Kamis, 1 Juli 2021

Malindo Gelar Publik Ekspose 2021

Malindo Gelar Publik Ekspose 2021

Foto: 


Jakarta (TROBOS). PT Malindo Feedmill Tbk (Malindo) membukukan penjualan bersih Rp 7.000,5 miliar pada 2020, turun sebesar Rp 454,4 miliar atau minus 6 % dibandingkan dengan penjualan di 2019 sebesar Rp 7.454,9 miliar. Paparan itu disampaikan oleh Rudy Hartono Husin, Direktur Malindo pada pernyataan resmi yang dikeluarkan pada Public Expose Tahunan, tahun buku 2020 yang juga dihadiri jajaran dewan direksi pada Kamis (24/6).
 
 
Lebih lanjut, Rudy mengutarakan penurunan pendapatan didominasi oleh penurunan penjualan segmen pakan ternak sebesar Rp 394,6 miliar. Sampai akhir 2020, total laba kotor perusahaan tercatat sebesar Rp 653,5 miliar, turun sebesar Rp 248,2 miliar atau minus 28 % dibandingkan dengan 2019 yang tercatat sebesar Rp 901,7 miliar. “Penurunan laba kotor terutama disebabkan oleh penurunan penjualan sebesar Rp 454,4 miliar diikuti dengan penurunan beban pokok penjualan sebesar Rp 206,2 miliar,” ujar dia. 
 
 
Rewin Hanrahan yang juga Direktur Malindo menambahkan pada kuartal 1 2021 tercatat penjual bersih perseroan meningkat sebesar Rp 453,3 miliar atau meningkat sebesar 27 %. Peningkatan ini terutama dikarenakan peningkatan penjualan pakan ternak naik sebesar 22 % atau sebesar Rp 245,2 miliar dan diikuti penjualan segmen ayam umur sehari (DOC) meningkat sebesar Rp 148,5 miliar atau setara dengan 55 %. “Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, demikian juga trend positif ditunjukan dengan peningkatan segmen penjualan ayam pedaging yang meningkat masing masing 34 % jika dibanding dengan periode yang sama pada kuartal I 2020,” ungkap Rewin. 
 
 
Laba kotor perseroan pada kuartal I 2021 mengalami peningkatan sebesar Rp 95,0 miliar atau meningkat 66 % dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan laba kotor diatas ikut mendorong peningkatan laba bersih Perseroan dari Rp 18,0 miliar di kuartal I 2020 menjadi sebesar Rp 112,4 miliar di akhir Maret 2021 atau meningkat sebesar Rp 94,3 miliar. 
 
 
Perseroan meyakini bahwa industri poultry (perunggasan) dimasa yang akan datang termasuk kedalam golongan industri yang cepat pulih dari krisis ekonomi global. “Hasil menggembirakan di kuartal I 2021 membuktikan optimisme dari perseroan bahwa ditengah lesunya perekonomian global masih ada peluang, untuk bertumbuh dengan pemilihan strategi yang tepat guna bertahan di tengah situasi pandemi Covid-19,” tutup Rewin. ptmalindofeedmilltbk
 
 
 

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain