Rabu, 1 Desember 2021

Pelatihan Diversifikasi Produk dan Pemasaran Domba

Pelatihan Diversifikasi Produk dan Pemasaran Domba

Foto: dok.istimewa


Yogyakarta (TROBOS).Sekolah Pascasarjana Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada menghelat pelatihan pengenalan diversifikasi produk dan metode pemasaran seri pertama dengan tajuk dinamika industri peternakan domba pada masa dan pasca pandemi Covid-19 melalui aplikasi zoom beberapa waktu yang lalu.

 

Dalam kesempatan tersebut, menghadirkan Panjono, Dosen Fapet UGM serta Yudi Guntara Noor selaku Ketua DPP HPDKI (Dewan Pengurus Pusat Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia).

 

Acara itu juga berkolaborasi dengan PPKDY (Perserikatan Peternak Kambing Domba Yogyakarta), Pengurus Besar Ikatan Perkumpulan Insinyur dan Sarjana Peternakan Indonesia (PB ISPI) khususnya wilayah Yogyakarta serta tak ketinggalan HPDKI itu sendiri.

 

Panjono menjelaskan, acara ini merupakan kegiatan awalan yang merupakan rangkaian program hibah pascasarjana Fapet UGM. Pada seri pertama ini diharapkan akan mampu mengidentifikasi tantangan industri peternakan domba sekaligus mencari peluang di masa dan pasca pandemi Covid-19.

 

Pasalnya, industri peternakan domba mengalami pergejolakan saat merebahnya Covid-19. Sebelum adanya virus yang berasal dari Wuhan, China itu, pasar dan harga domba relatif stabil bahkan bermunculan peternak-peternak baru. Sayangnya, hal itu membuat pasokan bakalan minim yang menyebabkan pelaku industri peternakan domba mulai bermain di pembiakan.

 

Kondisi tersebut, lanjut Panjono, berubah drastis saat awal pandemi. Dikarenakan industri peternakan domba mengalami ketidakpastian pasar dan harga domba yang cenderung menurun. Akibat minimnya daya beli konsumen juga dampak dari PSBB dan PPKM terkecuali saat musim kurban yang menimbulkan permintaan meningkat dan mendongkrak harga domba.

 

“Walhasil saat pertengahan pandemi, pelaku usaha mulai menyesuaikan skala usahanya meskipun permasalahannya ialah ketersedian bakalan yang masih minim. Bahkan DI Yogyakarta memasok bakalan dari luar pulau Jawa,” terangnya.

 

Ia berpesan, strategi untuk menghadapi pandemi bagi pelaku usaha ialah dengan efisiensi produksi meliputi restrukturisasi, rasionalisasi, maupun resizing. Serta diperlukan inovasi produk melalui pengolahan diikuti dengan inovasi pemasaran via media sosial dan marketplace.

 

“Kegiatan ini nantinya akan dilaksanakan 3 kali pertemuan pada tahun ini serta kedepannya jika kondisi telah memungkinkan akan dilaksanakan secara luring,” tandasnya. ed/zul

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain