Sabtu, 4 September 2021

Pelepasan Ekspor Perdana Produk Olahan Ayam

Pelepasan Ekspor Perdana Produk Olahan Ayam

Foto: dok.istimewa


Karawang (TROBOSLIVESTOCK.COM). Ekspor perdana produk ayam olahan chicken nugget yang diproduksi oleh salah satu pabrik pengolahan unggas di kabupaten Karawang dilepas oleh Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) pada Jumat (27/8).

 

SYL berkomitmen penuh untuk mendorong industri pengolahan pada komoditas peternakan dalam meningkatkan nilai tambah produk untuk menodongkrak kontribusi sektor pertanian dan kesejahteraan masyarakat melalui Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor Pertanian (GRATIEKS).

 

“Negara tujuan ekspor harus diperluas, minimal chicken nugget Indonesia menguasai negara-negara tetangga, yakni Papua Nugini, Malaysia, Timor Leste, Singapura, Myanmar dan negara lainnya,” sebutnya.

 

Sementara itu, Direktur Utama PT Taat Indah Bersinar, Tjandra Srimulianingsih mengatakan ekspor berupa chicken nugget sebanyak 18 ton akan dikirimkan secara bertahap hingga akhir tahun 2021 ke Bangladesh.

 

“Suplai bahan baku untuk RPA (Rumah Pemotongan Ayam) dan pabrik pengolahan, didapatkan dari peternakan yang menerapkan good farming practice dan dibawah pengawasan dokter hewan dan sarjana peternakan yang berpengalaman,” kata Tjandra.

 

Tjandra memberikan apresiasinya kepada pemerintah saat ini khususnya Kementan yang sangat mendukung ekspor produk value added pertanian. Khususnya produk hasil olahan unggas dengan berbagai upaya seperti kemudahan proses ekspor diberikan untuk meningkatkan nilai ekspor komoditi pertanian, untuk pelaku usaha di Indonesia dan meningkatkan nilai ekspor pertanian.

 

“Kapasitas produksi daging ayam ras dalam negeri pada tahun 2021 sebesar 3,5 juta ton, sedangkan konsumsi sebesar 3,12 juta ton artinya ada potensi surplus 377 ribu ton daging ayam untuk di ekspor,” kata Nasrullah, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH).

 

Ia melaporkan saat ini baru tercatat ada 9 perusahaan pelaku usaha ekspor unggas di Indonesia, dengan pelepasan ekspor pada hari ini, maka PT Taat Indah Bersinar menggenapkan menjadi 10 pelaku usaha ekspor produk unggas.

 

“Berdasarkan data BPS, kinerja ekspor komoditas peternakan periode bulan Januari - Juli tahun 2021 mencapai 192.034 ton dengan nilai $ 807.587.385 atau setara Rp 11,7 trilyun. Dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2020, volume ekspor meningkat sebesar 9,72 % dan nilai ekspor meningkat sebesar 72,9 %,” jelasnya.

 

Nasrullah menuturkan bahwa berbagai komoditas peternakan Indonesia saat ini telah mampu menembus pasar dunia, seperti daging ayam olahan, sarang burung walet, pakan ternak, obat hewan, produk susu olahan, ternak babi, kambing dan domba hidup sampai ke produk larva kering.

 

Dikatakannya, pertumbuhan ekspor produk unggas sejak tahun 2018 juga mengalami pertumbuhan rata-rata 37 % setiap tahunnya, yakni ke beberapa negara seperti Jepang, Singapura, Timor Leste, Papua New Guinea dan Myanmar. "Dengan adanya Program GRATIEKS kami targetkan pertumbuhan nilai ekspor produk olahan komoditas peternakan naik tiga kali lipat pada tahun 2024 sehingga turut mampu meningkatkan kesejahteraan para peternak kita," tutup Nasrullah. ed/shara

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain