Selasa, 27 Juli 2021

Pemanfaatan Limbah Ternak Sapi

Pemanfaatan Limbah Ternak Sapi

Foto: ist/dok.ZOOM-Kementan


Batangkaluku (TROBOS). Limbah ternak lebih banyak terbengkalai dan terbuang percuma, sehingga menyebabkan peternakan menjadi kumuh. Lingkungan kandang yang kotor dapat membuat ternak mudah terserang penyakit.

 

Hal ini perlu edukasi untuk merubah para peternak agar dapat memanfaatkan kotoran ternak tersebut. Disamping kandang ternak menjadi lebih bersih, peternak juga dapat meningkatkan nilai ekonomis dari pemanfaatan limbah tersebut.

 

Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian menghelat Pelatihan Pengolahan Limbah Ternak Sapi pada Kamis (8/7). Pelatihan tersebut dilakukan dengan mengolah limbah ternak sapi menjadi biogas berdasarkan pengalaman yang telah dilakukan oleh Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Shafana Cakrawala.

 

Bachtiar, Ketua P4S Shafana Cakrawala Kabupaten Maros mengatakan manfaat dari pengolahan limbah ternak menjadi biogas dapat menghemat penggunaan gas elpiji, selain itu mengurangi bau asap dari penggunaan kayu bakar di pedesaan. “Biogas ini sudah dibangun di beberapa tempat binaan kami dengan kapasitas volume 6 m3 dan 12 m3, namun pada skala rumah tangga kapasitas biogas dengan ukuran volume 6 m3  yang paling efektif,” jelasnya.

 

Tahapan awal dalam pembuatan biogas adalah dengan mencampurkan kotoran ternak, khusunya ternak sapi ke dalam mixer sebanyak kurang lebih 25 kg dengan air sebanyak 20 liter. “Dalam sehari kami menyiapkan 25 - 70 kg kotoran sapi dan dapat dimanfaatkan sampai 3 hari,” tambahnya.

 

Selanjutnya campuran diaduk sampai tercampur halus, hal ini dilakukan agar tidak terjadi sumbatan pada pipa reaktor. “Perlu diperhatikan mixer harus steril dari bahan kimia termasuk oli, sabun, dan sebagainya karena bisa mempengaruhi proses anaerob dalam reaktor,” kata dia.

 

Setelah campuran halus, kemudian pipa aliran menuju reaktor dibuka sehingga campuran bisa mengalir ke dalam reaktor. Reaktor memiliki ukuran diameter sekitar 3 meter dengan kapasitas volume 6 m3.

 

“Di dalam reaktor terjadi proses anaerob selama 3 – 6 jam yang selanjutnya gas akan secara otomatis mengalir ke penampungan gas, sedangkan ampasnya akan terpisah keluar secara alami,” jabarnya.

 

Biogas yang dilepaskan oleh kotoran akan mengalir melalui pipa aliran mengarah ke kompor biogas. Manometer digunakan untuk mengetahui tekanan gas yang ada di dalam reaktor.

 

“Biogas ini sudah kami manfaatkan sejak tahun 2016 dan masih bisa berfungsi dengan baik sampai sekarang, api yang dihasilkan pun berwarna biru sehingga akan lebih cepat panas dan efektif dalam menghemat waktu memasak,” jelasnya.

 

Selain itu, biogas juga dapat dimanfaatkan untuk menyalakan lampu di dalam rumah, sehingga tidak perlu khawatir apabila listrik padam. Tidak hanya biogas, kotoran ternak sapi juga dapat dimanfaatkan untuk membuat pupuk organik baik padat maupun cair.

 

“Saat ini kami sedang mengembangkan produk pupuk kami untuk dapat dimanfaatkan juga, selain kami pakai ini juga bisa kami jual sehingga menambah nilai ekonomi,” tuturnya. ed/shara

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain