Jumat, 24 Desember 2021

Titik Kritis Vaksin Koksidiosis

Titik Kritis Vaksin Koksidiosis

Foto: dok.istimewa


Jakarta (TROBOSLIVESTOCK.COM). Koksidiosis klinis dan sub klinis menjadi masalah kesehatan yang signifikan dan memberikan kerugian ekonomi yang besar pada peternakan ayam ras.

 

Koksidiosis menjadi tantangan bagi setiap peternak yang ingin ayamnya memiliki kesehatan yang baik, sehingga dapat menampilkan performans produksioptimal. Tak pelak, pencegahan penyakit menjadi kunci untuk menjaga kesehatan ayam di kandang.

 

Selaras dengan hal ini, PT Hipra Indonesia (HIPRA) baru saja melaunching produk baru bernama EVANT Plus Hipramune-T pada Rabu (15/12), guna menangkispenyakit koksidiosis yang kerapkali menyerang ayam.

 

Pada pemaparannya, Area Manager HIPRA, Emilazola Sihombing menuturkan bahwa koksidiosis merupakan penyakit penting dalam industri perunggasan di seluruh dunia.

 

Di momen yang sama, Research & Development Senior Manager HIPRA, Marc Pages Bosch menyebutkan masalah koksidiosis terkadang peternak menemukan performa ayam rendah, rasio konversi pakan atau FCR (feed convertion ratio) tinggi serta ayam terkena diare di peternakan.

 

“Apakah peternak menggunakan terlalu banyak antibiotik di peternakan, sehingga ini menjadi masalah atau peternak memiliki banyak penyakit sekunder. Dalam kasus ini biasanya yang ayamnya menderita koksidiosis subklinis, yang merupakan bagin besar dari penyakit,” bebernya.

 

Lebih lanjut, Area Manager HIPRA, Octiarini Eka Lia mengimbuhkan bahwakoksidiosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh parasit Eimeria sp pada unggas. “Cara mengontrol kasus koksidiosis dapat dilakukan dengan menggunakan vaksinasi, pemberian antikoksidiosis pada pakan serta pemberian antikoksidiosis melalui air minum di farm. Adapun pentingnya pemberian vaksin koksidiosis live ialah untuk imunitas jangka panjang bagi ayam,” jelasnya.

 

Berdasarkan penjelasan Technical & Marketing Manager, Diptya Cinantya, terdapat poin kritikal yang mempengaruhi keberhasilan vaksinasi. Beberapa teknikal tipsnya ialah pastikan aplikasi yang benar dan tepat, yaitu dengan pengenceran, keseragaman distribusi spray dan ukuran droplet yang tepat. Adanya penambahan seperti coloring agent atau aroma, berfungsi untuk memastikan intake ayam secara lebih optimal.

 

“Selanjutnya, penting untuk menghindari komponen-komponen yang dapat menghambat replikasi dari Eimeria vaksin berikut, yang pertama untuk mendapatkan imunitas yang maksimal, maka perlu dihindari obat antikoksidiosis apapun selama masa pemeliharaan ayam. Ada juga beberapa antibiotik, yaitu seperti spiramycin dan tetracycline yang perlu dihindari di tiga pekan awal selama replikasi Eimeria dari aplikasi vaksinasi,” sebutnya.

 

Kedua jenis antibiotik tersebut di atas, terindikasi dapat menghambat replikasi dari oosis. Berikutnya perlu disediakan media yang optimal untuk replikasi oosis, sehingga liter manajemen merupakan hal krusial yang harus diperhatikan. Terakhir, harus dipastikan faktor imunosupresif yang dapat menekan sistem imun ayam, terutama di pekan-pekan awal. ed/bella

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain