Selasa, 14 September 2021

Rumput Pakchong, Disukai Sapi dan Kambing

Rumput Pakchong, Disukai Sapi dan Kambing

Foto: dok.istimewa


Semarang (TROBOSLIVESTOCK.COM). Rumput Pakchong merupakan jenis rumput unggul yang berasal dari Thailand yang merupakan persilangan antara rumput Gajah (Pennisetum purpureum Schumach) dengan Pearl millet (Pennisetum glaucum).

 

Bagi ternak ruminansia, hijauan pakan ternak memiliki persentase tertinggi dalam biaya produksi yaitu 70 %. Kondisi tersebut, menjadikan rumput sebagai komoditas pakan ternak diharuskan memiliki keunggulan. Salah satunya rumput Pakchong yang dinilai dapat tumbuh dengan baik diberbagai lokasi tetapi akan berkembang sangat baik pada tanah yang kaya akan bahan organik.

 

Berdasarkan keterangan dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah disebutkan awalnya bagi peternak mengenal rumput ini dari mulut ke mulut. Rumput Pakchong diteliti dan dikembangkan oleh Prof Kralas Kiyothong selama 6 tahun dan penanamannya dilakukan di daerah Pak Chong, Thailand.

 

Lebih lanjut, meskipun rumput Gajah sangat banyak jenisnya. Kendati demkian, rumput Pakchong memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan jenis rumput yang lain. Misalnya perbedaan rumput Pakchong dan rumput Kolonjono terletak pada ukuran tinggi. Tinggi rumput Pakchong bisa mencapai sekitar 5 meter namun batangnya relatif tidak keras sehingga bisa dikonsumsi oleh ternak. Itulah mengapa rumput Pakchong lebih disukai oleh hewan ternak seperti sapi dan kambing.

 

Menurut Suherman dan Herdiawan (2021), produksi rumput Pakchong per tahun berkisar 250-275 ton/ha dan kandungan protein kasar 16-18%.  Sedangkan berdasarkan hasil penelitian Sarker et al. (2019) tentang produktifitas rumput Pakchong yang dipanen pada umur 70, 80 dan 90 hari. Bahwa rumput yang dipanen pada umur 90 hari menghasilkan lebih tinggi biomassa dan parameter lain.

 

Kelebihan lain yang dimiliki rumput Pakchong dibandingkan dengan jenis rumput yang lain rumput Pakchong memiliki usia tanam dan panennya cukup panjang yaitu hingga 9 tahun. Dalam setahun rumput Pakchong bisa dipanen sampai 3 kali.

 

Selain memiliki kelebihan dari rumput Pakchong terdapat pula kelemahan salah satunya pemanenan terlambat maka rumput akan mulai mengeras yang menyebabkan kandungan gizinya menurun. 

 

Dengan mengenal lebih jauh karakteritik tentang rumput Pakchong dapat menambah pengetahuan tentang jenis hijauan pakan ternak (HPT) yang unggul. Namun demikian pengembangan HPT harus diikuti pengembangan inovasi dan teknologi baik untuk usaha budidaya rumputnya juga upaya untuk mengolah rumput tersebut sebagai cadangan pakan ternak di musim kemarau. ue/zul

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain