Jumat, 16 Juli 2021

AINI Sosialisasikan Standar Kebutuhan Nutrisi Sapi BX

AINI Sosialisasikan Standar Kebutuhan Nutrisi Sapi BX

Foto: ist/dok.AINI


Bogor (TROBOSLIVESTOCK.COM). Standar kebutuhan nutrisi untuk sapi brahman cross  telah berhasil disusun oleh Asosiasi Ahli Nutrisi dan Pakan Indonesia (AINI).

 

Salah satu pemrakarsa riset  ini adalah Guru Besar IPB University sekaligus mantan Ketua Umum AINI, Nahrowi. “Standar yang AINI buat bukanlah hasil akhir (final), masih ada, bahkan saya katakan masih banyak kekurangan. Sebab, ini basisnya meta analisis, sehingga jumlah data itu menjadi penting,” ungkap dia secara daring (dalam jaringan) melalui webinar yang bertajuk ‘Sosialisasi Kebutuhan Nutrisi Sapi Pedaging Brahman Cross dan Website Sistem Pakan Nasional’ pada Jumat (9/7).

 

Dia menyatakan sapi persilangan asal Australia yang populer disebut BX ini banyak dikembangkan di  feedlot (penggemukan sapi) di Indonesia. Saat ini pun AINI sedang berkolaborasi dengan MLA (Meat and Livestock Australia). Disebutnyam MLA juga punya kepentingan untuk mencari atau mendapatkan kebutuhan nutrisi sapi-sapinya yang ada di Indonesia.

 

Nahrowi mengaku, bahwa ia mendapat data pakan tersebut dari feedloter (perusahaan penggemukan sapi) yang telah bersedia untuk diambil dan memberikan datanya, walaupun tidak semua diberikan. Ia mengaku, data yang diterima baru dari feedloter di Jawa Barat, namun dinilai sudah sangat valid.

 

“Tujuan di sini, karena judulnya sosialisasi, kita ingin memperlihatkan dari hasil kajian ini. Bagaimana gambaran kualitas bahan pakan di feedlot, apakah bertambah bagus atau bertambah jelek atau bagaimana?  Kita akan lihat hasilnya nanti,” papar Nahrowi.

 

Salah satu item tersebut yakni peran dari wilayah. Nahrowi berharap, AINI bisa memiliki atau mengeluarkan standar kebutuhan nutrisi untuk semua jenis ternak, termasuk hewan kesayangan.

 

Menyinggung kualitas pakan yang dilakukan, AINI pun mengundang beberapa feedloter pada saat itu, guna mendiskusikan terkait dengan bahan pakan dan kualitas pakan yang digunakan.

 

“Tentu yang paling penting adalah apakah ada ketersediaan pakan alternatif masih ada? Selain itu, kami juga melakukan survey di beberapa pakan di Lampung dan Jawa Barat, karena wilayah tersebut adalah gudangnya feedlot saat ini, termasuk Serang, Banten,” urainya.

 

 Selanjutnya yaitu meta analisis, yang berfungsi dalam menentukan standar kebutuhan. Ia pun Kembali menekankan, bahwa meta analisis ini sangat bergantung pada data dan di mana ini dilakukan.

 

“Penelitian ini dilakukan dilakukan di daerah Jawa Barat, mungkin nanti akan berbeda kebutuhan nutrisinya jika dilakukan di Lampung. Para feedloter tidak perlu khawatir, data-data tersebut tidak akan disebarluaskan. Sehingga jika ini masih banyak datanya, maka hasilnya pun akan lebih akurat,” tandasnya.

 

 Selain sosialisasi standar kebutuhan nutrisi sapi BX, Nahrowi juga menyosialisasikan website sistem informasi pakan nasional. Dia eminta partisipasi aktif anggota dan penguru AINI untuk melaksanakan input data dari wilayah kerja masing-masing. Sebab system ini harus ada gabungan dari beberpa input atau item pada setiap wilayah. ed/bella

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain