Selasa, 3 Agustus 2021

Kopontren Membangun Holding, Menggarap Peternakan

Kopontren Membangun Holding, Menggarap Peternakan

Foto: ist/dok.KopontrenAl-Ittifaq


Jakarta (TROBOSLIVESTOCK.COM). Kopontren berpotensi membentuk holding company untuk mengkonsolidasikan kopontren-kopontren kecil di sekitarnya. Mereka pun dapat mengembangkan agribisnis pertanian maupun peternakan.

 

Ketua Pengurus KSPPS BMT UGT Nusantara atau dulu dikenal KSPPS BMT UGT Sidogiri, KH. Abdul Madjid mengatakan pentingnya ber-ta’awwun (tolong menolong), sebagai ciri khas bangsa Indonesia yang gemar bergotong royong, yakni diwujudkan dalam bentuk kerja sama ekonomi berupa berkoperasi. 

 

“KSPPS BMT UGT Nusantara bersatu dalam wadah koperasi membentuk sebuah holding, dan saat ini pelayanan kepada anggotanya berbasis digitalisasi dengan aplikasi Mobile UGT (Unit Gabungan Terpadu). Setidaknya terdapat sembilan usaha yang tergabung dan 9 sembilan mitra jaringan usaha koperasi. KSPPS BMT UGT Nusantara siap melakukan pendampingan terhadap kopontren-kopontren di seluruh Indonesia,” ujarnya pada seminar online Pengembangan Koperasi Pondok Pesantren dengan topik ‘Holding dan Jaringan Koperasi Pondok Pesantren Potensial Membangun Ekonomi Umat’ beberapa waktu lalu.

 

Sementara itu, CEO Kopontren Al-Ittifaq, Ustadz Setia Irawan mengimbuhkan, dirinya telah sukses mengembangkan koperasi di sektor agribisnis. Kopontren Al Ittifaq sendiri telah mengkonsolidasikan beberapa kopontren-kopontren kecil di wilayah Jawa Barat dalam bentuk kemitraan. Kopontren Al Ittifaq menghasilkan beberapa komoditas unggulan, seperti jeruk dekopon, horenzo (bayam Jepang), cabai, wortel Shinkuroda, Butternut Pumpkin (Labu madu), dan jagung. 

 

“Kami juga memiliki peternakan domba dan sapi. Produk-produk Al-Ittifaq dipasarkan ke pasar tradisional, supermarket dan mall.  Saat ini, pemasaran juga dilakukan melalui aplikasi Alifmart.  Kemitraan pun dilakukan seperti dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) dan Programma Uitzending Manager (PUM), Belanda,” urai Irawan.

 

Deputi Bidang Perkoperasian Kementerian Koperasi dan UKM, Ahmad Zabadi menyatakan, peningkatan status kopontren menjadi holding dapat dilakukan dengan cara meningkatkan kemampuan manajerial, modernisasi dan membangun jaringan usaha.

 

Zabadi meyakini, dengan dibentuknya holding kopontren menjadi suatu keharusan dan kebutuhan, guna mengahadapi tantangan dan persaingan bisnis yang sangat kompetitif serta untuk mewujudkan koperasi modern yang berdaya saing. Selain itu, holding kopontren juga diyakini mampu melahirkan santri-santri preneur yang berkarakter.

 

“Pondok pesantren saat ini berjumlah 127.124, yang di dalamnya terdapat kopontren sebanyak 2.439 unit yang aktif dari total 3.500 unit kopontren, jumlah anggota sebanyak 163.408 orang, volume usaha sebesar Rp 1,517 triliun dan aset Rp 1,134 milyar,” sebutnya.

 

Menurutnya, ini merupakan potensi ekonomi yang besar. Melalui kopontren, pondok pesantren diharapkan tidak hanya mencetak santri yang mumpuni dalam ilmu agama, tetapi juga menghasilkan entrepreuner (wirausaha) muda atau santri preneur yang siap kembali ke masyarakat untuk membangun perekonomian umat.

 

Zabadi pun mengimbau kepada pimpinan pondok-pondok pesantren yang memiliki kopontren, untuk saatnya membangun jaringan dan membentuk holding yakni kopontren modern yang mengkonsolidasikan kopontren-kopontren yang secara pendekatan seperti ini akses pasar, permodalan, teknologi informasi akan mudah dilakukan dan dijangkau oleh kopontren-kopontren kecil. 

 

“Modernisasi ini dilakukan melalui pengembangan model-model bisnis baru yang lebih inovatif untuk digitalisasi koperasi dan lebih fokus pada penguatan koperasi sektor riil. Terlebih, kopontren dapat membuat para santri berminat untuk berkoperasi dan juga mendorong Koperasi di lingkungan pondok pesantren untuk berkembang. Kamu juga sedang menyiapkan pola atau model kemitraan bagi kopomtren supaya dapat bertumbuh lebih baik,” kata dia. ed/bella

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain