Kamis, 19 Agustus 2021

Manfaat Herbal Sebagai Aditif Pakan Unggas

Manfaat Herbal Sebagai Aditif Pakan Unggas

Foto: ist/dok.NoviMayasari


Jakarta (TROBOSLIVESTOCK.COM). Sebagai  feed aditif, herbal disisipkan dalam formulasi ransum unggas dengan porsi sangat sedikit, namun memiliki nilai yang besar bagi produksi maupun unggas.

 

Feed additives digunakan dalam rangka untuk meningkatkan efisiensi ransum atau meningkatkan feed konversinya, sehingga pakan yang dikonsumsi bisa meningkatkan kecernaan dan metabolismenya,” kata Denny Rusmana, Dosen Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran (Unpad).

 

Selain meningkatkan efisiensi ransum, Denny juga menyebutkan bahwa  feed aditif dalam ransum juga dapat berperan sebagai growth promoters, meningkatkan palatabilitas, memberikan kualitas produk yang diinginkan, sebagai pengawet, serta sebagai immunostimulant.

 

Feed additives dapat berupa antijamur, antibiotik, antelmintik, antioksidan, immunostimulant, hormon, enzim, pewarna, dan ammonia control. Namun adanya pelarangan penggunaan hormon dan antibiotik sebagai feed additives yang diatur dalam Undang-Undang Peternakan dan Kesehatan Hewan No. 18 tahun 2009 dan Peraturan Menteri Pertanian No. 14 tahun 2017 Pasal 16 dan 18. Sehingga dicarilah berbagai alternatif lain untuk menggantikan peran tersebut, salah satunya yaitu pemanfaatan herbal.

 

Novi Mayasari, Dosen Fakultas Peternakan Unpad dalam sebuah seminar online menjelaskan herbal adalah bahan yang berasal dari herb atau tanaman. Di dalam tanaman terdapat senyawa aktif yang merupakan zat biologis yang dapat berperan dalam proses metabolisme.

 

“Sehingga senyawa aktif ini merupakan suatu zat yang sangat penting untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan tanaman tersebut,” ujarnya.

 

Novi menyebutkan beberapa senyawa kimia yang ada di dalam tanaman yang sering dimanfaatkan bentuknya bermacam-macam, seperti phenolic, alkaloid, terpenoid, phospholipid, dan lain sebagainya.

 

“Sebetulnya sifat biologis senyawa alami itu banyak sekali dan sering digunakan sebagai obat. Ada antivirus, antifungi, analgestik, antikanker, antibakteri dan lain-lain,”

 

Sedangkan pada unggas, herbal dimanfaatkan sebagai appetite stimulant (meningkatkan palatabilitas), antimikroba, antelmintik, antibiotik, antifungi, antioksidan, penurun kolesterol dan immunomodulator.

 

“Banyak sekali penelitian terkait pemanfaatan herbal pada unggas, namun disampin itu juga terdapat berbagai tantangan untuk ke depannya,” ucapnya.

 

Terkait tantangan tersebut, Novi mengatakan belum banyaknya kajian terkait identifikasi sifat biologis dari senyawa kimia, bagaimana cara implementasinya, bagaimana batasan penggunaannya. Selain itu konsistensi kandungan senyawa aktif pada tanaman juga sering berubah oleh faktor lingkungan.

 

Selanjutnya, metode isolasi senyawa kimia yang tidak tepat akan menyebabkan kerja senyawa kimia menjadi tidak optimal. Bahkan produk herbal saat ini pun masih bersaing dengan manusia, baik untuk makanan maupun bahan bakar. ed/shara

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain