Rabu, 17 Nopember 2021

Pemerintah Tetapkan 6 Zoonosis Prioritas Nasional

Pemerintah Tetapkan 6 Zoonosis Prioritas Nasional

Foto: dok.istimewa


Jakarta (TROBOSLIVESTOCK.COM). Pemerintah menetapkan 6 penyakit zoonosisyang menjadi prioritas nasional, sebagai hasil koordinasi antara Kementerian Pertanian (Kementan), Kementerian Kesehatan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

 

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Nasrullah pada Sabtu (13/11). Menurutnya penetapan zoonosis prioritas ini penting untuk pencegahan dan pengendalian yang efektif dan terkoordinasi oleh sektor kesehatan, kesehatan hewan, kesehatan satwa liar dan sektor terkait lainnya.

 

Ia menyampaikan bahwa prioritas tersebut sangat penting guna membangun kapasitas nasional dalam pengendalian dan penanggulangan zoonosis. “Khususnya dalam hal deteksi, pelaporan, dan respon dini zoonosis dan ancaman kesehatan lainnya pada interfacemanusia-hewan-lingkungan," tambahnya. 

 

Sementara itu, Nuryani, Direktur Kesehatan Hewan, Ditjen PKH menyebutkan 6 penyakit zoonosis yang menjadi prioritas nasional.

 

“Yang disepakati menjadi prioritas adalah zoonosis yang disebabkan virus Influenza (Avian Influenza dan Swine Influenza), zoonosis yang disebabkan virus Corona (COVID-19 dan MERS), Rabies, Anthrax, Tuberkulosis zoonosis, dan Leptospirosis,” paparnya.

 

Nuryani menjelaskan zoonosis prioritas bersama tersebut ditetapkan setelah tim dari kementerian terkait melakukan proses penilaian menggunakan One Health Zoonotic Disease Prioritization(OHZDP) Tools.

 

“Terdapat 5 kriteria utama yang digunakan untuk menilai zoonosis tersebut, yakni dampak kesehatan bagi manusia, potensi mengakibatkan pandemi/epidemi/wabah/KLB, dampak ekonomi sosial dan ekologi, kapasitas intervensi dan pengendalian secara one health,” terangnya.

 

Tim lintas kementerian juga turut menyepakati kriteria lain yang digunakan untuk memprioritaskan zoonosis ini adalah potensi bioterorisme dari penyakit.

 

“Kegiatan ini didukung oleh FAO, WHO, dan CDC Amerika tersebut juga menghasilkan kesepakatan langkah-langkah penting dan rencana aksi dalam rangka meningkatkan kapasitas deteksi, pelaporan, dan respon cepat zoonosis prioritas tersebut di Indonesia,” pungkasnya.

 

"Kesepakatan ini juga menunjukan komitmen kementerian terkait dalam memperkuat ketahanan kesehatan yang menjadi agenda global dan nasional, terutama dalam menangani zoonosis dan penyakit infeksi baru yang berpotensi mewabah," tutupnya. ist/ed/shara

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain