Rabu, 1 Desember 2021

Optimalisasi Produksi Telur dengan Manajemen Stres

Optimalisasi Produksi Telur dengan Manajemen Stres

Foto: Biochem


Dengan manajemen stres yang baik dapat meningkatkan imunitas, relaksasi, fertilitas, produksi dan kualitas telur yang terjaga
 
 
Memasuki masa sulit seperti saat ini sangat penting bagi peternak untuk mempertimbangkan efisiensi harga dan produksi. Dalam rangkaian pameran V-Connect Indonesia Edition 2021 yang diadakan secara virtual pada (25/11) Sales Director APAC, Marc Klook memberi sambutannya kepada para peserta yang hadir. “Pada webinar kali ini akan memberikan beberapa solusi dalam menangani manajemen stres pada produksi maupun fertilitas pada unggas,” sambutnya.
 
 
Beberapa hal seperti naiknya tekanan darah dan glukosa, meningkatnya denyut nadi dan aktivitas otot, menurunnya fungsi pencernaan dan kekebalan tubuh dapat memicu stres pada unggas, seperti ayam petelur (layer). Diungkapkan Katharina Nordlohne, Regional Technical Manager APAC. Ia pun menyebutkan berbagai macam bentuk stres, diantaranya stres ringan, stres berat dan stres subklinis.
 
 
Salah satu pemicu yang dapat membuat unggas stres yaitu pemberian vaksin melalui tetes mata, injeksi IM/SC, jaring sayap atau kloaka. “Tidak jarang vaksinasi ini menyebabkan munculnya reaksi pasca vaksinasi seperti bobot badan dan keseragaman yang menurun, rasio konversi pakan yang tinggi, batuk ringan, suhu tinggi dan lesu. Kemudian dilanjutkan dengan pemberian antibiotik. Hal ini dapat berdampak pada kerugian finansial bagi peternak,” papar Katharina.
 
 
Lanjutnya, selain vaksinasi potong paruh juga akan memicu stres apabila tidak dilakukan dengan benar akan menyebabkan berkurangnya kemampuan makan dan minum, serta menyebabkan stres jangka pendek dan panjang. “Selama ternak mengalami stres, akan menurunkan produksi dan kerugian terutama bagi peternak, karena ada penurunan kualitas pada kerabang telur, seperti adanya perubahan bentuk, dan adanya lapisan pada cangkang telur,” ujarnya.
 

 

 
Stress Pack® SL dalam Penanganan Stres

 

Katharina mengutarakan Biochem menyediakan produk yang dapat digunakan pada saat kondisi stres untuk mengurangi dampak negatif stres pada ayam. “Stress Pack® SL digunakan untuk mengurangi keparahan reaksi pasca vaksin dan mencegah atau mengurangi penggunaan antibiotik,” jelasnya.
 
 
Stress Pack® SL, dijabarkan Katharina mengandung vitamin C, L-Tryptophan, betaine dan magnesium. Vitamin C berfungsi sebagai antioksidan dan menurunkan kortisol pada ternak. L-Tryptophan berfungsi untuk meningkatkan hormon serotonin, sedangkan betaine menjaga fungsi usus. Sementara magnesium akan mengurangi rangsangan, melepas adrenalin, dan memberikan efek menenangkan. 
 
 
Ia menerangkan pengujian telah dilakukan dengan pemberian Stress Pack® SL, dan diperoleh hasil bahwa pemberian ini dapat menurunkan kadar metabolit kortikolsteroid dan kortikosteron. “Bahkan di Indonesia sebagai negara tropis, pemberian Stress Pack® SL mampu menurunkan resiko kematian akibat stres panas (heat stress),” sambungnya.
 
 
Stress Pack® SL dikatakan Katharina dapat diberikan pada pullet sampai dengan layer yang terdampak stres akibat perjalanan, reaksi pasca vaksin, potong paruh, penangkapan, kedatangan, pindah kandang, pergantian ayam pejantan, cekaman panas, ayam yang saling mematuk, manajemen distribusi pakan yang tidak baik, dan lain-lain.  Dosis pemberian Stress Pack® SL sebanyak 1-1,5 kg per 1000 liter konsumsi harian. 
 
 
Pentingnya Peran LiquiVit® Strong
Selain untuk menangani stres, penting juga untuk menjaga produksi telur memberikan asupan vitamin yang baik sehingga produktivitas bisa terjaga. Ia menyebutkan pemberian vitamin A pada ternak dapat melindungi epitel, meningkatkan fertilitas, metabolisme sel, dan kekebalan.
 
 
Kemudian pemberian vitamin D3 dapat memperbaiki metabolisme kalsium dan phosphorus, serta meningkatkan kekebalan. “Ada pula vitamin E, berfungsi sebagai antioksidan, dapat menjaga kesehatan, meningkatkan kekebalan, kualitas daging, susu maupun telur,” ungkapnya.
 
 
Pada kondisi khusus seperti misalnya ada mikotoksin, peningkatan PUFA, cekaman panas, penyakit, parasit, sulfonamit, dan variasi bahan baku, pemrosesan pakan, penyimpanan, penurunan feed intake, perbaikan FCR, juga akan meningkatkan kebutuhan vitamin. 
 
 
Biochem memperkenalkan produk LiquiVit® Strong yang mengandung vitamin A, D3 dan E. LiquiVit® Strong membantu untuk menjaga imunitas dan fertilitas selama masa stres, serta metabolisme kalsium dan kesehatan tulang. “Pemberian LiquiVit® Strong dapat dilakukan mulai dari pullet sampai dengan layer dengan dosis 1 ml/ liter selama 2 hari per minggu,” pungkas Katharina. TROBOS/Adv

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain