Kamis, 21 Oktober 2021

Lepas Antibiotik, Ada Asam Organik dan Fitobiotik

Lepas Antibiotik, Ada Asam Organik dan Fitobiotik

Foto: ist/dok.FapetUGM-NanungDD


Yogyakarta (TROBOSLIVESTOCK.COM).Penggunaan antibiotik untuk selain pengobatan harus ditinggalkan karena beresiko sangat tinggi, industri perunggasan kini berharap pada teknologi feed additive berbasis asam organik dan fitobiotik.

 

Nanung Danar Dono, Dosen Nutrisi Ternak Unggas, Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta pada sebuah seminar daring beberappa saat lalu menyatakan penggunaan antibiotic growth promoter (AGP)dalam pakan terbukti bermanfaat mengendalikan populasi mikroba patogen usus. Ketika koloni dan populasi patogen dapat diminimalkan, maka kerusakan fisik akibat metabolit beracun yang dihasilkan patogen juga dapat diminimalkan.

 

“Alhasil, sel-sel mikrovili dapat tumbuh secara optimal dan mampu bertugas menyerap mikro-nutrien yang telah tersedia di dalam saluran pencernaan dengan lebih maksimal. Ketika mikro-nutrien banyak terserap, maka proses konversi nutrien pakan menjadi daging (pada ternak pedaging) dan telur (pada ternak petelur) menjadi lebih maksimal pula,” terang dia.

 

Di sisi lain, menurut Nanung, terlepas dari manfaat nyata yang didapat oleh pelaku industri peternakan unggas, masyarakat justru khawatir akan munculnya 2 halyaitu resistensi dan residu. Masyarakat khawatir akan kemungkinan muncul dan berkembangnya mikroba yang resisten (tahan atau kebal) terhadap antibiotik. Masyarakat juga khawatir akan kemungkinan keberadaan residu antibiotik pada produk ternak unggas (daging dan telur).

 

Pemerintah negara-negara Eropa dan berbagai belahan dunia lainnya bahkan Indonesia telah melarang penggunaan antibiotik pada pakan sebagai pemacu pertumbuhan ternak. Ketika antibiotik secara resmi dilarang, mikroba-mikroba patogen kembali berkembang biak dan menyebabkan berbagai penyakit klasik.

 

“Kerugian besar tentunya kembali diderita oleh pelaku industri ternak unggas. Oleh sebab itu, alternatif pengganti antibiotik harus dicari agar problem kesehatan ternak unggas di era tanpa antibiotik dapat diselesaikan,” dia menerangkan.

 

Pengganti Antibiotik

Nanung melanjutkan, hasil dari banyak penelitian menunjukkan bahwa imbuhan pakan seperti asam organik, fitobiotik, probiotik, prebiotik, sinbiotik, dan enzim eksogen, dapat menjadi alternatif yang menjanjikan.

 

“Asam organik dapat menjadi kandidat pengganti antibiotik karena penambahan asam organik pada pakan atau air minum dapat menurunkan pH digesta di dalam saluran pencernaan. Ketika pH turun, mikroba patogen tidak dapat hidup dengan normal, dan pada akhirnya berkurang populasinya. Ketika populasi patogen berkurang, maka efek buruk keberadaan patogen usus berkurang. Mikroba patogen dapat mati karena mereka dikenal sensitif pada perubahan (penurunan) pH lingkungan,” urainya.

 

Begitu pula dengan fitobiotik. Dengan mekanisme kerja yang agak berbeda, penambahan fitobiotik sebagai imbuhan pakan yang murni berasal dari tanaman dapat memperbaiki kesehatan usus dan kinerja pertumbuhan ternak unggas secara umum.

 

Berdasarkan hasil penelitiannya, menunujukkan bahwa penambahan pakan dengan 0,53 g/kg asam bensoat yang merupakan senyawa asam organik bermanfaat menurunkan konsumsi pakan, namun memberikan bobot akhir yang lebih baik dan nilai konversi pakan (FCR) yang lebih baik pula.

 

Studi penggunaan protein dan energi pakan menunjukkan bahwa penambahan 0,53 g/kg asam bensoat ini dapat meningkatkan efisiensi penggunaan protein dan energi pakan. Peningkatan kinerja pertumbuhan ini barangkali berkaitan dengan perbaikan kondisi sel-sel vilus (micro-villus) yang berfungsi menyerap nutrien pada dinding usus halus.

 

“Penambahan asam bensoat dengan level tersebut menstimulasi pertumbuhan sel vilus dan meningkatkan rasio tinggi vilus dibandingkan kedalaman kripta. Rasio tinggi vilus dibandingkan kedalaman kripta ini menggambarkan tingkat efisiensi pertumbuhan sel-sel vilus,” paparnya.

 

Hasil penelitian lainnya dari Nanung juga menunjukkan bahwa pemberian pakan dengan penambahan kombinasi 1 g/kg asam bensoat dan 5 g/kg fitobiotik dari tepung kunyit tidak mempengaruhi konsumsi pakan maupun profil saluran pencernaan (bobot ampela dan hati, serta dimensi duodenum, jejunum, dan ileum).

 

“Namun bermanfaat memberikan pertambahan bobot badan harian dan bobot akhir yang lebih baik dibandingkan pemberian pakan kontrol. “Perbaikan kinerja pertumbuhan ini nampaknya juga merupakan efek positif dari perbaikan kondisi histomorfologi saluran pencernaannya,” ujarnya.

 

Terakhir, penambahan pakan dengan penambahan 2 g/kg asam bensoat ataupun kombinasi 1 g/kg asam bensoat dan 5 g/kg tepung kunyit memperbaiki profil histomorfologi usus, sebagaimana ditunjukkan dengan pertambahan panjang dan lebar villus serta kedalaman kripta secara nyata. Studi lebih lanjut menunjukkan bahwa penambahan pakan dengan 10 g/kg tepung kunyit memberikan nilai kecernaan nutrien dan energi yang lebih baik.

 

“Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa asam organik dan fitobiotik dapat dipakai sebagai kandidat pengganti antibiotik dalam pakan ternak unggas,” tandasnya. ed/zul

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain