Rabu, 17 Nopember 2021

Pengurus Silaturahmi dengan Pendiri GPPU

Pengurus Silaturahmi dengan Pendiri GPPU

Foto: Dok. Yopi


Bogor (TROBOSLIVESTOCK.COM). GPPU (Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas) merupakan perkumpulan di bidang perunggasan yang didirikan pada 24 Desember 1970 di Bogor Jawa Barat. Seiring perjalanannya, asosiasi yang sudah berusia setengah abad lebih ini, kini beranggotakan 35 perusahaan.
 
Guna mengenang kembali jejak perjalanan GPPU di masa lalu, pengurus pusat GPPU bersilaturahmi dengan Pramu Suroprawiro di kediamannya di Bogor Jawa Barat (17/11). Pramu merupakan salah satu pendiri asosiasi yang awalnya bernama Gabungan Peternakan Pembibitan Unggas Indonesia.
 
Pria kelahiran Malang Jawa Timur yang kini berusia 89 tahun ini pernah menjabat sebagai Ketua GPPU periode 1975 – 1979 dan Sekretaris Jenderal GPPU periode 1979 – 1981. Pria yang masih energik dengan ingatan yang tajam di usia yang hampir 1 abad ini juga menjabat kembali sebagai Ketua GPPU untuk periode 1981 – 1984 dan 1984 – 1987. 
 
Menurut pria yang merupakan pensiunan ASN (Aparatur Sipil Negara) di bidang peternakan dan pernah aktif menjadi pengurus di berbagai asosiasi salah satunya Kadin (Kamar Dagang dan Industri) Indonesia ini menyarankan, jika ingin sukses peternak harus bekerja dengan baik. “Tertib rajin, dan disiplin adalah kunci untuk sukses,” tegas pria yang lebih banyak mengisi waktunya dengan berkebun, beternak ayam lokal, dan ngemong cucu.
 
Pramu yang pernah mendirikan perusahaan pembibitan ayam di Balikpapan dan Samarinda Kalimantan Timur, serta Minahasa Sulawesi Utara ini masih terus mengikuti perkembangan industri perunggasan baik dari media nasional maupun internasional. Bahkan pria yang meraih penghargaan dari berbagai institusi hingga Presiden ini pun memiliki pandangan yang jauh ke depan untuk industri perunggasan tanah air.
 
Ia berpendapat, menyikapi perkembangan saat ini, usaha perunggasan secara terintegrasi merupakan sesuatu hal yang sangat ideal. Namun ditengah persaingan yang ada, semua pelaku perunggasan harus tetap bersatu untuk kemajuan bersama. 
 
Disamping itu, Pramu berharap besar agar usaha peternakan rakyat bisa tetap eksis karena semua harus diselamatkan. “Kemitraan inti plasma adalah cara yang terbaik untuk menyelamatkan semuanya. Perusahaan harus membesarkan plasmanya agar peternak rakyat bisa hidup. Saya sangat kagum dan bangga apalagi perusahaan besar bisa bermitra dengan peternak rakyat karena yang bermitra dengan peternak rakyat itu yang paling hebat,” tegasnya.
 
Ketua Umum GPPU, Achmad Dawami mengaku kagum kepada sosok Pramu yang terus mengamati perkembangan perunggasan tanah air hingga saat ini. Bahkan masih beternak unggas dan menjalankan usaha penetasan dengan komoditas ayam lokal. “Hingga usia beliau saat ini, beliau sangat berkomitmen terhadap peternakan ayam dengan memberikan kritik yang membangun. Beliau juga selalu menggaungkan pentingnya konsumsi protein hewani terutama dari daging dan telur ayam,” jelasnya.
 
Sedangkan Ketua 1 GPPU, Krissantono menyampaikan, Pramu adalah sosok yang konsisten dan berkomitmen untuk kemajuan GPPU karena sejak awal sebagai pendiri sehingga sampai sekarang punya harapan besar terhadap GPPU. “Semangat Pak Pramu harus kita teladani. Rasa memiliki beliau terhadap GPPU sangat besar. Hal itu yang harus di contoh oleh semuanya karena GPPU bukan sekedar tempat kita bernaung,” ujar Ketua Umum GPPU periode 2003 – 2018 ini. TROBOS/yopi
 
 
 

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain