Selasa, 26 Oktober 2021

Kampus Dimata Alumni Fapet Unpad

Kampus Dimata Alumni Fapet Unpad

Foto: Dok. Ramdan


Jatinangor (TROBOSLIVESTOCK.COM). Dalam rangka Dies Natalis ke-58, Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran (Fapet Unpad) mengadakan Academic Talkshow yang bertajuk “Alumni Memandang Kampus – Kemarin, Hari ini, dan Esok” di Auditorium Fapet Unpad, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat pada (26/10). Kegiatan berlangsung secara hybrid yaitu luring dan daring.
 
Adapun pembicara yang tampil merupakan alumni dari Fapet Unpad yaitu Taufik Garsadi, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat; Yudi Guntara Noor, Ketua Umum HPDKI (Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia); Reka Gayantika, Head of Supply Management Grab Indonesia; dan Teguh Nugraha, Owner PT Mitra Berlian Unggas (MBU). Talkshow yang dihadiri oleh sesepuh, alumni berbagai angkatan, dan para pengajar Fapet Unpad ini dimoderatori oleh Yopi Safari Pemimpin Redaksi Majalah TROBOS Livestock.
 
Rahmat Hidayat, Dekan Fapet Unpad menyatakan, tantangan di dunia peternakan semakin berat sehingga harus ada bekal yang mumpuni dari calon lulusan sarjana peternakan. Melalui sinergi kampus dengan alumni bisa saling berinteraksi, melakukan penyempurnaan, dan menyatukan persepsi antara kampus dan non kampus agar bisa bersama-sama dalam satu visi guna menghadapi tantangan peternakan ke depan. “Alumni dapat memberikan masukan atau saran kepada akademisi agar lulusannya dapat sesuai dengan permintaan industri peternakan di masa yang akan datang,” pintanya.
 
Wakil Dekan Fapet Unpad, Andre R Daud menyampaikan, acara ini dalam rangka Dies Natalis ke-58 Fapet Unpad yang  bertujuan mempererat keterikatan antara alumni dan lembaga pendidikan tinggi. Selain itu sebagai parameter keberhasilan lembaga pendidikan. “Kolaborasi dengan alumni diharapkan dapat meningkatkan perkembangan dunia peternakan,” jelasnya.
 
Yudi Guntara Noor mengatakan fakultas peternakan dahulu kurang diminati mahasiswa. Namun sekarang sudah banyak diminati. Dalam perjalanan industri peternakan sendiri sudah banyak perubahan sehingga para akademisi perlu menyiapkan lulusannya agar sesuai perkembangan industri peternakan. “Mahasiswa diibaratkan bahan baku dan dosen menjadi kokinya,” ujarnya.  
 
Berdasarkan pengalaman Taufik Garsadi, dulu jika mahasiswa lebih suka belajar, kebanyakan menjadi peneliti, sementara yang biasa saja umumnya menjadi pegawai atau pengusaha. “Peran kampus sangat menunjang dalam perjalanan karier dan membangun jejaring harus dirintis sejak kuliah,” ungkapnya. 
 
Sementara Reka Gayantika mengatakan, pengalaman di kampus yang bisa diaplikasikan di dunia kerja, salah satunya adaptif dengan kondisi dan perubahan yang ada. “Perlu kolaborasi antara kampus dengan para alumninya agar dapat berkembang. Kampus diharapkan dapat membangun jiwa kompetitif yang sehat agar lulusan sarjana peternakan dapat berkembang di dunia kerja,” harapnya.
 
Teguh Nugraha menyebutkan, pihak kampus perlu menginformasikan kepada para mahasiswa tentang tokoh-tokoh peternakan yang sukses agar memicu semangat untuk mengembangkan industri peternakan ke depan. “Penyebaran informasi ini sangat penting untuk menarik minat berkiprah di bidang peternakan,” ujarnya. TROBOS/ramdan

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain