Rabu, 22 Desember 2021

Produktivitas Sapi Perah Dipengaruhi Oleh Perkembangan Rumen Fase Pedet

Produktivitas Sapi Perah Dipengaruhi Oleh Perkembangan Rumen Fase Pedet

Foto: dok.istimewa


Jakarta (TROBOSLIVESTOCK.COM). Produktivitas susu sapi perah, juga ditentukan oleh kesuksesan perkembangan rumen yang dialami pada fase pedet. Maka pada fase pedet itu juga harus diupayakan agar rumen berkembang optimal.

 

Techinical Sales Representative, Ruminant Specialist, PT Nufeed International Indonesia - Agung M Rahman pada sebuah webinar beberapa waktu yang lalu menyatakan, rumen pedet berumur 0-3 minggu belum berkembang sehingga lambung majemuknya masih berfungsi seperti hewan monogastrik.

 

Dia menerangkan, abomasum pedet baru lahir berukuran lebih besar yaitu sekitar 60 %, baru setelah umur 2-3 bulan, volume rumen diharapkan 70 % dari total volume alat pencernan tersebut. Artinya, saat masa transisi pada umur 12 minggu pemberian calf starter akan sangat membantu perkembangan papilla pada rumen sebagai upaya meningkatkan daya serap nutrisi yang ada pada makanan.

 

Namun ketika memasuki umur 4-5 minggu, dia melanjutkan keterangannya, fungsi rumen dapat lebih cepat berkembang dengan diberikan calf starter. Berikutnya pada 5-6 minggu, kemampuan rumen dalam mencerna pakan telah seimbang.

 

Rumen semakin berkembang kala pedet berusia 6 minggu-6 bulan. Pasca 6 bulan, kapasitas rumen seimbang dan bahkan ketika dewasa, rumen terbentuk secara sempurna dan mampu berfungsi dalam proses pencernaan.

 

“Berdasarkan hasil penelitian dari Pennsylvania State University menyebutkan bahwa perlakuan dengan pemberian susu, calf starter, hijauan kering mampu membentuk rumen yang lebih sempurna dibandingkan hanya dengan pemberian susu atau susu dengan hijaun kering,” ungkapnya.

 

Pembentukan rumen yang sempurna akan meningkatkan penyerapan nutrisi dari makanan yang diserap oleh sapi. Kuncinya pada sapi perah ialah terdapat bakteri yang mampu memecah dan mencerna hijaun dengan mengambil sari patinya. Sehingga ketika rumen bermasalah, dari sisi produksi dan kualitas susu pasti akan terdapat perubahan dan tidak maksimal.

 

“Walhasil untuk mendapatkan sapi dewasa produktif maka pedet harus sehat, bertumbuh dengan baik, dan rumen berkembang sempurna. Selain itu, dalam memelihara pedet jangan lagi berpatokan pada biaya per hari melainkan lebih baik berdasarkan biaya per pertumbuhan,” bebernya. ed/zul

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain