Selasa, 21 September 2021

Inilah Strategi Benahi Industri Perunggasan Menurut Aspirasi Peternak

Inilah Strategi Benahi Industri Perunggasan Menurut Aspirasi Peternak

Foto: ist/dok.Gopan


Bogor (TROBOSLIVESTOCK.COM). Peternak broiler (ayam ras pedaging) menyusun aspirasi berisi strategi untuk membenahi sengkarut industri yang semakin berlarut-larut.

 

Peyusunan naskah dilakukan pada koordinasi peternak ayam broiler mandiri se-Jawa pada Selasa (21/9) di Botani Square Kota Bogor. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari arahan presiden yang disampaikan pada pertemuan tanggal 15 September 2021 di Istana Negara.

 

Adapun poin – poin strategi yang mereka aspirasikan diantaranya adalah, pertama pemasaran hasil ayam broiler sering bermasalah, terutama dialami peternak mandiri kecil, karena sering bersaing dipasar tradisional dengan produksi dari perusahaan konglomerasi. Maka peternak broiler mengusulkan perlu segmentasi produk ayam broiler. Perusahaan konglomerasi tidak boleh menjual ayam hidup, karena menjual ayam hidup merupakan segmen pasar peternak rakyat mandiri kecil.

 

Kedua, peternak rakyat mandiri sering dihadapkan tingginya harga pakan dan bibit / day old chicks( DOC ) / anak ayam umur sehari. Harga DOC melangit karena dipicu oleh tingginya harga jagung, dimana jagung merupakan komposisi terbesar dari pakan ayam (50% ). Maka peternak menyampaikan permohonan agar pemerintah secara rutin mengadakan jagung dengan harga yang wajar dan persediaan yang cukup.

 

“Seperti kondisi saat ini harga jagung yang mahal maka kami meminta pemerintah untuk melakukan import jagung untuk peternak mandiri lewat BUMN Pangan atau Koperasi,” tulis mereka.

 

Ketiga, mereka mengusulkan agar pemerintah untuk mempunyai cadangan jagung pemerintah sebanyak 500.000 ton yang penyelenggaraannya ditugaskan kepada BUMN Pangan.

 

Keempat, peternak meminta ditetapkan Harga Eceran Tertinggi ( HET ) day old chick( DOC ) dan pakan, atau harga DOC disesuaikan dengan harga ayam hidup yaitu sebesar 25 % dari harga ayam hidup. Maka, usulan ini sekaligus berkonsekuensi pada revisi harga acuan ayam hidup pada Permendag No. 07 tahun 2020.

 

Kelima, jika terjadi harga jual ayam hidup terendah ditingkat peternak mandiri mohon BUMN Pangan dapat ikut berperan untuk menyerap ayam-ayam peternak mandiri dengan ketentuan harga yang wajar dan dapat menjadi cadangan pangan nasional.

 

Keenam, daging ayam broiler dimasukan ke dalam program bantuan-bantuan sosial baik tingkat pusat, provinsi maupun kabupaten.

 

Ketujuh, peternak mengusulkan agar dilakukan pemerataan kepemilikan indukan ayam / grand parent stock(GPS) yang selama ini dikuasai oleh 2 ( dua ) perusahaan yang mendapat kuota + 65 %.

 

“Jadi kami memohon dapat didistribusikan secara merata dan berkeadilan sehingga peternak mandiri yang naik kelas bisa juga mendapatkan GPS tersebut. Dengan komposisi setiap perusahaan atau peternak mandiri mendapatkan kuota maksimal tidak lebih dari 20 %,” tulis mereka pada rilis yang mencantumkan nama Sugeng Wahyudi, (Sekjen Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional / GOPAN), Kadma Wijaya (Sekjen Perhimpunan Peternak Unggas Nusantara / PPUN) dan Pardjuni (representasi Pinsar Indonesia).

 

Delapan, peternak memohon agar poin-poin aspirasi mereka itu diperkuat secara legal formal dalam peraturan yang bernuasa perlindungan terhadap peternak rakyat mandiri kecil dalam bentuk Peraturan Presiden (Perpres).

 

Sembilan, agar perkembangan atas kondisi industri perunggasan ini setiap saat bisa dilaporkan kepada pemerintah khususnya presiden RI, maka peternak memohon agar dibuat semacam tim kecil atau tim monitoring dan evaluasi yang didalamnya ada perwakilan peternak ungags rakyat mandiri. ist/rw/zul

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain