadi dalam ginjal.

 

Perubahan angiotensin I menjadi angiotensin II memacu terjadinya penyempitan pembuluh darah dan mengakibatkan tekanan darah yang meningkat. Penghambatan terbentuknya angiotensin II dapat dilakukan dengan kolagen berberat molekul rendah dan berpotensi untuk dikembangkan sebagai protein bioaktif yang dapat menjadi agen antihipertensi.

 

Fraksi peptide dari kolagen kulit kambing lokal Indonesia dengan berat molekul kurang 3 kDa mampu menghambat ACE berkisar antara 48,58 % sampai dengan 89,84% dan dengan konsentrasi 6,31µg/mL akan menghambat kerja angiontensin converting enzyme sampai 50%.

 

Penemuan ini menguatkan bahwa oligopeptida dengan panjang sekuen yang pendek kemungkinan mempunyai potensi antihipertensi yang lebih kuat dibandingkan dengan sekuen oligopeptida yang lebih panjang. ist/rw/ntr

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain