Selasa, 21 September 2021

Pasokan Jagung Pemerintah Sudah Diterima Peternak Blitar

Pasokan Jagung Pemerintah Sudah Diterima Peternak Blitar

Foto: ist/dok.Kementan


Blitar (TROBOSLIVESTOCK.COM). Pasokan jagung sebanyak 100 ton dari pemerintah sebagai tindak lanjut upaya stabilisasi harga dan pasokan jagung sudah diterima peternak ayam petelur Blitar.

 

Rofi, tokoh peternak dari Kelompok Ternak Ayam Petelur Mandiri di Blitar melaporkan bahwa jagung yang dikirimkan oleh Mentan SYL sudah diterima pada Senin (20/9). “Terima kasih kepada presiden dan mentan atas bantuan ini, sangat membantu peternak di wilayah Blitar. Nantinya jagung ini akan kami manfaatkan untuk pakan ternak,” ucapnya.

 

“Adanya kerja sama dengan petani jagung di Sumenep, Bojonegoro, Blitar dan Lamongan dengan peternak Blitar yang dilakukan Kementan sangat membantu untuk jaminan pasokan jagung sebagai bahan baku pakan,” kata Rofi. Ia menegaskan tetap akan mengutamakan bahan baku pakan dalam negeri yakni jagung yang diproduksi petani dalam negeri.

 

Selanjutnya, untuk harga jagung peternak mengaku bisa menyelesaikan dengan kemitraan petani jagung. Namun hal ini dapat dilakukan jika pabrik pakan dan pedagang jagung ini bersama-sama peternak menjaga harga pakan dan harga jagung, membeli dengan harga yang wajar.

 

Rofi mengatakan jika jagung dibeli dalam skala besar dapat menjadi panutan harga, sehingga semua akan mengikuti. Menurutnya sumber masalah dari harga jagung ada pada pasar pakan.

 

“Ada dominasi pabrik terhadap pasar pakan, mempunyai stok jagung dan itu bisa menpengaruhi harga jagung, sehingga solusinya masalah hubungan antara peternak yang besar dengan kecil supaya take and give, tidak saling mematikan. Ingin kami adalah petani jagung menikmati untung, peternak untung, pabrik juga untung dan konsumen juga enak. Semua seimbang,” ungkap Rofi.

 

Hal yang sama disampaikan Sukarman, Ketua Koperasi Peternak Unggas Sejahtera Kabupaten Blitar. Ia mengungkapkan rasa terima kasih karena mendapatkan distribusi jagung yang pendistribusian dibiayai Kementan.

 

Dia juga mengatakan jagung sudah diantarkan kepada para peternak. “Hari ini datang 100 ton di dua titik. Kami menunggu pengiriman berikutnya, sekali lagi terima kasih,” ujar Sukarman.

 

Sementara itu, Suprans yang merupakan salah satu petani jagung Blitar berharap untuk menjamin pasokan jagung bagi peternak mandiri, produksi petani dapat ditampung semua sehingga nantinya tidak ada masalah kelangkaan stok jagung untuk pakan.

 

“Kalau perlu penambahan lagi kami akan dukung, kami perlu pipanisasi untuk pengairan supaya petani bisa tanam jagung untuk cukupi kebutuhan peternak yang lebih banyak,” ujar Suprans.

 

Selain bantuan nyata pada jagung, Kementan melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan turut menghelat penandatanganan perjanjian kerja sama antara petani jagung di Sumenep, Bojonegoro, Blitar dan Lamongan dengan peternak Blitar pada Sabtu (19/9).

 

Hal tersebut dilakukan agar pendistribusian jagung ke peternak ayam petelur mandiri benar-benar terjamin. Kerjasama tersebut berlaku hingga 31 Desember 2022 dan dapat diperpanjang lagi sesuai kebutuhan dan kesepakatan.

 

“Surplus jagung di Jawa Timur sebesar 3,9 juta ton pipil kering. Perkembangan jagung di Jawa Timur berdasarkan realisasi luas panen mencapai 1,061 juta ha dengan potensi hasil 5,88 juta ton pipil kering,” lapor Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Hadi Sulistyo.

 

Kerjasama petani jagung binaan Kementan di Jawa Timur dengan peternak Blitar dapat menjamin harga jagung petani dan pasokan jagung bagi peternak dengan harga yang wajar.

 

“Kalau hitungan kebutuhan pakan ternak 3,6 juta ton, maka produksi jagung Jatim bisa dikatakan mampu memenuhi. Memang setiap tahun terjadi permintaan jagung baik pakan maupun pangan sehingga memang perlu petani jagung dan peternak duduk bersama mengatasi solusi harga pakan ternak,” ujar Hadi.

 

Dia meyakinkan bahwa produksi jagung di Jawa Timur lebih dari cukup. Hal ini tentu berdasarkan data sesuai laporan dari kabupaten-kabupaten tentang kondisi panen jagung. Tanam jagung sendiri akan dimulai pada bulan Oktober dan Dinas Pertanian kabupaten akan terus melaporkan data panen jagung secara mingguan. ed/shara

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain