Jumat, 15 Oktober 2021

Evaluasi Pelayanan Informasi Publik di Kementan

Evaluasi Pelayanan Informasi Publik di Kementan

Foto: ist/dok.Kementan


Jakarta (TROBOSLIVESTOCK.COM). Kementerian Pertanian menggelar penilaian dan pemeringkatan internal implementasi pelayanan Keterbukaan Informasi Publik (KIP) yang diikuti oleh seluruh lembaga yang dinaunginya.

 

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri menyebutkan terdapat 4 kriteria dalam melakukan penilaian yang dilakukan oleh tim juri profesional. Diantaranya kategori informatif yang memiliki nilai 90 - 100, kategori menuju informatif dengan nilai 80 - 90 dan kategori kurang informatif dengan nilai 60.

 

Adapun kegiatan pemeringkatan tahun ini dilaksanakan berdasarkan monitoring dan evaluasi terhadap 175 Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi Unit Kerja dan Unit Pelaksana Tekis (PPID UK/UPT) serta 234 UK/UPT di lingkup Kementan. Penilaian ini juga dilakukan secara langsung oleh tim juri melalui situs web portal PPID yang diisi oleh PPID pelaksana yang ada di lingkup kerja Kementan.

 

Tim juri diketuai Wakil Ketua Komisioner Komisi Informasi Pusat (KIP) Hendra J Kede, dan anggota antara lain Profesor Siti Zuhro dari peneliti senior Pusat Penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Tia Tirtasari dari Tenaga Ahli Komisi Informasi Pusat, Agus Wijaanto dari Tenaga Ahli dan M Yasin dari Akademisi Universitas Indonesia.


Pada Anugerah KIP 2021 Kementan tersebut, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) menduduki peringkat sebagai Unit Kerja Eselon I terinformatif, untuk Unit Kerja Eselon II terinformatif diraih oleh Pusat Veteriner Farma, dan Balai Embrio Ternak Cipelang sebagai Unit Kerja Eselon III terinformatif.

 

Untuk Kategori khusus Inovasi Pelayanan Informasi Publik Terbaik diraih Badan Karantina Pertanian,  penerima penghargaan sebagai Eselon I dengan Sarana dan Prasarana Informasi Publik Terbaik yaitu Direktorat Jenderal (Ditjen) Hortikultura, Eselon I dengan Komitmen Pimpinan Terbaik diraih Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Pertanian.

 

Sementara itu, Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian meraih dua kategori khusus yaitu Unit Kerja Eselon I dengan Penderasan Informasi Terbaik dan Pelayanan Informasi Publik Teresponsif.

 

Di sisi lain, pada kategori Unit Kerja Eselon II dengan Komitmen Pimpinan Terbaik yaitu Pusat Veteriner Farma. Sedangkan Balai Embrio Ternak Cipelang diganjar sebagai Unit Kerja Eselon III dengan Komitmen Pimpinan Terbaik.

 

Urgensi Pelayanan Informasi Publik

Syahrul Yasin Limpo (SYL), Menteri Pertanian (Mentan) tegaskan pentingnya layanan dan akses data, serta keterbukaan infomasi publik dalam menjalankan roda pembangunan pertanian masa depan yang memiliki misi maju, mandiri dan modern.

 

“Informasi publik merupakan awal dari lahirnya sebuah data yang penting sebelum melakukan pengambilan kebijakan,” sebut SYL.

 

SYL menegaskan bahwa pada masa ini, informasi publik menjadi sangat penting. Dalam kegiatan Anugerah Keterbukaan Informasi Publik (KIP) tahun 2021 di Jakarta pada Senin (11/10), ia mengatakan informasi publik membuat kita mampu membangun hal-hal baru dan melahirkan konsepsi serta program yang berbasiskan pada data.

 

“Yang lebih penting informasi publik mampu melahirkan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat," tegasnya.

 

Data dan informasi publik merupakan senjata utama pada sektor pertanian yang tidak boleh dipermainkan dan dijadikan sebuah kebijakan yang menyesatkan. Ia mengatakan berasal dari informasi yang terpublikasi nantinya akan melahirkan transparansi.

 

"Dari informasi yang terbuka itu maka akan melahirkan akuntabilitas publik, sudah cocok tidak antara data dan harapan dan kebutuhan publik? Kita bilang data kita bagus, tapi publik bilang tidak. Itu kan repot. Maka transparansi membangun akuntabilitas publik," katanya.

 

Tahun 2020 lalu, Kementerian Pertanian (Kementan) 24 penghargaan tingkat kementerian dari lembaga negara dan Institusi nasional. Semua penghargaan itu diraih kementan melalui pijakan data dan informasi publik.

 

"Secarik pengharagaan ini membuktikan bahwa itulah hasil kerja keras kita. Ini lebih mahal dari uang, dan inilah yang dibutuhkan. Transparansi dan akuntabilitas dalam membangun tim yang kuat, menjadi bagian yang harus terus dilakukan. Yang paling mahal dalam melakukan tugas dan mencapai prestasi tugas adalah bukan dari uang yang tersedia, dan prasarana yang ada. Tapi dari semangat dan kemauan," ujarnya. ed/shara

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain