Jumat, 13 Agustus 2021

Kelompok Ternak Unggas Jumantono Segera Jadi Percontohan BUMP

Kelompok Ternak Unggas Jumantono Segera Jadi Percontohan BUMP

Foto: ist/dok.SeknasBUMP


Karanganyar (TROBOSLIVESTOCK.COM). Kelompok peternak unggas Mergo Seneng - kab Karanganyar dipandang layak dijadikan percontohan rintisan Badan Usaha Milik Peternak (BUMP) penerima subsidi jagung.

 

Hal itu dikatakan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, Agus Wariyanto saat menyalurkan subsidi jagung sejumlah 10 ton kepada peternak ayam petelur pada Minggu (8/8) di Sekretariat Kelompok Tani Mergo Seneng, desa Sedayu, kecamatan Jumantono, kabupaten Karanganyar.

 

Subsidi jagung untuk peternak unggas itu diberikan oleh Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah dan Sekretariat Nasional Badan Usaha Milik Petani (Seknas BUMP) Indonesia. Subsidi dilakukan guna membantu efisiensi operasional peternak ayam petelur karena tingginya harga komponen utama pakan komoditas jagung yang mencapai Rp 5.800/kg.

 

Dia menyatakan penyaluran tersebut sudah dilakukan ketiga kalinya sejak pertengahan Juli lalu. Kegiatan yang terselenggara pada siang hari itu merupakan bentuk respons cepat yang dilakukan oleh Pemprov Jateng dalam memberikan stabilitas pasokan dan harga.

 

“Sementara ini peternak dapat bertahan dulu dengan subsidi jagung, nanti berkembang lagi. Disini sudah ada Seknas BUMP Indonesia yang dapat membantu peternak terutama dalam Kredit Usaha Rakyat (KUR). Nanti bersama kita adakan rencana tindak lanjut agar dapat menjadi BUMP Ternak percontohan se-Solo Raya tentunya kita tata lagi sistemnya,” ujar Agus.

 

Dia menuturkan kondisi peternakan ayam petelur saat ini kalau besar ya besar banget kalau kecil ya kecil, sangat jarang yang berada di tengah tengah. Kelompok peternak ayam petelur mulai kita benahi sedikit demi sedikit yang terpenting kontinyu.

 

Agus  mengungkapkan bahwa penyaluran subsidi jagung ini merupakan upaya dalam membantu efisiensi biaya usaha peternak ayam petelur. Program kerjasama dengan Seknas BUMP saat ini fokus pada pemenuhan kebutuhan jagung sebagai bahan baku pakan ternak. Selain itu mendorong agar kelompok peternak unggas Mergo Seneng dengan membentuk BUMP agar dapat memfasilitasi kebutuhan anggota kelompok ternak terutama perihal pembiayaan serta peningkatan pendapatan.

 

Ketua Kelompok Ternak Mergo Seneng, Budi menambahkan kondisi peternak ayam petelur pada masa pandemi Covid-19 dapat dikatakan lesu. Budi mewakili kelompok ternak mengucapkan terima kasih banyak atas subsidi yang diberikan oleh Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah. Subsidi yang diberikan membuat peternak tidak berpikir dua kali dalam mencari pasokan bahan pakan. Jagung yang diberikan Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah melalui kerja samanya dengan Seknas BUMP Indonesia memiliki kelebihan dalam hal kualitas dibandingkan pasokan lokal dari sekitar Jumantono.

 

“Banyak peternak ayam petelur saat pandemi covid-19 ini merugi. Peternak disini kebanyakan mengeluh karena bisa beli bibit ayam tapi tidak bisa beli pakan. Maka pasokan jagung dari Dishanpan yang berkualitas baik harus dipertahankan terus. Sedikit sedikit budidaya ayam petelur harus dibenahi minimal dari pakan, nanti setelah pakan tersedia kontinu mungkin perbaikan bibit atau kandang,” jelas Budi. 

 

Pada kesempatan tersebut Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah, Sumanto hadir memberikan dukungan terhadap program yang dilakukan. Sebagai ketua komisi yang menangani bidang perekonomian, Sumanto mengatakan peningkatan ekonomi masyarakat terutama untuk kesejahteraan petani dan peternak memang harus membuat ruang kolektif bersama. Pembentukan BUMP Mergo Seneng dapat menjadi pilot project bagi Kabupaten Karanganyar.

 

“Buat ruang-ruang kebersamaan secara kolektif. Saya dukung untuk rencana ini agar dapat menjadikan pilot project bagi peternak ayam petelur di Karanganyar,” ucap Sumanto.

 

Ketua Seknas BUMP Indonesia, Sugeng Edi Waluyo menyampaikan kesiapan untuk mendampingi peternak ayam petelur dalam membentuk BUMP. Edi menegaskan pembentukan BUMP dapat segera direalisasikan tentu dengan prosedur yang sistematis agar dapat saling bersinergi dengan BUMP yang sebelumnya sudah terbentuk.

 

“BUMP sudah ada produk hukumnya melalui UU, perda, dan sislogda jadi tinggal melaksanakan saja untuk dikembangkan di Karanganyar. Pembentukan BUMP ini semakin cepat semakin baik, namun harus melalui proses asesment yang sesuai agar dapat berkelanjutan. BUMP yang sudah tersebar di beberapa daerah di Indonesia dapat menjadi mitra terutama terkait penyaluran bahan baku pakan berupa jagung,” jabarnya. ed/zul

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain