Kamis, 15 Juli 2021

OIE Terbitkan Daftar 100 Kompartemen Bebas AI

OIE Terbitkan Daftar 100 Kompartemen Bebas AI

Foto: ist/dok.Kementan


Jakarta (TROBOSLIVESTOCK.COM). Dengan diterbitkannya daftar 100 kompartemen bebas penyakit Avian Influenza (AI) Indonesia oleh Organisasi Hewan Dunia (OIE). Peluang ekspor unggas dan produk di dalam negeri semakin lebar.

 

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, Nasrullah, menyambut baik perihal itu. "Ini artinya, kegiatan kompartementalisasi bebas penyakit AI Indonesia sudah sejalan dengan standar yang ditetapkan OIE," tambahnya pada pekan lalu.

 

 Dikatakannya, sejak tahun 2008, Kementan telah menerbitkan Permentan terkait tata cara memperoleh kompartemen bebas AI bagi perusahaan peternakan unggas di Indonesia. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penjaminan kesehatan dan upaya menjaga keberlangsungan usaha peternakan unggas di tengah berjangkitnya penyakit AI.

 

Lebih lanjut, Nasrullah menyampaikan bahwa kompartemen bebas penyakit AI merupakan solusi untuk meningkatkan status kesehatan hewan, dan memberikan nilai tambah bagi peternak, sehingga mereka mempunyai peluang untuk ekspor.

 

Sementara itu, Nuryani Zainuddin, Direktur Kesehatan Hewan, Ditjen PKH, Kementan menambahkan bahwa dengan telah diterbitkannya daftar perusahaan perunggasan yang mendapatkan sertifikat kompartemen bebas AI tersebut, maka peluang ekspor unggas dan produknya semakin terbuka lebar.

 

 "Keuntungan lainnya adalah unggas dari kompartemen bebas penyakit AI dapat bebas dilalulintaskan ke seluruh Indonesia tanpa perlu pengujian laboratorium untuk AI," ungkapnya.

 

Nuryani lalu mengungkapkan dengan keuntungan tersebut, jumlah kompartemen bebas penyakit AI terus bertambah. Saat ini terdapat 125 unit usaha peternakan unggas yang telah memiliki sertifikat dan terus dipantau pemerintah. "Apabila ada kejadian penyakit AI atau ada ketidaksesuaian terhadap standar, maka sertifikatnya dapat dicabut," tegasnya.

 

Ditegaskannya, bahwa sistem kesehatan hewan dan implementasi surveilans serta biosekuriti pada kompartemen bebas AI di Indonesia telah sesuai dengan standar internasional. Sementara terkait penerapan persyaratan yang ketat untuk status kompartemen bebas penyakit AI, Nuryani menyebutkan bahwa itu merupakan bagian dari jaminan agar sistem sertifikasi kita lebih dipercaya oleh negara tujuan ekspor.

 

"Untuk pengawasan dan pembinaan kompartemen akan dilakukan bersama pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten." pungkasnya. ue/zul

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain