Rabu, 24 Nopember 2021

Pekan Kepedulian Antimikrobia, Diisi Berbagi Telur dan Festival

Pekan Kepedulian Antimikrobia, Diisi Berbagi Telur dan Festival

Foto: dok.datuk-lampung


Lampung (TROBOSLIVESTOCK.COM). Peternak dan pelaku usaha berbasis telur menggelar Pekan Kepedulian Antimikrobia (World Antimikrobial Awareness Week-WAAW). Acara itu diisi dengan berbagi telur gratis, promosi makan telur 2 butir sehari, bazar produk peternakan, festival telur, dan ditutup dengan talkshow.

 

Telur yang dibagi merupakan sumbangan dari Pinsar Petelur Nasional (PPN) dan Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT) Lampung, untuk 10 Kabupaten/Kota masing-masing berjumlah 1.000 kg. Di kota Metro pembagian telur digelar di Rumah Dinas Wali Kota Metro, Jumat (19/11).

 

Ketua PPN Lampung Jenny Soelistiani telur berasal dari PPN Lampung sebanyak 600 kg dan dari GPMT sebanyak 400 kg. “Selain kita bagikan untuk anak stunting, juga kepada masyarakat umum,” ujarnya di sela-sela acara pembagian telur.

 

Sementara itu, walikota Metro – Wahdi Siradjuddin menjelaskan, pembagian telur ini merupakan bentuk kepedulian dunia usaha yaitu PPN dan GPMT sebagai salah satu aktor pembangunan atau pentahelix melalui Program Jaringan Masyarakat peduli Anak dan lbu (JAMA-PAI) demi mewujudkan Generasi Emas Metro Cemerlang (Gemerlang).

 

"Kegiatan ini juga untuk mendukung program JAMA-PAI kita. Ke depan melalui kegiatan ini diharapkan mampu memberikan makanan yang terbaik untuk anak kota Metro, ini sangat penting demi mewujudkan Kota Metro Gemerlang," ucapnya.

 

Selain itu, lanjut dia, pembagian telur ini bertujuan untuk menggugah perhatian dan kesadaran masyarakat akan pentingnya mengkonsumsi Pangan Asal Hewan (PAH) terutama telur yang bebas dari berbagai residu senyawa asing.

 

Puncak Kegiatan WAAW tahun 2021 dilaksanakan di SMK 2, Kota Metro bersamaan dengan Pencanangan Gerakan Emas Metro Cemerlang (Gemerlang). Diisi dengan pencanangan gerakan makan telur 2 butir sehari, bazar produk peternakan yang diikuti 20 perusahaan, festival telur yang diikuti 35 peserta dan talkshow tentang bahaya penggunaan antimikrobia.

 

Keluar sebagai pemenang pertama hingga harapan 3 sebagai berikut: Teaching Factory (Tefa) SMKN 1 Metro, Keysha Cooking Catering Metro, SMK Muhammadiyah 3 Metro, Jurusan Tata Boga SMKN 1 Metro dan Dapur Djowo Metro dan RM Wisata Malam Dam Raman Metro.

 

Acara ditutup dengan talkshow dengan tema “Telur untuk Indonesia Sehat dan Cerdas” dengan menampilkan narasumber Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner drh.Syamsul Ma'arif, M.Si; staf pengajar FK Unila Khairunisa Berawi, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Metro Silfia Naharani Wahdi, Denny Widaya Lukman, pakar Kesmavet dari IPB dan Jenny Soelistiani dengan host Ruri Astuti Wulandari.

 

Syamsul Ma'arif mengatakan, pemerintah sudah menerbitkan sejumlah regulasi terkait pengendalian antimikrobia pada hewan. Di antaranya Peraturan Menteri Pertanian No 381 tahun 2005 tentang Pedoman Sertifikasi Kontrol Veteriner yang mewajibkan setiap unit usaha pangan asal hewan dan unit usaha produk hewan yang mengedarkan produk hewan di seluruh NKRI atau memasukkan dari luar NKRI atau mengeluarkannya wajib memiliki NKV.

 

Lalu regulasi obat hewan khususnya mengenai pelarangan penggunaan Antibiotik Growth Promotor (AGP) dalam pakan melalui Permentan No 14 tahun 2017 tentang klasifikasi obat hewan yang effektif berlaku mulai Januari 2018. Terakhir diterbitkan Permentan No 40/2019 tentang Tata Cara Perizinan Berusaha Sektor Pertanian.

 

Denny Widaya Lukman menjelaskan, penggunaan antibiotik berlebihan pada unggas tidak saja menimbulkan residu pada telur dan dagingnya, tetapi bisa meracuni sayur dan pangan lainnya yang pupuknya dari kotoran unggas.

 

Sementara Kairunisa minta masyarakat berhati-hati dalam penggunaan obat-obatan karena memicu resistensi penyakit terhadap antimikrobia yang tidak saja antibiotik, tetapi juga antivirus, antijamur dan antiparasit lainnya. Pastikan penggunaan obat antibiotik dan lainnya hanya melalui resep dokter dan hindari melalui pembelian bebas.

 

Kemudian, Silfia Naharani Wahdi minta ibu-ibu anggota PKK untuk menjaga keluarganya dari pangan yang diduga mengandung residu antimikrobia. Termasuk penggunaan bebas obat-obatan antimikrobia yang dapat membahayakan keluarga.

 

Pembicara terakhir Jenny Soelistiani memastikan telur yang beredar di Lampung sudah bebas residu antimikrobia karena berasal dari peternakan yang sudah ber-NKV.

 

“Jadi ibu-ibu tidak usah ragu untuk membeli dan mengkonsumi telur bagi keluarganya 2 butir sehari,” ajak Jenny pada acara yang didominasi ibu-ibu PKK tersebut. ed/datuk-lampung

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain