Senin, 27 September 2021

Vaksinasi Brucelosis di Jawa Timur

Vaksinasi Brucelosis di Jawa Timur

Foto: ist/dok.DitjenPKH


Probolinggo (TROBOSLIVESTOCK.COM). Penyakit brucelosis dapat menyebabkan keluron atau keguguran pada ternak, bersifat zoonosis atau menular pada manusia.

 

Salah satu wilayah dengan persentase prevalensi brucelosis yang tinggi yaitu Jawa Timur, karena memiliki jumlah populasi sapi yang tinggi.

 

Direktur Kesehatan Hewan, Nuryani Zainuddin mengatakan bahwa prevalensi brucelosis di Jawa Timur (kecuali Pulau Madura) relatif tinggi, yaitu mencapai 3.41% pada tahun 2021. Artinya dari 100 ekor sapi yang ada, lebih dari 3 hewan yang terinfeksi. Tentunya hal ini berdampak pada potensi penurunan populasi dan produktifitas sapi.

 

Brucelosis menjadi penyakit hewan menular strategis (PHMS) yang butuh penanganan serius. Penyakit ini dicegah dengan cara vaksinasi. Program vaksinasi brucelosis diselenggarakan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan).

 

Vaksin Brucivetadalah vaksin yang dapat digunakan dalam upaya pencegahan dan pemberantasan brucelosis. Vaksin tersebut merupakan salah satu produk yang dapat dihasilkan oleh Pusat Veternaria Farma (Pusvetma) dimana Pusvetma merupakan satu-satunya Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) milik pemerintah di bawah Ditjen PKH yang memproduksi vaksin hewan.

 

Program vaksinasi dilaksanakan secara masal pada peternakan sapi perah yang tergabung dalam Koperasi Unit Desa (KUD) Argopuro, Krucil, Probolinggo. Dalam kegiatan tersebut, Pusat Veternaria Farma (Pusvetma) sebagai salah satu unit kerja di bawah Ditjen PKH melakukan penyerahan bantuan vaksin Brucivetsebanyak 500 dosis kepada KUD tersebut.

 

Kegiatan vaksinasi ini juga dilakukan sekaligus dalam rangka memeriahkan Bulan Bhakti Peternakan dan Kesehatan Hewan yang berlangsung sampai dengan bulan September 2021.

 

“Kalau ada vaksin produk lokal yang berkualitas kenapa harus (pakai) produk impor,” kata Nuryani dalam sambutannya. Acara turut dihadiri oleh perwakilan Ditjen PKH, perwakilan dinas daerah, perwakilan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), PT Nestle Indonesia, Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Kecamatan Krucil, Pengurus dan para Pengawas KUD Argopura Krucil serta perwakilan peternak.

 

Agung Suganda selaku Kepala Pusvetma juga mengajak masyarakat untuk mencintai dan menggunakan produk-produk dalam negeri.

 

“Pusvetma menyediakan vaksin hewan berkualitas. Negara tetangga telah menggunakan produk milik Indonesia (Pusvetma), seharusnya kita di NKRI sendiri, mencintai dan menggunakan produk-produk dalam negeri yang kualitasnya tidak kalah dan lebih cocok dengan situasi penyakit di Indonesia,” ungkapnya.

 

Selanjutnya, Agung menjelaskan bahwa Pusvetma juga menggandeng PT Nestle Indonesia untuk terus mensosialisasikan penggunaan vaksin Brucivetpada peternakan sapi perah di bawah binaan PT Nestle Indonesia mendukung pembebasan brucelosisdi Jawa Timur. KUD Argopuro sendiri merupakan salah satu KUD binaan PT Nestle Indonesia.

 

KUD ini memiliki anggota yang cukup besar dan jumlah sapi perah cukup banyak yaitu sekitar 5.000 ekor. Setiap harinya kurang lebih 42 ton susu segar di suplai ke PT Nestle dengan standar yang sudah ditetapkan.

 

Bagi peternak, sapi perah menjadi aset terbesarnya, sebagai sumber penghasilan bagi peternak. Kesehatan ternak pun menjadi prioritas agar produksi susu dan populasinya terjaga, salah satunya dengan berupaya untuk menjaga kesehatan sapi melalui vaksinasi Brucella. ist/ed/shara

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain